Moh Soehadha
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Islam dan Sains Teknologi dalam Pengabdian Masyarakat; Transformasi Islam dalam Wilayah Praksis Keseharian Masyarakat Moh Soehadha
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v19i2.2229

Abstract

Aktivitas sivitas Perguruan Tinggi Agama Islam dalam dharma Pengabdian kepada Masyarakat adalah wujud dari peran perguruan tinggi untuk memanfaatkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk mewujudkan kesejahteraan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sebagai universitas yang mengusung visi keislaman, maka aktivitas pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi dari ajaran Al Qur’an sebagaimana terdapat dalam surat Al-Ma’un, yaitu sebagai ajaran tentang Amal. Implementasi Al Ma’un adalah wujud dari Islam transformatif, bersifat transendensi, humanisasi, emansipasi, dan liberasi (QS Ali Imran (3): 104; 110). Dengan demikian pengabdian kepada masyarakat hakikatnya adalah aktivitas untuk memberdayakan, membebaskan, dan memajukan umat yang lemah dan terlemahkan, yaitu fakir miskin, yatim, dan komunitas marjinal. Dengan mengikuti cara pandang di atas, maka kegiatan pengabdian dengan menerapkan sains teknologi adalah wujud dari integrasi Islam dengan sains teknologi. Aktivitas pengabdian melalui penerapan sains dan teknologi menemukan fungsinya bagi masyarakat melalui tiga strategi pengabdian, yaitu: community development(CD), empowerment, dan community engagement (CE). Pengabdian dengan mengimplementasikan integrasi Islam dengan sains teknologi adalah upaya untuk membangun surga di dunia dan di akherat .
BEYOND PILGRIMAGE: Exploring the Dynamic Spirituality of the Hajj for Shaping Social Engagement in Rural Indonesia Moh Soehadha; Ustadi Hamsah; Khairullah Zikri
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 50, No 1 (2026)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v50i1.1545

Abstract

This article examines the concept of dynamic spirituality embedded in the hajj by exploring how pilgrimage practices extend beyond individual piety to shape forms of social engagement in rural Muslim communities in Indonesia. Drawing on qualitative fieldwork conducted in Lombok and Madura, this study employs participant observation and in-depth interviews, analyzed through anthropological and phenomenological approaches to the study of religion. The findings demonstrate that the hajj functions not merely as a transcendent act of worship but as a socially embedded ritual that generates communal meanings and relationships. First, the meaning of the hajj shifts from a purely sacred obligation toward a socio-cultural phenomenon that reorganizes social status and moral authority within local communities. Second, the ritual process undergoes festivalization, wherein local cultural expressions reinterpret and publicly celebrate the hajj, reinforcing collective identity. Third, the hajj serves as a form of social adhesive, fostering inter-group solidarity and mediating social relations across kinship, class, and communal boundaries. This study argues that the dynamic spirituality of the hajj reveals its dual role as both a devotional practice and a catalyst for social cohesion, contributing to broader discussions on lived Islam, ritual transformation, and religion’s role in sustaining social integration in contemporary rural societies.