Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES PRODUKSI PULLEY PENGGERAK DENGAN METODE SAND CASTING DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK DI PT.MITRA REKATAMA MANDIRI KLATEN Untung Sukamto; Anggar Dipogusti
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 1 (August 2020)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v1i1.5009

Abstract

Proses Pengecoran logam adalah suatu proses manufaktur dimana bentujuan untuk membentuk logam dengan menuangkan logam cair hasil peleburan ke dalam cetakan. Berbagai pengembangan pengecoran logam telah dikembangkan antara lain adalah dengan media cetak pasir (Sand Casting). Metode ini dilakukan dengan melalui proses antara lain ; pembuatan pola dan inti, pembuatan cetakan, peleburan logam,penuangan logam, dan pembongkaran.Tulisan ini dibuat dari hasil yang didapat dari agenda kerja praktek mahasiswa di PT.Mitra Rekatama Mandiri, Klaten. Salah satu produk yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah Pulley penggerak dengan metode Sand Casting, yang akan dibahas proses produksi nya pada isi tulisan. Proses pengecoran dengan media pasir harus dilakukan memperhatikan berbagai faktor guna menghasilkan produk yang sesuai, dimulai dari pembuatan pola hingga proses pembongkaran produk cor. Pembuatan pola dan cetakan harus mempertimbangkan ketepatan ukuran coran, Ketirusan, Penyusutan, pertimbangan pemesinan, proses finishing, kelonggaran, bahan cetakan, dan distorsi. Bahan Baku yang digunakan dalam produksi ini antara lain adalah skrap, pasir cetak,silicon,arang karbon dan slag remofer. Produk coran Pulley kemudian dilakukan pencucian dengan mesin Shot blasting dan dilakukan pemesinan untuk mendapatkan produk akhir. Pengujian dengan pengukuran dan pengujian visual dilakukan sebagai pengendalian kualitas produk cor Pulley penggerak. Dibutuhkan peniingkatan pengendalian pmutu untuk produksi yang lebih baik. Berbagai alat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk cor dibahas dalam isi tulisan.
PROSES FUMING UNTUK RECOVERY TIMAH DI TERAK HASIL PELEBURAN TANUR REVERBERATORY UNIT METALURGI MUNTOK PT. TIMAH TBK Untung Sukamto; Rendra Aditya Hutomo
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 1, No 2 (February 2021)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v1i2.5043

Abstract

PT. Timah Tbk merupakan perusahaan BUMN yang memproduksi dan mengekspor logam timah yang memiliki usaha pertambangan timah terintegrasi dari proses eksplorasi hingga proses pemurnian timah. Semenjak tahun 70-an, PT. Timah Tbk mengekstrak logam timah menggunakan tanur reverberatory. Proses ekstraksi timah menggunakan tanur reverberatory dilakukan sebanyak dua tahap proses, agar perolehan timah menjadi tinggi. Namun, masih banyak timah yang terbuang ke terak hasil proses peleburan tahap kedua tanur reverberatory. Kandungan timah yang ada di terak kedua sebanyak ~3%. Pada pertengahan tahun 2019, PT. Timah Tbk mulai menjalankan teknologi yang digunakan untuk mengambil kembali timah yang ada di terak. Teknologi tersebut yaitu teknologi fuming.Teknologi fuming digunakan untuk mengambil kembali timah yang berada di terak hasil peleburan bijih timah. Prinsip dasar dari teknologi fuming adalah mengubah timah oksida (SnO) menjadi timah sulfida (SnS) sehingga mudah menguap dan timah dapat terpisah dari pengotor. Bahan baku pada proses fuming yaitu terak hasil peleburan tahap pertama dan kedua tanur reverberatory sebagai sumber timah dan pirit sebagai sumber sulfur untuk menguapkan timah; dan sebagai sumber besi sebagai penurun titik lebur terak pada proses fuming. Produk utama dari keseluruhan proses ini yaitu debu SnO2 dengan kadar timah ≥60% yang digunakan sebagai bahan campuran umpan peleburan tanur reverberatory dan produk samping dari keseluruhan proses ini yaitu gipsum.