Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL DESA PARIWISATA BERBASIS PETERNAKAN SAPI PERAH Akbar Rizqi Kurniawan
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 1, No 1 (2019): September, 2019
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v1i1.24888

Abstract

Potensi Peternakan Sapi Perah di Indonesia belum diolah dengan baik sebagai objek wisata. Penelitian tentang agrowisata lebih menonjol tentang pertanian dan lahan hijau sebagai kekuatan utama dalam daya tariknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pariwisata desa berdasarkan daya saing peternakan sapi perah dengan daya tarik utamanya, sektor peternakan sapi perah, memberdayakan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya suplemen gizi Desa Margamekar dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi peternakan sapi perah yang baik dan potensi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margamekar dapat dikembangkan sebagai desa wisata peternakan sapi perah. Model desa wisata diimplementasikan ke dalam pembagian tiga zona, pertama zona peternakan sapi perah standar internasional modern, kedua adalah peternakan sapi perah rakyat, dan ketiga adalah zona pusat suvenir dan relaksasi. Dalam penelitian ini, dijelaskan juga secara deskriptif oleh para pemangku kepentingan pengelola desa wisata, pengelola peternakan sapi perah, pegawai desa dan masyarakat setempat. Strategi pemasaran dibahas dalam penelitian ini untuk menargetkan wisatawan mana yang akan dipilih sebagai target pemasaran
TANTANGAN PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA ERA DIGITAL DI INDONESIA (STUDI KASUS PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI PANGALENGAN) Akbar Rizqi Kurniawan
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 2 (2020): Mei, 2020
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v2i2.25418

Abstract

Pangalengan adalah sebuah wilayah di Kabupaten Bandung yang  berjarak 40  Km dari pusat Kota Bandung. Pangalengan  merupakan alternatif bagi wisatawan karena memiliki potensi agrowisata dan potensi desa. Tantangan utama dalam pengembangan pariwisata adalah tidak tersedianya sumberdaya manusia yang cukup untuk dapat mengelola pembangunan di desanya, termasuk pembangunan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang ada di Kecamatan Pangalengan  melalui konsep pemberdayaan masyarakat. Produk wisata yang ditawarkan adalah dengan mengangkat aktivitas dan perilaku asli yang ada di Kecamatan Pangalengan  sebagai strategi pengembangan wisatanya dan kemudian dibuat kerangka pengembangannya sehingga terbentuk konsep pariwisata yang berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, peningkatan kualitas sumber daya masyarakat menjadi perhatian utama sehingga masyarakat dapat menciptakan produk-produk kepariwisataan yang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Dengan demikian, potensi masyarakat dan potensi pariwisata di Kecamatan Pangalengan  dapat diwadahi dengan baik. Namun dengan adanya penerapan teknologi digitalisasi  menjadi tantangan tersendiri bagi pariwisata berbasi masyarakat terutama di Kecamatan Pangalengan yang dikenal sebagai daerah Agrowisata.