Secara umum tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk memperoleh deskriptif analisis studi dari C. G Jung (1875-1961) terhadap Adam. C. G Jung menjadi subjek yang tepat untuk dikaji dalam studi ini sebagaimana ia dengan luar biasa mengemukakan objek studi di dalam penulisannya. Studi literature ini secara khusus berdasarkan karya C. G Jung Mysterium Coniunctionis: An Inquiry into the Separation and Synthesis of Psychic Opposites in Alchemy dalam Bab Adam and Eve, dengan penambahan autobiografi dari Jung Memories, Dreams, Reflections. Pandangan C.G. Jung‟s terhadap Adam tiga dasar realitas yaitu: Tuhan, alam semesta, dan manusia. Studi ini juga akan menjawab tujuan dari penciptaan Adan dan apakah Adam adalah simbol dari kesempurnaan manusia. Jung berpendapat bahwa setiap orang menghayati kesan gambaran akan Tuhan- cetakan dari diri - berada dalam diri kita. Setiap individu mengandung kesan dari arketip atas diri. Menurut Jung, tujuan dari usaha manusia adalah pencarian keutuhan melalui pengetahuan batin. Hal ini merupakan perwujudan perjalanan menuju pusat dari jiwa, perjalanan menuju diri. Visi Jung mengenai penciptaan Adam adalah munculnya diri atau yang disebut Jung sebgai proses individuasi atau realisasi diri, pencarian dan pengalaman dari makna dan tujuan hidup, cara-cara dimana seseorang menemukan dirinya dan menjadi siapa dirinya sesungguhnya. Bagi Jung pemunculan Adam dalam kesadaran merupakan sebuah realisasi dari seseorang atau Anthropos, transendensi totalitas jenis kelamin dan selama orang tersebut adalah Ilahi, ia adalah teofani, seseorang yang sempurna dan tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Dengan alas an ini, pandangan Jung mengenai Adam dapat diartikan sebagai “pemaknaan manusia Adam” (“anthropocentrical Adam”). Kata kunci: C. G Jung, Pemunculuan Adam, Diri, Arketip