Fathurrohman A
UNINUS

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI MI (Studi kasus pada kelas V MI Panamur Kersamanah Kabupaten Garut) Ujang Muhidin; Mulyasa Mulyasa; Fathurrohman A
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v1i2.5137

Abstract

Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 2 ayat (1) menegaskan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pada Pasal 4 juga dijelaskan bahwa kedudukan guru sebagai tenaga professional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasionalDengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa guru harus memiliki pengetahuan yang luas, menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran, menguasai teori dan praktik pendidikan, serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. Kompetensi guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di madrasah, namun kompetensi guru tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya mengajar.  Berangkat dari paradigma tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru untuk meningkat meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Panamur Kersamanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan memperpanjang waktu penelitian dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profesional guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan (2) Mutu pembelajaran Pendidikan Agama di Madrasah Ibtidaiyah Panamur Kersamanah diwujudkan dengan penerapan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan serta melalui penelitian studi kasus. (3) Upaya Kepala Madrasah dalam meningkatkan professional guru di Madrasah Ibtidaiyah Panamur Kersamanah adalah dengan meningkatkan kompetensi guru melalui kursus dan diklat, pengadaan sumber dan media Pembelajaran, mengelola lingkungan belajar, penerapan e-learning, dan controling (4) Upaya guru Madrasah Ibtidaiyah Panamur Kersamanah dalam meningkatkan profesionalnya dengan mengikuti diklat dan Kelompok Kerja Guru.
PERAN PESANTREN SEBAGAI BASIS PENANAMAN NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN KEMANDIRIAN DI PESANTREN AL-ITTIHAD KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Yasa Taqiyudin; Syafe’i Syafe’i; Fathurrohman A
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v1i2.5138

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang dan unik. Secara historis, pesantren termasuk pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan sampai sekarang. Persoalan karakter menjadi bahan pemikiran sekaligus keprihatinan bersama karena masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan nilai religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter di  Al-Ittihad Kabupaten Cianjur.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Ustadz dan santri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) persepsi tentang pentingnya nilai religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter merupakan salah satu sumber yang melandasi pendidikan karakter dan sangat penting untuk ditanamkan kepada siswa sejak dini karena dengan bekal keagamaan yang yang kuat sejak dini akan memperkokoh pondasi moral siswa di masa depan. (2) Peran pesantren dalam mendukung pelaksanaan nilai karakter religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter yaitu menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan, memberikan izin kepada guru untuk mengadakan suatu program kegiatan, mendukung adanya kegiatan-kegiatan yang ada di luar pesantren, serta memberikan teladan yang baik bagi santri. (3) Pelaksanaan nilai religius dan kemandirian dalam penanaman karakter melalui program pengembangan diri yang terdiri dari kegiatan-kegiatan rutin yang ada di pesantren, kegiatan spontan yang dilakukan guru pada santri, keteladanan yang diberikan guru, dan pengkondisian pesantren yang diciptakan sedemikian rupa.
KERJASAMA ANTARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHALAT SISWA KELAS V SDN 004 CISARANTEN KULON KECAMATAN ARCAMANIK Dian N; Mulyasa Mulyasa; Fathurrohman A
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v1i2.5135

Abstract

Latar belakang penelitian adalah Islam mengajarkan agar proses penanaman disiplin dalam pelaksanaan salat 5 waktu harus ditanamkan sejak dini.Kerja sama antara guru PAI dan orang tua siswa untuk mendidik pembiasaan salat 5 waktu kepada siswa, dilatarbelakangi oleh kegiatan pengisian buku penghubungan salat 5 waktu siswa. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara guru PAI dan orang tua dalam upaya mereka untuk meningkatkan kedisiplinan salat 5 waktu siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi mengenai desain, pelaksanaan, keberhasilan, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kerja sama antara guru PAI dan orang tua untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan salat lima waktu. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan memberikan gambaran secara faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan desain, pelaksanaan kerja sama antara guru PAI dan orang tua siwa,keberhasilan serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kerja sama antara guru PAI dan orang tua untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan salat lima waktu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi,wawancara,dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah diperoleh setelah dilaksanakannya desain program kedisiplinan salat melalui buku penghubung pada bulan Agustus dan September pada bulan September mengalami peningkatan siswa terlihat banyak melaksanakan salat di tempat-tempat ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program sudah berhasil,teramati dengan banyaknya siswa yang melakukan salat fardu di mushala dan mesjid semakin bertambah. Guru PAI mampu melaksanakan program ini sesuai prosedur, seluruh pihak di sekolah mendukung adapun penghambat dari program ini dapat ditanggulangi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan prestasi anak dan disiplin salat dipertahankan dan ditingkatkan, agar memiliki kesadaran yang tinggi untuk memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam. Intensitas komunikasi dengan orang tua juga senantiasa dipertahankan bahkan ditingkatkan.