Jauhar Hatta
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini dalam Al-Qur'an: Kajian Tafsir Tarbawi pada Surat Luqman Jauhar Hatta
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 4, No 2 (2012): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v4i2.36

Abstract

Al-Qur 'an merupakan petunjuk bagi umat man usia bagi keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia hingga kelak ke akhirat. Salah satu bagian dari masalah kehidupan manusia adalah pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini. Dari pembahasan ini diketahui bahwa dalam Surat Luqman terdapat firman Allah SWT yang menjelaskan tentang pendidikan anak usia dini dalam kisah Luqman al-Hakim bersama anaknya. Dalam kisah tersebut terdapat prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini yang bisa diterapkan, seperti prinsip kebutuhan anak dalam hidup, prinsip belajar sambil bermain, prinsip lingkungan yang kondusif, prinsip pembelajaran yang terpadu dan prinsip berulang-ulang dalam pembelajaran. Dari tafsir tarbawi ini, bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan kependidikan bagi umat Islam agar senantiasa tidak melepaskan dari kitab suci Al-Qur'an sebagai kitab tarbiyah.
Urgensi Kisah-Kisah Dalam Al-Qur'an Al-Karim Bagi Proses Pembelajaran PAI Pada MI/SD Jauhar Hatta
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 1, No 1 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i1.24

Abstract

Kisah-kisah umat terdahulu merupakan bagian dari isi kitab suci al-Qur'an. Pada periode awal turunnya al-Qur'an mayoritas masyarakat Makkah tidak percaya pada risalah yang dibawa Rasulullah SAW. Mereka justeru menganggap bahwa al-Qur'an itu hanyalah dongeng masa lalu (asdthir al-awwalin). Meski demikian, realitas yang terjadi semakin lama mereka mendengar ayat-ayat al-Qur'an justeru semakin banyak yang beriman. Kisah-kisah dalam al-Qur'an yang banyak diturunkan pada saat Nabi SAW di Makkah justeru menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Dari sini nampak metode pembelajaran yang mengutamakan kisah-kisah patut dipertimbangkan untuk digunakan dalam mengajarkan PAI di kalangan pemula. 
Pendidikan Moral Qur' Ani dalam Naskah Al-Nafahah Al-Sailaniyyah Fi Al-Minhah Al-Rahmaniyyah Karya Syaikh Yusuf Jauhar Hatta
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 7, No 2 (2015): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v7i2.75

Abstract

Al-Qur'an al-Karim adalah suatu kitab yang menjadi sumber hidayah bagi manusia. Kebutuhan manusia, baik yang berkaitan dengan kehidupan duniawi maupun ukhrawi agar selamat dari api neraka dan masuk dalam surga, telah tersirat dalam kitab Al-Qur 'an. Karena itu, Al-Qur'an menjadi juklak kehidupan manusia yang perlu di implementasikan dan di amalkan isinya. Rasulullah SAW adalah sosokyang paling tepat sebagai pengamal Al-Qur'an. Hingga dalam suatu hadis riwayat Siti Aisyah RA, beliau berkata, bahwa Rasulullah SAW itu akhlaqnya Al-Qur'an. Kajian ini akan membahas seputar pemikiran Syaikh Yusuf tentang Pendidikan Moral Qur'ani dalam risalahnya al-Nafahah al-Sailaniyyah fii al-minhah al Rahmaniyyah (Hembusan angin negeri Cylon sebagai anugerah Allah Yang Maha Rahman). Secara umum Syaikh Yusuf selalu menanamkan pendidikan anak melalui pesan-pesan ayat al-Qur'an al-Karim. Pembentukan Pendidikan Moral Qur 'ani dalam pandangan Syaikh Yusuf tidak bisa dilepaskan dari tiga hal yang esensial. Penanaman aqidah yang tepat dan benar bagi anak, pembentukan pribadi anak yang bertumpu pada budi pekerti dan perangai yang luhur (al-akhlaq al-karimah) serta pemantapan hati anak untuk selalu istiqomah dalam beribadah dan mengingat Allah SWT.
Integrasi Asbab Al-Nuzul, Muhkam Mutasyabih, dan Nilai Pendidikan dalam Pengembangan Tafsir Tarbawi Royhan Ikhwan; Ru'uliyanah Sabrianti; Mahmud Arif; Jauhar Hatta
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.100

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai teks-teks ethico-legal dan hirarki nilai Abdullah Saeed dalam menafsirkan teks ethico legal. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan literatur buku Interpreting The Qur’an: Towards a Contemporary Approach karya Abdullah Saeed. Teks ethico-legal meliputi teks perintah hukum, hukuman terhadap kejahatan, sistem keyakinan, praktik ibadah, dan nilai-nilai universal (kulliyat al khams) seperti pemeliharaan agama, akal, jiwa, keturunan dan harta. Menginterpretasikan teks ethico-legal menurut Abdullah Saeed adalah hal sulit karena membutuhkan konsiderasi tidak hanya aspek linguistik teks tetapi juga dimensi sosio-historis. Dimana interpretasi sosio-historis sekaligus bisa menyingkap dimensi etis teks. Muatan etis seringkali diabaikan oleh mufasir dan orientasi hukum lebih mendominasi penafsiran mereka. Teks atau ayat dipahami secara harfiah terlepas dari pesan normatif-etis ayat. Teks hukum dalam Al-Qur’an disampaikan secara tidak terperinci, kecuali yang berkaitan dengan ayat-ayat ibadah. Untuk membantu menginterpretasikan teks ethico-legal, Saeed merumuskan apa yang dinamakan dengan hirarki nilai yang meliputi nilai-nilai fundamental (obligatory values), nilai-nilai fundamental (fundamental values), nilai-nilai perlindungan (protectional values), nilai-nilai implementasi (implementation values) dan nilai-nilai instruksional (instructional values).
Pendidikan Islam Berdasarkan Al-Qur’an: Kajian Perspektif Pendidikan Atas Q.S. Al-Mumtahanah Ayat 8-9 Ru'uliyanah Sabrianti; Royhan Ikhwan; Mahmud Arif; Jauhar Hatta
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.103

Abstract

Makalah ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam dalam Q.S. Al-Mumtahannah ayat 8–9 melalui pendekatan studi kepustakaan. Ayat tersebut memberikan pedoman etis mengenai hubungan sosial antara Muslim dan non-Muslim, terutama terkait prinsip toleransi, keadilan, kewaspadaan, dan keteguhan iman. Ayat ke-8 menegaskan anjuran untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada pihak yang tidak memusuhi umat Islam, sementara ayat ke-9 memberikan batasan agar tidak menjalin loyalitas dengan pihak yang memerangi atau menindas umat Islam. Melalui analisis konseptual, historis, dan tafsir, makalah ini menunjukkan bahwa kedua ayat ini relevan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer, termasuk isu moderasi beragama, keragaman sosial, dan penguatan karakter. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi nilai toleransi, keadilan, dan kewaspadaan iman dapat memperkuat tujuan pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang moderat, berakhlak mulia, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat multicultural.