Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Asap Cair terhadap Colltotrivhum capsici pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Dewi Melani
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51589/ags.v4i2.4

Abstract

Antraknosa merupakan salah satu jenis penyakit penting tanaman cabaiyang dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi mempengaruhikualitas buah dan benih yang disebabkan oleh .Colletotrichum capsiciPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asap cair berbahandasar tempurung kelapa dan sekam terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum capsicipenyebab penyakit antraknosa pada tanamancabai merah (Capsicum annum L) secara in vitro. Penelitian dilakukansecara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)faktorial 2x4 dengan variabel pertama adalah jenis asap cair (sekam{B1}dan tempurung kelapa {B2}) dan variabel kedua adalah tarafkonsentrasi {K} ((1.0%; 3.0%; 5,0% , 7.0% dan kontrol). Diameterkoloni jamur dan persentase penghambatan jamur Colletotrichum capsici diamatiselama 14 hari. Aplikasi asap cair tempurung kelapa dan sekamberpotensi untuk menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum capsicisecara in vitro . Asap cair tempurung kelapa dan sekam dengankonsentrasi 1% dapat menghambat pertumbuhan koloni jamur sebesar27,54% dan 16,88% secara berurutan, sedangkan pada konsentrasi 3%,5% dan 7%, kedua jenis asap cair ini dapat menghambat jamursebesar 100%.
Efektivitas Minyak Atsiri dan Limbah Rimpang Jeringau (Acorus Calamus Linnaeus) terhadap Aktivitas Larvasida Spodoptera Litura Fabricius (Lepidoptera: Noctudae) Dewi Melani
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 2 No. 1 (2018): Juli 2018 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif dan toksisitas minyak atsiri danlimbah rimpang jeringau (A. calamus) terhadap aktivitas larvasida Spodoptera litura. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi minyakatsiri (103, 2x103, 3x103, 4x103, 5x103 ppm), ekstrak etil asetat dan metanol (2x104, 4x104, 6x104,8x104, 105 ppm). Minyak atsiri diperoleh dengan metode distilasi sedangkan ekstrak limbahrimpang diperoleh dengan metode maserasi bertingkat dengan pelarut etil asetat dan metanol secaraberurutan. Larva S. litura instar ketiga digunakan pada penelitian ini dengan metode celup daun.Pengamatan terhadap mortalitas diamati 24 jam setelah aplikasi. Analisis kandungan kimia minyakatsiri dilakukan dengan gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) sedangkan limbahrimpang jeringau (A. calamus) dianalisis kandungan fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwasenyawa bioaktif minyak atsiri A. calamus terdiri dari lima komponen yaitu Methyl isoeugenol;3,9-Decadien-1-Ol,3-Methyl-6-(1-Methylethenyl); 4-Pentyl-1-(4 Propylcyclohexyl) 1 Cyclohexene;ɣ- asaron; dan ß- asaron sebagai komponen utama dengan area relatif 98,08% sedangkan limbahrimpang jeringau (A. calamus) dalam bentuk ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol mengandungflavonoid, alkaloid, dan saponin. Aplikasi minyak atsiri dan limbah rimpang jeringau (A. calamus)dalam bentuk ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol mampu meningkatan mortalitas larvaS. litura sebesar 92,50; 82,50; 92,50% dengan nilai LC50 586,962; 87.064,88;58.688,36 ppmToksisitas minyak atsiri lebih tinggi 148,331 kali dibandingkan toksisitas limbah rimpang jeringau(A. calamus) dalam bentuk ekstrak etil asetat.