Sumuni Gulo
Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN OPERASIONAL PERALATAN BONGKAR MUAT GUNA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN DEPO CONTAINER PT. TANTO INTIM LINE JAKARTA Aminullah Nurdin; Sumuni Gulo
JMBA Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 2 No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia semakin maju ditandai dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat. Perusahaan sebagai produsen dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan peralatan bongkar muat barang dengan pelayanan kualitas pelayanan (service quality) kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kajian Operasional Peralatan Bongkar Muat Guna Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelanggan Depo Container PT. Tanto Intim Line Jakarta (Periode Juli s/d Desember 2017) Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mempelajari suatu fenomena secara mendalam dengan analisisis data deskriptif yang bersifat kualitatif atau tidak dapat dinominalkan. Persiapan pemintaan penggunaan alat, pemintaan dari koordinator depo kepada divisi mekanik bagian peralatan serta kondisi alat sebelum dioperasikan sudah dilakukan pengecekan. Penghambat operasional peralatan karena belum diberlakukan sistem blok lokasi, blok alat, blok container di dalam depo sehingga terjadi menumpuk antrian panjang dan peralatan sempit dan susah dalam manufer. Kualitas pelayanan palanggan melalui sistem teknologi informasi dan birokrasi cepat yang dimiliki oleh PT. Tanto Intim Line yaitu sistem TCM (Tanto Container Management) yang sangat baik membantu para pelanggan dalam pengurusan administrasi dengan tidak banyak memakan waktu tunggu dalam pelayaran. Operasional peralatan terus-memerus, perawatan dan penyediaan sparepart sangat diperlukan agar pelayanan bongkar muat tidak menunggu perbaikan terlalu lama, serta sistem blok perlu dilakukan pengkajian ulang.