Abstrak: Disadari atau tidak, untuk rentang waktu yang lama, sebenarnya ada tendensi anti-humor yang kuat dalam Kekristenan. Hal ini tidak mengejutkan sebab tradisi Kristen memang telah mewariskan semacam sentimen negatif terhadap humor. Dalam studi ini, penulis akan mencoba meresponi salah satu dampak negatif dari tradisi ini, yaitu pengabaian atau penolakan terhadap eksistensi humor dalam Alkitab. Lebih spesifiknya, penulis akan mencoba menunjukkan potensi humor dalam sebuah teks, yakni perumpamaan tentang pengampunan (Matius 18:21-35). Untuk mencapai hal tersebut, penulis akan lebih dulu berusaha memberikan definisi provisional tentang humor. Setelah itu, penulis akan membahas konteks dan konten dari perikop tersebut, sebelum pada akhirnya memaparkan beberapa usulan mengenai humor dalam teks tersebut. Kata-kata kunci: Humor, Injil Matius, Perumpamaan, Pengampunan, Keganjilan, Hyperbola