Nurul Qomariyah Ahmad
STAIN Gajah Putih Takengon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA Ali Umar; Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v3i1.118

Abstract

Tulisan ini membahas kemampuan berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika berkategori soal berpikir kreatif matematis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penilitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi tadris matematika STAIN Gajah Putih Takengon yang berjumlah 13 orang TA 2018/2019. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes berpikir kreatif matematis. Analisis data menggunakan The torrance tests of creative thinking (TTCT) yang terdiri dari tiga komponen yaitu kefasihan (fluency), fleksibelitas(flexibility), dan kebaharuan (novelty). Hasil penelitian disimpulkkan bahwa 1). Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa masih sangat rendah dengan skor rata-rata2,61 (berada pada level kurang kreatif. 2) komponen berpikir kreatif yang paling rendah adalah fleksibelitas dan kebaharuan.
PENGARUH PEMBERIAN SOAL BERDASARKAN KOMPONEN PISA TERHADAP KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII MTsS DARUL MUKHLISIN Hilda Hakim; Nurul Qomariyah Ahmad; Ewis Niati Simahara
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.139

Abstract

PISA menilai sejauh mana siswa yang duduk di akhir tahun pendidikan dasar (siswa berusia 15 tahun) telah menguasai pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dapat berpartisipasi sebagai warga negara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi siswa yang tidak terbiasa menghadapi soal berdasarkan komponen PISA di sekolah dapat mengakibatkan dampak psikologis berupa rasa cemas karena anggapan siswa bahwa soal berdasarkan komponen PISA itu sulit untuk diselesaikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian soal berdasarkan komponen PISA terhadap kecemasan belajar matematika pada siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin yang berjumlah 100 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII karena untuk populasi sama dengan atau kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sebagai sampel. Setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi diperoleh R atau 89, 39% kecemasan belajar matematika dipengaruhi oleh pemberian soal berdasarkan komponen PISA dan sisanya 10, 61% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa merasa cemas karena tidak mampu menyelesaikan suatu permasalahan atau soal berdasarkan komponen PISA sehingga siswa mengalami gejala fisik, kognitif, dan prilaku.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA Ali Umar; Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.734 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i1.118

Abstract

Tulisan ini membahas kemampuan berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika berkategori soal berpikir kreatif matematis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penilitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi tadris matematika STAIN Gajah Putih Takengon yang berjumlah 13 orang TA 2018/2019. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes berpikir kreatif matematis. Analisis data menggunakan The torrance tests of creative thinking (TTCT) yang terdiri dari tiga komponen yaitu kefasihan (fluency), fleksibelitas(flexibility), dan kebaharuan (novelty). Hasil penelitian disimpulkkan bahwa 1). Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa masih sangat rendah dengan skor rata-rata2,61 (berada pada level kurang kreatif. 2) komponen berpikir kreatif yang paling rendah adalah fleksibelitas dan kebaharuan.
PENGARUH PEMBERIAN SOAL BERDASARKAN KOMPONEN PISA TERHADAP KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII MTsS DARUL MUKHLISIN Hilda Hakim; Nurul Qomariyah Ahmad; Ewis Niati Simahara
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.949 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.139

Abstract

PISA menilai sejauh mana siswa yang duduk di akhir tahun pendidikan dasar (siswa berusia 15 tahun) telah menguasai pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dapat berpartisipasi sebagai warga negara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi siswa yang tidak terbiasa menghadapi soal berdasarkan komponen PISA di sekolah dapat mengakibatkan dampak psikologis berupa rasa cemas karena anggapan siswa bahwa soal berdasarkan komponen PISA itu sulit untuk diselesaikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian soal berdasarkan komponen PISA terhadap kecemasan belajar matematika pada siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin yang berjumlah 100 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII karena untuk populasi sama dengan atau kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sebagai sampel. Setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi diperoleh R atau 89, 39% kecemasan belajar matematika dipengaruhi oleh pemberian soal berdasarkan komponen PISA dan sisanya 10, 61% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa merasa cemas karena tidak mampu menyelesaikan suatu permasalahan atau soal berdasarkan komponen PISA sehingga siswa mengalami gejala fisik, kognitif, dan prilaku.