Rahmatullah Rahmatullah
STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Rahmatullah Rahmatullah
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2013): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.54 KB) | DOI: 10.32478/ta.v2i2.142

Abstract

This paper will discuss the foundation for curriculum development. Curriculum change and development is not inevitable, it is motivated by a shift in perspective, the changing times, changes and developments in technology, changes in social and cultural community and others. Curriculum development and change is intended to better purpose than the previous curriculum. Foundations of curriculum development at least include some things like grounding sociological, philosophical foundation, the cornerstone of religion in Islamic education and others. Some of the foundation should be sufficiently represent the fundamentals of curriculum development, curriculum development as for the foundation in 2013 has included some of the above plus the foundation juridical foundation that has been set by the government.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (Peran Motivasi Guru Terhadap Kreativitas Siswa) Rahmatullah Rahmatullah
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2015): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.494 KB) | DOI: 10.32478/ta.v4i1.113

Abstract

The motivation of teachers in improving student learning creativity. The teacher how you can generate a potential student- to foster a strong sense of encouragement that would give effect to the spirit of learning. Motivation can be summed up in outline arise because of two factors, namely; factors intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factor is faker than in human beings, which can be the attitude, personality, experience, knowledge, ideas. Extrinsic factors are factors outside of man, these factors form a superior style of leadership, encouragement or guidance of someone, the development of the situation and so on. Yet despite the above is different factors, but two factors emerge due to a stimulus. Keatif ideas and thoughts not only come from the imagination and inspiration because history shows that creative ideas are the result of persistent effortKeywords; 
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN (Studi Kasus di SMP Islam Muqorrobin Singosari Malang) Sumarji Sumarji; Rahmatullah Rahmatullah
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2018): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.02 KB) | DOI: 10.32478/ta.v7i1.148

Abstract

Peningkatan membaca al-Qur’an menjadi hal penting dalam dunia pendidikan. Dengan mempelajari al-Qur’an maka diharapkan tingkat spiritual anak didik meningkat, sehingga akan berdampak kepada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor anak didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya guru dalam meningkatan kemampuan membaca al-Qur’an di SMP Islam Muqorrobin Singosari Malang dilakukan dengan pertama, optimalisasi pelaksanaan proses pembelajaran intra kulikuler. Kedua, optimalisasi proses pembelajaran ekstra kulikuler. Ketiga, evaluasi pembelajaran. Kempat, penambahan sarana dan prasarana. Kelima, Peningkatan kualitas Guru.
ANALISIS KITAB WADZA`IF AL-MUTA’ALLIM: STUDI RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUCH. MAFTUHUL FAHMI; RAHMATULLAH RAHMATULLAH
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2022): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/piwulang.v5i1.1167

Abstract

Various moral problems, identity crises, and social deviations along with the advancement of Science and Technology have become a challenge for modern educators in Indonesia. This phenomenon encourages researchers to explore the values of character education in the book Wadza`if al-Muta'allim by KH. Zainal Abidin Munawwir. This study also analyzes the relevance of these values to the material of Islamic Religious Education in Indonesia based on Permendikbud no. 37 of 2018. The method used by the researcher is a qualitative research type of library research with a descriptive qualitative approach and using content analysis techniques. Researchers managed to find two research results: first, it was found that there were 3 (three) parts of the values of character education in the book of Wadza`if al-Muta'allim, namely: wadza`if al-muta'allim at-tholab era, adab al- muta'allim ma'a ustadzihi, and wadza`if al-muta'allim wa a'maluhu waqta talaqqi ad-dirasah. 
Urgensi Pendidikan Tauhid Perspektif Filsafat Al-Kindi Rahmatullah Rahmatullah; Moh. Zaini Miftah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i2.1903

Abstract

Ajaran tauhid menjadi hal terpenting dalam pendidikan, karena menjadi risalah semua rasul. Pada tataran implementasi, pendidikan tauhid dipandang secara sepintas sebagai dogma agama. Pendidikan tauhid belum dianggap penting untuk dipelajari, karena tidak berkaitan dengan keterampilan hidup. Padahal secara filosofis, pendidikan tauhid berkenaan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Mahaesa. Artikel ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian literatur yang relevan. Ada dua temuan artikel. Pertama, biografi Al-Kindi mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, pendidikan dan karyanya, menjadi gambaran awal tentang urgensi pendidikan tauhid. Kedua, urgensi pendidikan tauhid perspektif Al-Kindi dilandasi oleh ayat qauliyyah (verbal) dan kauniyyah (non-verbal) yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Urgensi Pendidikan Tauhid Perspektif Filsafat Al-Kindi Rahmatullah Rahmatullah; Moh. Zaini Miftah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ajmie.v3i2.1903

Abstract

Ajaran tauhid menjadi hal terpenting dalam pendidikan, karena menjadi risalah semua rasul. Pada tataran implementasi, pendidikan tauhid dipandang secara sepintas sebagai dogma agama. Pendidikan tauhid belum dianggap penting untuk dipelajari, karena tidak berkaitan dengan keterampilan hidup. Padahal secara filosofis, pendidikan tauhid berkenaan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Mahaesa. Artikel ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian literatur yang relevan. Ada dua temuan artikel. Pertama, biografi Al-Kindi mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, pendidikan dan karyanya, menjadi gambaran awal tentang urgensi pendidikan tauhid. Kedua, urgensi pendidikan tauhid perspektif Al-Kindi dilandasi oleh ayat qauliyyah (verbal) dan kauniyyah (non-verbal) yang meliputi aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis.