Dewa Ayu Putu Eva Wishanti
Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Conflict Over Natural Resources In The Global South : Conceptual Approaches Dewa Ayu Putu Eva Wishanti
Global South Review Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institute of International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/globalsouth.28871

Abstract

Dengan sifatnya yang konfliktual karena memiliki nilai ekonomi dan penguasaan teritori yang kompleks, pendalaman kajian soal sumber daya alam semestinya mendapat porsi ilmiah yang lebih besar. Lebih lagi, riset yang dibukukan, utamanya yang terkait dengan persoalan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia masih kurang komprehensif. Berbagai opini yang vokal, utamanya dari organisasi masyarakat sipil, masih bernada reaktif dan tidak didukung penelitian dan pengelolaan data yang tertsruktur sebagai lawan dari narasi arus utama. Pun demikian dengan kajian akademik yang membahas perihal pengelolaan sumber daya alam. Kajian-kajian tersebut masih terkendala dengan akses data, akses keuangan, dan lembaga pendanaan penelitian pun masih kurang menyediakan alokasi bagi penelitian berbasis sumber daya alam di Indonesia, utamanya yang terkait bidang sosial-politik. Lebih luas lagi, dunia yang dibagi menjadi bagian utara dan selatan oleh beberapa organisasi internasional, misalnya United Nations Development Programmme (UNDP), pun memiliki sisi historis yang berbeda dalam menyikapi konflik-konflik sumber daya alamnya. Tidak dapat dipungkiri, di negara-negara selatan yang mayoritas masih berkembang, sumber daya alam masih menjadi sektor pemasok pendapatan negara yang paling utama.Untuk lebih mendapatkan gambaran tentang pendekatan-pendekatan konseptual yang mungkin dapat membantu memahami konflik, buku setebal 204 halaman ini menyajikan hasil-hasil penelitian tentang konflik sumber daya alam di negara-negara selatan. Pendekatan konseptual ini menjadi penting sebagai dasar memulai perdebatan, utamanya demi menyelami kondisi kekhususan yang bervariasi di tiap negara. Buku ini disusun oleh para akademisi dan peneliti Belanda yang bernaung di bawah The Netherlands Organization for Scientific Research, Science for Global Development Division (NWO/WOTRO) serta Kementerian Luar Negeri Kerajaan Belanda. Penyusunan buku ini juga berada di bawah Conflict and Cooperation over Natural Resources in Developing Countries (CoCooN Programme) yang menjalankan tujuh proyek penelitian dalam bidang konflik dan kerja sama terkait sumber daya alam. Hal ini tidak mengherankan mengingat Belanda memiliki tradisi keilmuan yang mengakar di bidang pengelolaan sumber daya alam dan Belanda juga merupakan asal muasal berbagai perusahaan multinasional terkemuka di bidang ekstraktif dan manufaktur.
Kebangkitan China dalam Kerjasama Ekonomi Internasional di Kawasan Asia Timur Dewa Ayu Putu Eva Wishanti
Jurnal Transformasi Global Vol. 1 No. 1 (2014): Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtg.v1i1.4

Abstract

East Asian economic characteristics that involve the role of the state as well as the development of the industry, has been relatively creates confidence in the market so that the flow of capital, goods, and services began to lead to the region since the late 20th century. The excess of the advance of China as the new political economic power is also growing wider market in Southeast Asia. The emergence of China as the dominant country in the world political economy are not purely derived from the ability of domestic governance, but also factor disclosure strategy in East Asian economies led by the extractive industry transformation towards manufacturing industry. This expansion translates into core industry sectors in East Asia.This article is intended as a preliminary study on the degree of China's industrial sector expansion in East Asia, as well as identifying the internal factors in the expansion of China's influence. By using the approach as well as the extended behavioralism regionalism as a tool of analysis , this article finds that China is a state actor who is more emphasis on manufacturing and trade sectors of consumer goods as a strategy into an economic hegemon in its own region , formerly controlled by JapanKeywords; China, East Asia, economic expansion, industrial economy regionalism