Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Di Puskesmas Maesaan Tesalonika Lavenia T Laoh; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Palilingan; Beatrix J Podung; Theo Mautang; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1201

Abstract

Seiring dengan dinamika pertumbuhan penduduk, aktivitas pelayanan medis di Puskesmas mengalami lonjakan yang sangat masif. Berbagai tindakan medis mulai dari pelayanan rawat jalan, persalinan, pelayanan laboratorium, hingga program imunisasi, menghasilkan konsekuensi logis berupa peningkatan volume timbulan sampah atau limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah medis yang diterapkan di Puskesmas Maesaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu terdapat 6 informan. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, buku, pulpen, alat merekam suara dan kamera. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan telah dilaksanakan melalui tahap pemilahan, penampungan, pengangkutan, penyimpanan sementara. Tenaga kesehatan telah melakukan pemisahan limbah sesuai jenisnya menggunakan safety box dan wadah khusus limbah medis serta menggunakan APD dalam proses pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan dana, kurangnya tempat penyimpanan sementara khusus limbah medis, dan terbatasnya jumlah safety box. Kesimpulan dari penelitian adalah Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan sudah berjalan cukup baik dan melibatkan seluruh tenaga kesehatan sesuai tugas masing-masing. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan fasilitas dan dukungan sarana agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara optimal sesuai standar kesehatan lingkungan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan limbah medis, dan juga kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran dan pengawasan.
Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemuda Di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor Walanda Raintama; Christian B Pajung; Melky Pangemanan; Beatrix J Podung; Agustinus Butar-Butar; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1308

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pemuda, termasuk di Kota Tomohon yang memiliki tingkat penggunaan internet untuk media sosial mencapai 85,55%. Penggunaan media sosial yang berlebihan diduga berkaitan dengan gangguan kualitas tidur dan pola pemanfaatan pelayanan kesehatan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan media sosial dengan kualitas tidur dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemuda di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 190 pemuda berusia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan kuesioner pemanfaatan pelayanan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kecanduan media sosial tinggi (60,5%), kualitas tidur buruk (94,6%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik (72,1%). Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan namun lemah antara kecanduan media sosial dengan kualitas tidur (r = -0,210; p = 0,017), sedangkan hubungan antara kecanduan media sosial dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = -0,033; p = 0,714), begitu pula hubungan antara kualitas tidur dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = 0,119; p = 0,181). Disimpulkan bahwa kecanduan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur pemuda, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mereka. Diperlukan edukasi digital detox dan skrining kualitas tidur pada pelayanan kesehatan primer bagi kelompok usia muda.