Nita Angeline Tedjosukmono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya Tedjosukmono, Nita Angeline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya ini adalah sebuh fasilitas komersial dimana didesain sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mempromosikan Batik Jawa Timur sebagai kekayaan budaya Indonesia sekaligus sebagai bahan dasar (kain) busana lokal dalam upaya meningkatkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Maka dari itu terdapat masalah desain mengenai bagaimana membuat bangunan yang mempunyai citra yang berkarakter Batik Jawa Timur dan bagaimana mewadahi kesatuan fungsi dari fasilitas-fasilitas yang terkait untuk memenuhi program kegiatan dalam bangunan. Grha ini dilengkapi dengan fasilitas ruang pamer (galeri), museum motif, workshop batik, tempak kursus busana, perpustakaan, fashion cafe, ruang konsultasi dan diskusi, dan ruang peragaaan busana. Untuk penataan ruang disusun berdasarkan sirkulasi pengunjung. Untuk masalah citra, bangunan terbentuk dari hasil transformasi beberapa bangunan di sekitarnya, hal ini dimaksudkan sama dengan prinsip pembuatan Batik Jawa Timur yang mengambil bentuk motif secara jujur dari kekayaan hasil bumi (berupa flora atau fauna) yang ada di daerah tempat asalnya.
Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya Tedjosukmono, Nita Angeline
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 2 (2013): Juli 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grha Busana Batik Jawa Timur di Surabaya ini adalah sebuh fasilitas komersial dimana didesain sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mempromosikan Batik Jawa Timur sebagai kekayaan budaya Indonesia sekaligus sebagai bahan dasar (kain) busana lokal dalam upaya meningkatkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Maka dari itu terdapat masalah desain mengenai bagaimana membuat bangunan yang mempunyai citra yang berkarakter Batik Jawa Timur dan bagaimana mewadahi kesatuan fungsi dari fasilitas-fasilitas yang terkait untuk memenuhi program kegiatan dalam bangunan. Grha ini dilengkapi dengan fasilitas ruang pamer (galeri), museum motif, workshop batik, tempak kursus busana, perpustakaan, fashion cafe, ruang konsultasi dan diskusi, dan ruang peragaaan busana. Untuk penataan ruang disusun berdasarkan sirkulasi pengunjung. Untuk masalah citra, bangunan terbentuk dari hasil transformasi beberapa bangunan di sekitarnya, hal ini dimaksudkan sama dengan prinsip pembuatan Batik Jawa Timur yang mengambil bentuk motif secara jujur dari kekayaan hasil bumi (berupa flora atau fauna) yang ada di daerah tempat asalnya.