AGUNG GUNAWAN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ALETHEIA

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENGELOLA KONFLIK DALAM GEREJA AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.1

Abstract

Gereja adalah miniatur Kerajaan Allah dalam dunia yang fana ini yang  didalamnya terdiri dari manusia-manusia berdosa yang telah ditebus oleh darah Kristus. Oleh sebab itu, gereja bukan sorga dan tempat berkumpulkan para malaikat yang sempurna tanpa cacat cela. Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang terus menerus masih mengalami proses pengudusan hingga mencapai tahap yang sempurna ketika Tuhan Yesus dating kembali. Oleh sebab itu, konflik dalam gereja bukanlah sesuatu yang aneh namun suatu kelaziman. Konflik adalah bagian dari dinamika kehidupan manusia. Meskipun demikian, konflik tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan membawa dampak kepada kehancuran gereja. Konflik yang terjadi dalam gereja harus dikelola dengan baik dan tepat agar konflik dapat diatasi. Dengan demikian maka gereja akan dapat terus mengembangkan diri kearah pemenuhan terhadap panggilan kesempurnaan di dalam Kristus.Kata Kunci: gereja, konflik, mengelola konflik.
RESENSI BUKU : BROTHERS, WE ARE NOT PROFESSIONALS AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i1.19

Abstract

Buku ini sangat padat dan sarat dengan ajaran-ajaran yang sangat penting bagi hamba-hamba Tuhan, baik yang sudah lama melayani maupun yang masih baru masuk dalam dunia pelayanan. Buku ini sangat berguna bagi hamba-hamba Tuhan agar mereka mengerti dengan jelas aspek-aspek serta ruang lingkup dari panggilan pelayananya, agar pelayanannya terarah dan berjalan di dalam koridor kebenaran Firman Tuhan. Dengan demikian, maka pelayanan yang dilakukan akan dapat membawa perubahan yang radikal bagi jemaat yang dilayani.
DARE TO BE THE BEST SERVANT SEBUAH REFLEKSI SURAT ROMA 12:1 AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i2.8

Abstract

Melayani Allah merupakan tugas dan panggilan bagi setiap orang percaya. Melayani Allah merupakan respon syukur atas kemurahan Allah yang telah dinyatakan dalam diri Yesus Kristus yang lahir, mati dan bangkit bagi orang pecaya. Kemurahan Allah di dalam Yesus Kristus membawa keselamatan dan pengharapan yang kekal bagi setiap orang yang percaya. Kemurahan Allah adalah Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan bagi manusia yang berdosa. Manusia yang berdosa dilepaskan dari belenggu dan hukuman dosa oleh Injil kekuatan Allah di dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang telah menikmati dan merasakan kemurahan Allah harus mempersembahkan dirinya untuk melayani Allah.   Melayani Allah adalah tugas yang mulia bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu melayani Allah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan asal-asalan. Melayani Allah harus berkenan kepada Allah. Melayani Allah harus yang terbaik. Pelayan Allah yang terbaik harus melayani Allah dengan penuh totalitas, vitalitadan integritas. Dengan memiliki unsur-unsur diatas, maka pelayanan seseorang akan diberkati Allah dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika seseorang melayani Allah tanpa memiliki unsur-unsur diatas, maka pelayanannya akan hampa dan tidak memiliki kuasa.  Dengan demikian pelayanannya tidak berkenan kepada Allah dan bukan merupakan ibadah yang sejati kepada Allah.    Kata Kunci: Injil kekuatan Allah, pelayan Allah yang terbaik, totalitas, vitalitas, integritas.    
HAMBA TUHAN DAN KELUARGA AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 3, No 1 (2015): MARET 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v3i1.31

Abstract

Kehidupan keluarga Hamba Tuhan tidak akan pernah lepas dari sorotan orang-orang Kristen maupun orang non Kristen. Keluarga Hamba Tuhan dituntut untuk dapat menjadi teladan dan berkat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun fakta menunjukkan bahwa banyak keluarga hamba-hamba Tuhan yang gagal menjadi panutan bagi banyak orang. Mulai dari ketidakharmonisan dalam keluarga hingga perceraian banyak dialami oleh keluarga-keluarga hamba Tuhan.  Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah hamba Tuhan sangat mengerti tentang Firman Tuhan, khususnya dalam hal kehidupan berkeluarga? Masalahnya adalah tidak semua hamba Tuhan mengerti tentang hakekat dari sebuah pernikahan. Hakekat pernikahan Kristen adalah prakarsa Allah, proses pemulihan, pendewasaan, pemulihan dan penerimaan bagi pasangan suami istri. Hakekat pernikahan ini sering dilupakan dan diabaikan oleh pasangan hamba Tuhan. Selain daripada itu, hamba Tuhan juga tidak tahu bagaimana mengaplikasikan kasih, yang adalah dasar dari sebuah pernikahan Kristen, dalam praktik hidup sehari-hari. Akibat dari ketidakmengertian dan ketidaktahuan ini, banyak hamba Tuhan gagal mempertahankan pernikahannya, sehingga keluarganya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Oleh sebab itu, hamba Tuhan harus belajar mengerti tentang hakekat pernikahan serta mau mengaplikasikan kasih dalam kehidupan keluarganya. Pemahaman tentang hakekat pernikahan Kristen serta kemauan untuk mengaplikasikan kasih di dalam keluarga hamba Tuhan, maka dengan demikian keluarganya akan mampu menjadi saksi, terang dan berkat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.  Kata Kunci: Hamba Tuhan, Keluarga, Hakekat Pernikahan, Kasih.
KASIH FONDASI KELUARGA YANG SEHAT AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.95

Abstract

Abstraksi: Keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Melalui keluarga Kristen diharapkan banyak keluarga-keluarga yang tidak percaya bisa melihat kesaksian hidup dari keluarga Kristen yang baik dan mau percaya kepada Tuhan Yesus. Namun banyak keluarga Kristen yang gagal menjadi terang dan garam dunia, bahkan cenderung menjadi batu sandungan bagi masyarakat sekitar keluarga Kristen berada.   Realita menunjukkan bahwa saat ini banyak keluarga yang tidak sehat sehingga tidak mampu menjadi terang dan garam dunia. Banyak keluarga-keluarga Kristen yang tidak harmonis dan bahagia. Akibatnya angka perceraian di kalangan keluarga Kristen semakin hari semakin meningkat tajam. Apa yang menyebabkan banyak keluarga Kristen tidak sehat sehingga menjadi rapuh dan mudah mengalami kehancuran? Hal ini disebabkan karena banyak keluarga Kristen dibangun di atas dasar yang tidak kokoh.   Untuk menciptakan keluarga yang sehat, maka keluarga Kristen harus dibangun di atas fondasi yang kuat. Banyak keluarga Krsiten yang rapuh karena dibangun di atas ―materi‖. Fondasi yang kokoh untuk membangun keluarga Kristen adalah kasih agape. Tanpa fondasi kasih, maka keluarga akan rapuh dan mudah hancur. Kasih tidak hanya sekadar kata-kata semata tapi harus diwujudnyatakan dalam perbuatan sehari-hari. Kasih harus selalu mendasari hidup keluarga Kristen agar menjadi keluarga Kristen yang sehat dan akan membawa dampak bagi gereja sehingga gereja mampu menjadi terang dan garam dalam dunia ini.Kata-kata Kunci: Keluarga Sehat, Gereja Sehat, Fondasi Keluarga, Kasih Agape
TANTANGAN PELAYANAN PENGGEMBALAAN HAMBA TUHAN DALAM ZAMAN NOW AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v6i1.71

Abstract

Abstrak:Dalam zaman now, hamba Tuhan diperhadapkan dengan berbagai macam perubahan yang begitu cepat dan tantangan yang begitu banyak dalam pelayanannya.   Hamba Tuhan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jemaat yang sangat kompleks. Hamba Tuhan bukan hanya dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan spiritual jemaatnya, namun juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain dari jemaatnya.   Ada banyak gereja yang memperlakukan hamba Tuhannya seperti karyawan atau pegawai yang dapat diperintah untuk melakukan segala sesuatu yang diminta oleh majikannya. Kadang apa yang diminta tidak sesuai dengan tugas dan tanggungjawab seorang hamba Tuhan.   Hamba Tuhan juga dituntut menjadi orang yang serba bisa dalam pelayanan yang diembannya. Hamba Tuhan dituntut untuk dapat menjalankan semua tugas pelayanan penggembalaan dengan maksimal. Apabila hamba Tuhan gagal dan lalai untuk menjalankan kewajibannya dengan maksimal maka akan menghadapi berbagai macam konsekuensi, mulai diperingatkan hingga diberhentikan dari pelayanannya.   Semua tantangan dan tuntutan dalam pelayanan tidak boleh membuat hamba Tuhan tawar hati dan mengambil keputusan untuk mundur dan meninggalkan pelayanan. Oleh karena itu, hamba Tuhan harus mempersiapkan diri dengan baik dan melengkapi diri dengan segala macam keterampilan dan kemampuannya baik dalam hal berkhotbah, melayani visistasi, melayani orang yang sulit dalam gereja, melayani kaum LGBT, dan melayani kaum muda agar ia akan dapat menjawab kebutuhan jemaat dan mampu bertahan dalam arena dunia pelayanan yang semakin kompetitif dalam zaman now. Hamba Tuhan harus menjalani tugas dan panggilannya dengan setia sampai Tuhan datang.    Kata-kata kunci: Zaman now, hamba Tuhan, tantangan, khotbah, visitasi, orang sulit, pelayanan kaum muda
PEMURIDAN DAN KEDEWASAAN ROHANI AGUNG GUNAWAN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i1.52

Abstract

Abstrak: Metode pemuridan saat ini sedang marak diperbincangkan dan dilakukan oleh gereja-gereja di Indonesia. Ada banyak gereja yang telah merasakan manfaat dari proses pemuridan. Salah satunya manfaat yang dapat dilihat adalah bahwa seseorang yang telah mengikuti proses pemuridan mengalami pertumbuhan dalam kehidupan rohaninya menuju kepada kedewasaan rohani. Kedewasaan rohani sangat dibutuhkan oleh orang Kristen agar kehidupan mereka sungguh mendemonstrasikan karakter Kristus. Orang percaya yang dewasa rohani akan memiliki iman yang kokoh di tengah gencarnya serangan pengaruh pengajaran yang menyesatkan dan di tengah berbagai hantaman badai kehidupan. Orang percaya yang mengalami kedewasaan rohani akan memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dengan setia sehingga banyak jiwa-jiwa yang dibawa kepada Kristus. Oleh sebab itu, pemuridan merupakan salah satu jawaban bagi kebutuhan gereja hari ini yang merindukan agar jemaatnya mengalami kedewasaan rohani.  Kata-kata Kunci: Pemuridan, kedewasaan rohani, karakter Kristus, setia, melayani Tuhan.