Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM RELIGI DAN KEPERCAYAAN JINGITIU DI KABUPATEN SABU RAIJUA Ivana Pascalia Sooai; Syifa Naufal Qisty
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i1.29840

Abstract

Indonesia memiliki 6 agama yang diakui pemerintah, namun banyak penganut kepercayaan lainnya selain agama yang disahkan pemerintah, salah satunya penganut kepercayaan Jingitiu di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten yang mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata tahun 2018 untuk kategori Surga Tersembunyi Terpopuler.Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kepercayaan Jingitiu di Kabupaten Sabu Raijua. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Penganut kepercayaan Jingitiu mempercayai adanya Deo Ama, yaitu Sang Pencipta yang berada jauh dari kehidupan sehari-hari dan tokoh tertinggi yang penuh misteri, paling dihormati dan paling ditakuti. Selain itu, dalam kepercayaan Jingitiu dipercayai adanya makhluk halus yang tingkatannya di bawah Deo Ama, yaitu Rai Balla yang dipercayai menjaga bumi, Dahi Balla yang menjaga laut, dan Riru Balla yang menjaga langit.Suku Sabu memiliki dewan adat yang memimpin jalannya sebagian besar upacara adat dan menetapkan Uku yang berlaku yang disebut dengan Dewan Mone Ama. Upacara adat yang masih dilakukan oleh penganut Jingitiu adalah upacara Dabba Ana, Upacara Tali Manu Dabba, Upacara Heko Nyale Dabba atau Hibu Nyale Dabba, Upacara Pemau Do Made, dan Upacara Bui Ihi. Aturan adat istiadat dilakukan oleh penganut Jingitiu dengan harapan memberikan keseimbangan antara manusia dan alam.