Taslim Arifin
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Litbang KP-KKP

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN KARANG DI PULAU TUNDA -– BANTEN Dedi -; Neviaty P. Zamani; Taslim Arifin
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.486 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i2.6112

Abstract

Kondisi lingkungan dan aktivitas manusia menyebabkan terganggunya ekosistem pesisir khususnya terumbu karang. Gangguan kesehatan dan penyakit pada karang dapat terjadi karena perubahan kondisi lingkungan. Pulau Tunda merupakan pulau terluar yang berbatasandengan Teluk Jakarta dan Teluk Banten diasumsikan mendapatkan tekanan lingkungan dari pembangunan daerah tersebut. Penelitian ini mengkaji apakah parameter lingkungan memiliki hubungan dengan sebaran gangguan kesehatan karang.Survei lapangandilakukan pada Januari 2014. Pengambilan data dilakukan dengan metode transek sabuk dengan lebar 1 x 1m pada kedalaman berkisar 3 – 5m. Hubungan parameter lingkungan dan kelimpahan penyakit karang dianalisis dengan Principal Components Analysisdan sebaran penyakit karang dianalisis dengan Correspondent Analysis.Dari hasil pengamatan, jenis gangguan yang terdapat pada lokasi pengamatan Pulau Tunda - Banten yaitu pemutihan karang (Full, Patches, dan Stripes) sedangkan gangguan kesehatan lainnya meliputi Cots, fishbite, PR, IG, SP dan SD. Pemutihan karang bentuk Patches merupakan bentuk pemutihan karang yang banyak ditemukan dari seluruh lokasi pengamatan dengan total koloni yang terserang sebanyak 91 koloni. Gangguan kesehatan SP (Spons Over) merupakan gangguan kesehatan yang sedikit (7 koloni) ditemukan pada lokasi pengamatan.Sebaran pemutihan karang memiliki hubungan terhadap salinitas, suhu dan fosfat sedangkan gangguan kesehatan karang SD dan SP memiliki hubungan terhadap konsentrasi nitrat dan silikat.
KONDISI KESEHATAN KARANG DI PULAU – PULAU KECIL TELUK JAKARTA Dedi -; Taslim Arifin
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.746 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i3.6117

Abstract

Tingkat pencemaran perairan Teluk Jakarta yang terjadi diakibatkan aktivtas dari daratan memberikan dampak pada perairan di sekitarnya.Terumbu karang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi kesehatan karang melalui persen tutupan karang hidup, sebaran dan kelimpahan penyakit dan hubungan antara persen tutupan karang dengan kelimpahan penyakit karang.Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode transek sabuk 1 x 1 m dengan transek garis dengan panjang transek 50 m pada kedalaman 3 m, dilakukan pada 5 lokasi, 3 stasiun di Gugusan Pulau Pari dan 2 stasiun pada pulau yang berdekatan dengan Teluk Jakarta. Untuk mengetahui kondisi terumbu karang dilakukan analisis dengan menghitung persen tutupan karang hidup, prevalensi penyakit karang, kelimpahan koloni yang terserang penyakit karang. Hubungan antara tutupan karang hidup, prevalensi penyakit karang, dan kelimpahan penyakit karang dianalisis dengan metode regresi linier. Secara umum kondisi terumbu karang pada lokasi yang berdekatan dengan teluk Jakarta dikategorikan sangat buruk (0,56% - 5,05%) sedangkan pada gugusan Pulau Pari dikategorikan sedang (17,88% - 41,27%). Kelimpahan penyakit karang yang ditemukan 17 koloni White Syndrom, 65 koloni putih, 2 koloni Brown Band Disease, 1 koloni Skeletal Eroding Band sedangkan kategori gangguan kesehatan karang seperti Fish bite (4 koloni), Drupellla (2 koloni), Crown-Of-Thorns Starfish (COTS) (1 koloni), Pigmentation Respon (31 koloni), Invertebrate Galls (13 koloni), Spons Over (30 koloni), dan Sedimentation Demage (64 koloni). Prevalensi penyakit yang ditemukan seperti Skeletal Eroding Band 0,46%, Brown Band Disease 0,93%, White Syndrom 6,48%. Prevalensi gangguan kesehatan karang seperti kerusakan akibat sedimentasi (37,96%) dan Respon Pigmentasi (20,83%). Korelasi antaran tutupan karang hidup, prevalensi dan kelimpahan penyakit karang memiliki korelasi yang erat dengan nilai masing-masing 0,7794 (korelasi persen tutupan dan prevalensi), 0,9139 (kelimpahan dan tutupan karang) dan 0,8658 (prevalensi dan kelimpahan penyakit). Semakin tinggi persen karang hidup maka semakin tinggi penyakit dan gangguan kesehatan karang yang ditemukan.