Abstract Raja banana peel is wastes from the community can be used as animal feed because of its nutrient content is high enough. The research aimed to examine the utilization of raja banana peel MOL and Trichoderma harzianum fermentation on variors ration on performance of rex rabbit male weaning. The research had been conducted in the Laboratory of Animal Biology Livestock Studies Program in the Univesity of Sumatra utara From August 2013 until November 2013. The design used in this research was completely randomized design with 7 treatments and 3 replications. Treatments were consisted of P0: ration raja banana peel without fermented 45%, ration raja banana peel fermented MOL with levels 15% (P1), 30% (P2), 30% (P3) and ration raja banana peel fermented Trichoderma harzianum with levels 15% (P4), 30% (P5), 45% (P6). The results of the orthogonal contrast analysis showed raja banana peel fermented with MOL is better than fermented with Trichoderma harzianum. The treatments P2 showed the best for feed consumption, body weight gain and feed conversion with average 87.60 g/head/day; 14.79 g/head/day and 5.78, respectively. The conclusion of this reserch is the utilization of raja banana peel MOL fermentation increase consumption, body weight gain and lower feed convertion ratio compared with Trichoderma harzianum. Keywords : Raja banana peel, MOL and Trichoderma harzianum Fermentation, Performance, Rex rabbit. Abstrak Kulit pisang merupakan limbah buangan dari masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak karena kandungan gizinya yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit pisang raja yang difermentasi MOL dan Trichoderma harzianum pada berbagai ransum terhadap performans kelinci rex jantan lepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 21 ekor kelinci rex dengan bobot badan awal 673 ± 66,74 g dan rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0: ransum kulit pisang raja tanpa difermentasi 45%, ransum kulit pisang raja yang difermentasi MOL dengan tingkatan 15% (P1), 30% (P2), 45% (P3) dan ransum kulit pisang raja difermentasi dengan Trichoderma harzianum dengan tingkatan 15% (P4), 30% (P5) dan 45% (P6). Hasil analisa uji ortogonal kontras menujukkan bahwa kulit pisang raja difermentasi dengan MOL lebih baik dibandingkan dengan Trichoderma harzianum. Pada perlakuan P2 menujukkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum terbaik dengan rataan 87,60 g/ekor/hari; 14,79 g/ekor/hari dan 5,78. Pemanfaatan kulit pisang raja difermentasi MOL dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan serta menurunkan konversi ransum dibandingkan dengan Trichoderma harzianum. Kata Kunci: Kulit Pisang Raja Fermentasi MOL dan Trichoderma harzianum, Performans, Kelinci Rex