fitri ana tsany
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRIBUSI GLIDIG DI DALAM RUMAH TANGGA PETANI DUSUN SOMPOK DESA SRIHARJO YOGYAKARTA fitri ana tsany
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2638.336 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-01

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi pada desa, petani dan pertanian sudah berlangsung sejak awal kekuatan pasar memasuki pedesaan yang kemudian berdampak pada terjadinya proses monetisasi di pedesaan. Akibat dari distribusi penguasaan lahan pertanian dan sumber produksi lainnya yang tidak merata maka kesenjangan sosial semakin meningkatkan jumlah kelompok miskin. Perubahan sosial ekonomi menggiring kondisi petani pada keadaan yang semakin miskin. Adanya pembangunan infrstruktur yang terjadi di Desa Sriharjo ini kemudian mempengaruhi kepadatan penduduk dan perekonomian petani yang ada di desa tersebut.Penulis mengambil Dusun Sompok sebagai lokasi/setting dalam penelitian lapangan terkait dengan fenomena glidig. Fenomena glidig ini muncul ketika penduduk Dusun Sompok banyak yang bekerja di luar desa untuk mengais rejeki yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja di sektor pertanian.  Hal ini terjadi ketika akses untuk keluar dibuka lebar oleh pemerintah diantaranya adalah akses transportasi dan infrastruktur yang lebih baik dibandingkan pada era orde baru. Transportasi lebih murah sehingga akses untuk keluar lebih mudah. Peneliti mengangkat tema tentang glidig dikarenakan pada orde baru Dusun Sompok menjadi wakil dari bagian desa yang kurang maju dikarenakan masalah kemiskinan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika glidig dan untuk memahami kemiskinan yang ada di Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dengan cara sensus, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah banyak cara yang ditempuh oleh penduduk Dusun Sompok untuk menjadi lebih maju yakni dengan meninggalkan sektor pertanian dan mulai memasuki sektor non pertanian. penduduk Dusun Sompok telah mengembangkan strategi bermacam jenis pekerjaan diantaranya adalah sebagai pekerja Huller dimana pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang paling dominan dilakukan oleh penduduk Dusun Sompok. Kata Kunci : Kemiskinan, Perubahan Sosial, Alih Pekerjaan (glidig)
URBAN DESA PROSES TRANSISI DESA MENJADI KOTA (Studi Kasus Di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta) fitri ana tsany
Jurnal Sosiologi Agama Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.609 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2017.112-03

Abstract

Penelitian ini  dilakukan di wilayah Yogyakarta khususnya di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Penulis mengambil lokasi tersebut dikarenakan daerah ini merupakan desa transisi dimana dahulunya merupakan daerah pertanian lahan produktif kini beralih fungsi menjadi perumahan-perumahan elite yang dihuni oleh orang kota dan merupakan bangunan yang berdiri diatas lahan pertanian. fokus yang penulis teliti adalah tentang (1) bagimana tren alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian ini dalam kurun waktu 1990-2015 di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta? (2) Bagaimana perubahan yang terjadi dengan para petani yang dahulunya bekerja di sektor pertanian? apakah para petani tersebut juga ikut beralih pekerjaan menjadi buruh di kota atau justru bertahan menjadi seorang petani untuk tetap mengeksiskan pertanian di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta tersebut?Metodologi yang penulis gunakan adalah kualitatif dengan studi lapangan (field research). Penelitian dilakukan di Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah munculnya pengetahuan tentang tren alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian, adanya perubahan sosial ekonomi yang terjadi di kalangan petani dan diharapkan munculnya lapangan pekerjaan baru serta adanya pemanfaatan lahan pertanian yang bermanfaat untuk semua kalangan khususnya yang berada di Desa panggungharjo Sewon bantul Yogyakarta.Kata Kunci : Alih fungsi lahan, Petani dan Urban Desa