Hampir semua konstruksi bangunan bertingkat memerlukan pondasi tiang pancang untuk mendukung beban di atasnya. Alat pancang yang dapat digunakan adalah drop hammer, single-acting hammer, double-acting hammer, differential-acting, diesel hammer, vibratory hammer, dan hydraulic jacking-in pile.Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan alat pancang. Metoda AHP (Analytic Hierarchy Process) yang diaplikasikan dengan software Expert Choice (EC) dapat membantu memilih alat pancang yang cocok. Proyek pemancangan di Pabrik Gula Trangkil menggunakan alat hydraulic jack-in pile. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa alternatif pemilihan alat pancang menggunakan software Expert Choice (EC). Metodologi penelitian ini dibagi dalam 3 tahap yaitu tahap pertama adalah studi pustaka dan survai awal, tahap kedua adalah pengumpulan data, dan tahap ketiga adalah analisis dan kesimpulan. Pemancangan sampai kedalaman 12 m pada jenis tanah lanau menggunakan tiang pancang beton ukuran 25 x 25 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat pancang yang cocok adalah hydraulic jacking-in pile dengan tingkat kecocokan 44,5%. Sedangkan tingkat kecocokan alat yang lain adalah 28,7% untuk diesel hammer dan 26,9% untuk vibratory hammer.Kata kunci: AHP, alat pancang, EC.