Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Beberapa Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Limbah Cair Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Muhamad Nizar Maulid Junaedi; Ismail Saleh; Siti Wahyuni
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 5 No. 2 (2021): Desember 2021 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51589/ags.v5i2.76

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas kacang hijau masih diperlukan karena komoditas tersebut berpotensi sebagai bahan pangan sumber protein dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk peningkatan hasil yaitu dengan perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah seperti limbah cair tahu perlu dipelajari mengingat limbah tersebut dapat menjadi permasalahan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasaleman, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon pada bulan Juli – Oktober 2020. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan merupakan kombinasi antara konsentrasi limbah cair tahu (0, 150, 300, dan 450 ml/l) dengan frekuensi pemberian limbah cair tahu (1, 2, dan 3 kali pemberian). Terdapat 10 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah cair tahu pada berbagai konsentrasi dan frekuensi pemberian hanya berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan kacang hijau. Aplikasi limbah cair tahu cenderung menurunkan tinggi tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik belum dapat meningkatkan komponen pertumbuhan seperti jumlah daun dan diameter batang serta hasil tanaman kacang hijau. Sumbangan hara dari limbah cair tahu diduga belum terlalu signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
Pergumulan Pemikiran Ideologi Negara Antara Islam dan Pancasila dalam NKRI Junaedi Junaedi; Diki Dikrurohman; Abdullah Abdullah
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.724 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v2i2.66

Abstract

Hubungan Islam dan Pancasila adalah sebuah perdebatan dalam lintas sejarah yang tidak kenal kata ending. Pro dan kontra dalam konteks membangun Ideologi bangsa, sudah berlarut-larut, bahkan saling memojokan antara kubu nasioanlis yang mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dengan kubu Islam fanatic (garis keras) yang menolak Pancasila sebagai ideology negara Sebenaranya. Pancasila adalah sebuah hasil kemenangan ummat Islam dalam membangun Ideologi negara, jika Islam dipaksakan sebagai ideologi negara maka ini kemunduran bagi ummat Islam Indonesia. Sehingga Islam di Indonesia sebagai agama pemecah belah bangsa, karena Indonesia adalah negara yang majemuk, beragan agamanya, beragam sukunya, beragam bahasa, budaya adat dan keanekaragaman lainnya. Dari sini, bisa dipahami bahwa Pancasila adalah ideology terbuka, yang memberikan kontribusi dalam membangun bangsa, dengan mewujudkan nilai-nilai Islam kedalam berbagai dimensi kehidupan. Islam dan Pancasila adalah sebuah sistem ideology bangsa, karena adanya Pancasila tidak lepas dari adanya Islam di Indonesia, sehingga idelogi Pancasila adalah sebuah hasil pemikiran nilai-nilai luhur Islam. Oleh sebah itu Pancasila mengandung nilai-nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan dan nilai kebangsaan, niat keadilan dan nilai kerakyatan. Dimana semua nilai itu tidak bertolakbelakang dengan nilai-nilai Islam.
Analysis of Social Change in Rural Communities Due to the Influence of Urbanization and Globalization in Indonesia Junaedi Junaedi; Diki Dikrurohman; Abdullah Abdullah
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.344 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v2i3.76

Abstract

Urbanization and globalization have had a major influence in accelerating social change in society, including rural communities. These changes can have an impact on the values, culture, and social structure of rural communities. Therefore, this study aims to analyze social changes in rural communities due to the influence of urbanization and globalization in Indonesia. This study aims to analyze social changes in rural communities due to the influence of urbanization and globalization in Indonesia. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. Respondents taken in this study are from rural communities who have experienced the effects of urbanization and globalization in rural areas in Indonesia. The results of the study show that the influence of urbanization and globalization has accelerated social change in rural communities in Indonesia. Some of the social changes that have occurred include changes in values, culture, and patterns of behavior in rural communities. This can be seen from changes in lifestyle, consumption patterns, mindsets, and patterns of social interaction. This social change had an impact on a shift in the social structure of rural communities, where there was a shift from an agrarian society to an increasingly urbanized society.