Ni Made Dwi Arini
Alumni Prodi Teknik Arsitektur Universitas Ngurah Rai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESOR AGROWISATA DI PELAGA Ni Made Dwi Arini; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ketut Witarka Yudiata
Jurnal Teknik Gradien Vol 9 No 1 (2017): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resor Agrowisata di Pelaga merupakan suatu tempat rekreasi yang sekaligus mewadahi pengembangan sektor agrobisnis di Pelaga yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Pelaga. Resor ini memiliki fasilitas lengkap yang akan menunjang kegiatan agrowisata yang ditunjang dengan akomodasi wisata. Sesuai dengan konsep dasar yang diterapkan pada resor adalah rekreatif, edukatif, dan ekologis menyesuaikan dengan kebutuhan rekreasi alam di sektor agrobisnis. Fasilitas yang disediakan mencakup lahan agrowisata termasuk stand-stand pengolahan hasil pertaniannya, hotel dan villa, restoran, ruang serbaguna, outbond, camping ground, serta stand-stand cendramata yang memudahkan pengunjung untuk membeli oleh-oleh khas daerah. Tema rancangan yang dipilh adalah arsitektur neo venakular, karena berkaitan erat dengan faktor lokasi dan konsep dasar ekologis yang menekankan pelestarian alam. Resor Agrowisata di Pelaga berlokasi di Jalan Arjuna Banjar Bukian Desa Pelaga, Badung - Bali, direncanakan dengan luas lahan 5.85 ha. Konsep dasar perancangan tapak, yaitu ekologis mengacu pada tapak dengan tetap mempertimbangkan mempertahankan lahan perkebunan yang sudah ada sebagai lahan kerjasama yang akan dikembangkan sebagai agrowisata. Selain itu perencanaan tapak juga dipengaruhi oleh iklim, view, topografi, vegetasi, dan jaringan utilitas yang ada. Dari segi konsep dasar rekreatif dan edukatif pola dan hubungan ruangan di disain dengan dinamis dan informatif. Utilitas site memanfaatkan kontur site dengan memaksimalkan utilitas sistem gravitasi. Tema rancangan yang diterapkan adalah tema Noevernakular dengan menambilkan ciri-ciri arsitektur Bali, seperti bentuk atap, pemakaian batu alam dan bata ekspose, serta penggunaan material local lainnya.