STEFANUS KRISTIANTO
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ALETHEIA

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUMOR DALAM PERUMPAMAAN TENTANG PENGAMPUNAN (MATIUS 18:21-35) STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i1.85

Abstract

Abstrak: Disadari atau tidak, untuk rentang waktu yang lama, sebenarnya ada tendensi anti-humor yang kuat dalam Kekristenan. Hal ini tidak mengejutkan sebab tradisi Kristen memang telah mewariskan semacam sentimen negatif terhadap humor. Dalam studi ini, penulis akan mencoba meresponi salah satu dampak negatif dari tradisi ini, yaitu pengabaian atau penolakan terhadap eksistensi humor dalam Alkitab. Lebih spesifiknya, penulis akan mencoba menunjukkan potensi humor dalam sebuah teks, yakni perumpamaan tentang pengampunan (Matius 18:21-35). Untuk mencapai hal tersebut, penulis akan lebih dulu berusaha memberikan definisi provisional tentang humor. Setelah itu, penulis akan membahas konteks dan konten dari perikop tersebut, sebelum pada akhirnya memaparkan beberapa usulan mengenai humor dalam teks tersebut.  Kata-kata kunci: Humor, Injil Matius, Perumpamaan, Pengampunan, Keganjilan, Hyperbola
MYTHICIST : SEBUAH MITOS TENTANG "MITOS" STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 17, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i2.43

Abstract

Abstrak: Meskipun secara umum eksistensi historis figur Yesus merupakan kebenaran yang dianggap aksiomatis,sejarah mencatat adanya beberapa orang dari abad-abad lampau, yang menyangsikan bahwa Pribadi ini benar-benar pernah ada. Hanya saja, ide ini tidak mendapat sambutan yang serius pada masa itu. Meski demikian, ini tidak menyurutkan beberapa pemikir kontemporer yang menyebut diri mereka Mythicist, untuk menggemakan kembali ide ini. Dalam tulisan ini, pertama-tama penulis akan memaparkan sketsa sejarah kemunculan ide ini. Setelah itu, penulis akan memaparkan dan merangkumkan garis besar argumen beberapa pemikir utama kelompok Mythicist, sebelum pada akhirnya, penulis akan mengevaluasi tiap-tiap argumen mereka untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya para Mythicist hanya menampilkan sebuah mitos tentang ―mitos.‖  Kata-kata Kunci: Mythicist, Kristus, Mitos, Injil, Genre
MERESPONI “NEW PERSPECTIVE ON PAUL" STEFANUS KRISTIANTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.23

Abstract

Sumbangsih gerakan reformasi ternyata tidak hanya mencakup area doktrinal namun juga pembacaan hermeneutis terhadap surat-surat Paulus, khususnya Surat Roma. Cara membaca mereka telah menjadi cara membaca mayoritas orang Kristen sejak jaman mereka. Namun, sejak abad lalu cara membaca yang diwariskan reformator ini mulai digugat keabsahannya. Dimulai dari Krister Stendahl, kritik ini mencapai kulminasinya pada mazhab new perspective yang dimotori oleh orangorang seperti Ed Parish Sanders, James Dunn dan, di kalangan Injili, Nicholas Wright. Tulisan ini akan mencoba menguraikan sejarah dan konsep mendasar dari mazhab new perspective, serta menunjukkan kepada pembaca bahwa meskipun dalam beberapa hal mereka memberikan sumbangsih positif dan kritik konstruktif bagi studi Paulinisme, namun dalam banyak hal, para reformator tetap lebih baik dalam memahami tulisan Paulus.