Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Permasalahan Usahatani dan Penerapan Teknologi Budidaya Cabai di Kecamatan Bajuin-Kabupaten Tanah Laut Marhaenis Budi Santoso
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 2 No. 2 (2018): Desember 2018 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petanidari aspek usahatani dan tingkat penerapan teknologi budidaya cabai. Metodeyang digunakan adalah survei dilaukan di tiga desa, yaitu desa Bajuin, SungaiBakar, dan Tirta Jaya pada bulan Maret 2018. Pemilihan lokasi dilakukan secarapurposive, demikian juga pemilihan responden petani 31 orang. Datadikumpulkan dengan wawancara individual secara langsung dengan respondenmenggunakan chek list. Untuk mengidentifikasi masalah usahatani, datadianalisis secara deskriptif yaitu tabel dan sistem peringkat. Untukmengidentifikasi tingkat penerapan teknologi dilakukan skoring setiapkomponen teknologi, selanjutnya dikelompokkan dalam katagori Tinggi (skore72,4 – 93,0), Sedang (skore 51,7 – 72,3), atau Rendah (skore 31,0 – 51,6). Hasilkajian menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dirasakan oleh petaniadalah rendahnya harga pada saat panen bertepatan dengan masuknya pasokandari luar daerah (41,93%), serangan penyakit (32,25%), dan hama (26,45%).Tingkat penerapan komponen teknologi budidaya cabai yang dikatagorikanTinggi (72,4 – 93,0) adalah pengolahan tanah (skore 75), Jenis dan dosispemupukan (skore 77),Waktu dan cara pemupukan (skore 73), aplikasi PPC danZPT (skore 73), penanaman (skore 88), penyulaman (skore 86), perempelan(skore 85), pemanenan dan penanganan hasil (skore 90), sedangkan komponenlain masih dalam katagori Sedang.
Analisis Hasil Belajar dan Persepsi Peserta terhadap Faktor-Faktor Pelatihan pada Diklat Teknis Kelapa Sawit Marhaenis Budi Santoso
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 2 No. 1 (2018): Juli 2018 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine improvements in learning outcomes based on knowledgeindicators before and after training, and to analyze training factors such as training materials,facilities and infrastructure, facilitators, and training methods.The data of learning result was collected by initial test and final test. The data of participants’response was collected by a linkert scale list. To express the increase in learning outcomes, thedata was calculated by the Normalized Gain formula. To compare the result of initial test andfinal test were done by using T test. To find out the participants’ responses, the data were analyzeddescriptively by counting the number of scores in the questionnaire submitted to responsdens.The results of the study showed that participants responded well to the programs, materials,facilities, facilitators, and methods used. The increase in learning outcomes of most participants(86.66%) were classified into moderate category (30% <Normalized Gain <70%). The averageinitial test score was 39.00, and the final test was 70.50. The result of test with T test shows that thevalue of Tscore was 13,331 higher than Ttabular (1.70) at 95% confidence level, and Ttabular (2,46)at 99% confidence level. This means that there was a significant. The increase in score indicatesthat the training that has been held was effective.
Model Pelatihan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung Dalam Upaya Peningkatan Penerapan Teknologi Produksi Jagung (Sudi Kasus Kecamatan Pelaihari Kab. Tanah Laut) Marhaenis Budi Santoso; Agus Sukmadjaya
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.602 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.91

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk; (1) mengungkapkan persepsi petani tentang keefektifan pembelajaran SL-PTT, (2) mengungkapkan respon petani terhadap program SL-PTT berdasarkan tingkat partisipasi dan tingkat penerapan teknologi yang direkomendasikan, dan (3) mengungkapkan seberapa besar pengaruh SL-PTT terhadap peningkatan penerapan teknologi PTT. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif. Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas SL-PTT di uji dengan korelasi Spearman’ rank correlation. Untuk mengetahui respon petani data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung jumlah skor dalam daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Untuk membedakan antara penerapan teknologi sebelum dan sesudah SL-PTT, data dianalisis dengan uji beda (T test). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa: (1) keefektifan pembelajaran SL-PTT terhadap perubahan perilaku petani dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan materi, fasilitas belajar, metode, dan keaktifan peserta, sedangkan faktor pemandu tidak menunjukkan korelasi terhadap perubahan perilaku peserta, (2) respon petani terhadap kegiatan SL-PTT jagung, diukur berdasarkan partisipasi dan responnya terhadap teknologi yang diintroduksikan, termasuk dalam katagori sedang, (3) perbedaan yang signifikan terhadap penerapan teknologi tampak pada petani sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan SL-PTT, tetapi hanya berlaku bagi petani yang memiliki respon yang tinggi terhadap inovasi teknologi yang diintroduksikan. Berdasarkan hasil pengkajian ini direkomendasikan supaya (1) dipersiapkan pemandu terlatih atau profesional yang mempunyai kapasitas dalam bidangnya sebagai fasilitator dan pemandu lapangan karena pemandu yang tidak memiliki kompetensi dapat mengurangi semangat dan keaktifan peserta, (2) dalam setiap kegiatan SL-PTT disarankan dinamika kelompok supaya dijadikan sebagai salah satu materi untuk mengatasi hambatan psikologis peserta dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan menumbuhkan semangat dan pribadi yang dinamis sehingga lebih mudah untuk menerima inovasi, menumbuhkan peran serta dan keaktifan peserta selama pelaksanaan SL-PTT, (3) untuk pemanduan dan pendampingan, disarankan ditunjuk Pemandu Lapangan (PL) yang terlatih, memiliki kompetensi dan menguasai tentang Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP) atau Pemahaman Masalah dan Potensi (PMP) secara baik sehingga dapat mendorong, membantu dan mendampingi peserta SL-PTT untuk melakukan kegiatan ini.