Mastia Lelyna Sinaga
Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perjumpaan Injil dengan Adat Batak: Memperbarui dan Menguatkan Eka Helena Siregar; Elson Lingga; Mastia Lelyna Sinaga
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v2i2.80

Abstract

The churches which being in midst of culture and custom of batak are result of mission in a long time. Gospel come and meet with Batak culture, face wrestling  so that make difficult for have roots and growing and produce a church on the final as we can see today. The church stand in the centre of culture  after culture roots and growing in a long time. They said that  batak culture is  their  identity.  With that reason, Church very important to know and understand about batak custom. The church also  have to wise when its meet with Batak culture. That is important so that Christians not loosing those identity and culture, and on the other side  nor to bring out sincritism on the church. This study aims to describe the encounter of the Bible with batak customs, including how to respond to customs in the preaching of the Gospel by the Church. The research method used is library research through which various information can be collected and then elaborated for the sake of achieving research objectives. AbstrakGereja yang ada sekarang ini di tengah budaya dan adat istiadat orang batak merupakan hasil penginjilan dalam kurun waktu yang tidak singkat. Injil yang masuk berjumpa dengan adat istiadat orang batak, mengalami pergulatan yang tidak mudah untuk dapat berakar dan bertumbuh, hingga pada akhirnya menghasilkan Gereja sebagaimana adanya sekarang. Gereja berdiri di tengah budaya dan adat istiadat yang telah tertanam terlebih dulu dalam kehidupan orang-orang batak, bahkan menjadi identitas kehidupan mereka. Oleh karena itu, Gereja perlu memiliki pemahaman yang benar terhadap adat istiadat, khususnya adat istiadat batak. Gereja juga harus bertindak bijak ketika diperhadapkan dengan adat istiadat batak, sehingga di satu sisi tidak menjadikan orang-orang Kristen di tanah batak kehilangan identitas dan budayanya, namun juga tidak memunculkan sinkritisme di tengah Gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perjumpaan Injil dengan adat batak, termasuk bagaimana menyikapi adat istiadat dalam pemberitaan Injil oleh Gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang melaluinya berbagai informasi dapat dihimpun dan kemudian dielaborasi demi kepentingan pencapaian tujuan penelitian.