MARTHEN NAINUPU
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ALETHEIA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PLURALISME OIKUMENIS DAN IMPLIKASI PELAYANAN PASTORAL MARTHEN NAINUPU
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.24

Abstract

Hadirnya milenium ketiga dengan kecanggihan teknologinya, sudah menyatukan berbagai belahan bumi yang sebelumnya terasa sangat berjauhan, kini sudah sangat dekat bahkan telah menjadi sebuah kampung kecil. Seiring dengan hal itu telah lahir pula suatu kesadaran baru akan pluralisme, terutama pluralisme agama-agama dalam masyarakat postmodern ini dan secara lebih khusus lagi pluralisme oikumenis. Kehadiran pluralisme  mendorong untuk melakukan pendekatanpendekatan baru terhadap pelayanan pastoral, tetapi sekaligus melahirkan sikap pro dan kontra di tengah masyarakat gereja. Artikel ini mencoba untuk menelusuri akar-akar pluralisme serta beberapa problem yang ditimbulkan olehnya. Fakta pluralitas di tengah kalangan masyarakat gereja menuntut suatu sikap bijak dalam merespon pluralisme oikumenis , guna membangun dan mengembangkan suatu semangat kerja sama di antara para pelayan pastoral bagi keluasan kerajaan Allah.  Kata kunci: Pluralisme, Ekskulivisme, Inklusivisme, Pluralisme oikumenis, Pelayanan pastoral yang berpusat pada Alkitab dan tradisi pelayanan pastoral.
PEMURIDAN MELALUI PENDEKATAN KONSELING PASTORAL MARTHEN NAINUPU
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i1.55

Abstract

Abstrak: Pemuridan adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan pelayanan penggembalaan gereja. Pemuridan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh dan dari gereja secara terencana dan sistematis agar membantu setiap orang percaya atau anggota gereja dapat berakar kuat di dalam Kristus (Kolose 2:7), dan mencapai kedewasaan penuh serta tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efesus 4:13). Pemuridan sebagai suatu usaha sadar berlangsung dalam suatu proses yang lama dan panjang bahkan seumur hidup dengan tujuan akhir ialah agar seluruh warga jemaat dapat melatih dan memuridkan orang lain lagi. Proses pemuridan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan dan cara. Salah satu cara atau pendekatan yang disajikan dalam tulisan ini ialah melalui konseling pastoral. Konseling pastoral sebagai suatu pendekatan pemuridan dibangun di atas dasar atau pola pemuridan Tuhan Yesus. Pola pemuridan Tuhan Yesus telah memberikan inspirasi dan panduan yang mendasar bagi keseluruhan proses konseling pastoral pada umumnya, terutama dalam kaitannya dengan konseling pastoral sebagai suatu pendekatan pemuridan. Konseling pastoral sebagai suatu pendekatan pemuridan mengandung makna membangkitkan kesadaran kritis terhadap dosa, mewujudkan pemulihan, perubahan dan pertumbuhan rohani menuju kepada kedewasaan dalam Kristus. Makna lainnya ialah meneruskan karya pemuridan Tuhan Yesus sebagaimana Ia amanatkan kepada gereja sampai Ia datang kembali. Dengan adanya konseling pastoral sebagai suatu pendekatan pemuridan akan dapat memperkaya kehidupan gereja dengan berbagai pendekatan untuk meningkatkan pemuridan dan kerohanian warga jemaat.  Kata-kata kunci: Panggilan pemuridan, konseling pastoral.
PELAYANAN GEREJA KEPADA ORANG MISKIN MARTHEN NAINUPU
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i2.28

Abstract

Kemiskinan merupakan sebuah kenyataan atau fakta sosial dalam masyarakat manusia sejak jaman dahulu kala sampai dengan era pasca modern sekarang ini. Kemiskinan sudah dialami oleh mereka yang hidup di jaman Alkitab dan juga oleh orang percaya pada era kita ini. Boleh dikatakan bahwa kemiskinan adalah sebuah masalah abadi manusia. Dalam artikel ini fokus penulisan akan berada pada masalah kemiskinan yang bersifat material. Kemiskinan secara material merupakan sebuah tantangan yang tidak pernah habis bagi gereja. Dalam artikel ini penulis akan menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: gambaran umum mengenai kemiskinan di Indonesia, gambaran tentang kemiskinan pada jaman Alkitab dan bagaimana mengatasinya dan selanjutnya bagaimana pelayanan gereja dapat diberikan kepada orang miskin.  Kata kunci: kemiskinan, model pelayanan kepada orang miskin.