Achmad Ghufron
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Persilangan Al-Qur’an dengan Sastra oleh Amin Al-Khuli Achmad Ghufron
AL-THIQAH : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 2 No 01 (2019): April
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metodologi Ami> al-Khu>li> dalam memahami kandungan sastra al-Qur’an, al-Khu>li> ini merupakan sosok yang sangat dikenal dengan pembaharuan dalam dunia sastra. Sebab keahlian tersebut ia menaruh perhatian untuk mengkaji terhadap teks al-Qur’an. Dan juga berangkat dari rasa ketidak puasan atas para mufassir yang lebih mengedepankan kepentingan ideologi dan madzhabnya. Adapun metode sastra yang di maksud menurutnya adalah: Pertama, mufassir mengumpukan ayat-ayat yang membahas tema yang sama. Kedua melakukan research (penelitian) mengenai kosakata yang akan ditafsiri. Ketiga, mufassir harus melakukan penelitian terhadap bahasa yang akan ditafsiri. Keempat, meneliti makna tersebut, dan kelima, menyusun pemahaman yang sekiranya pemahaman tersebut paling dekat dengan pemahaman Nabi. Selain itu, al-Khu>li> juga mempunyai dua metode prinsipil. Dimana metode tersebut merupakan metode yang sangat ideal dalam mengkaji sastra, yaitu Dira>sah Ma> Hawla al-Qur’a>n dan Dira>sah Ma> Fi> al-Qur’a>n.
Pergeseran Paradigma dari Orientalisme Menuju Islamic Studies Ahmad Bahrudin; Achmad Ghufron
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v5i2.79

Abstract

Perkembangan zaman yang tidak bisa dibendung dan merupakan keniscayaan, mengakibatkan semua yang menyertainya juga turut berubah. Perubahan dan pergeseran tersebut meliputi, ide, paradigma, sistem pemerintahan, fasilitas hidup dan lain sebagainya. Penalitian ini bertujuan memotret pergeseran suatu paradigma untuk pengkaji ilmu keislaman yang berasal dari barat yang sebelumnya dikenal dengan sebutan orientalisme, sekarang dikenal dengan sebutan islamic studies. Melalui motodelogi kualitatif berjenis kepustakaan, disertai dengan pendekatan narative analisis, penulis menemukan. Bahwa, menemukan bahwa orientalis bertujuan untuk menyebarkan propaganda tentang Dunia Timur, khususnya mengenai Islam kepada dunia, hal ini dipengaruhi oleh kolonialisasi Barat terhadap Timur, sehingga Barat tidak hanya ingin menguasai Timur dari segi politik dan ekonomi saja, namun juga ingin menghegomoni Timur dari segi budaya. Namun demikian, sentimen negatif yang dibangun oleh orientalis terhadap dunia timur berubah menjadi lebih adil dan objektif lantaran dua hal, pertama hilangnya bentuk kolonialisasii di Dunia Timur sehingga tidak ada kepentingan dalam kajian ketimuran. Kedua, karena adanya seruan oksidentalisme yang digagas oleh Hassan Hanafi, sehingga dapat mengimbangi hegemoni Barat terhadap Timur. Oleh karena dua hal tersebut, maka studi terhadap Islam tidak relevan lagi disebut sebagai orientalisme, tapi sekarang berubah menjadi Islamic Studies.