Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI

Optimasi Penyusunan Anggaran Penjualan Menggunakan Lagrange Multiplier Widya Nurcahayanty Tanjung; Tiara Juanita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.179

Abstract

Abstrak - Optimasi keuntungan dapat dicapai melalui berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan merencanakan dan mengendalikan anggaran penjualan. Perencanaan dan pengendalian penjualan yang dirancang dengan baik dan tepat diharapkan mampu membantu dalam mencapai target penjualan agar memperoleh laba yang optimal. Pada umumnya, anggaran penjualan disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. Tujuan utama pembuatan anggaran ini adalah untuk mengurangi ketidakpastian dimasa depan, memasukkan pertimbangan atau keputusan manajemen dalam proses perencanaan, memberikan informasi dalam profit planning control, serta mempermudah pengendalian penjualan. Metode Lagrange adalah metode yang digunakan untuk menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi yang diiringi dengan persyaratan atau kendala yang harus dipenuhi. Metode ini berguna untuk memperoleh nilai-nilai maksimum relatif atau minimum relatif dari fungsi f(x,y) yang dipengaruhi oleh fungsi persyaratan g(x,y)=0. Langkah pertama yang dilakukan dalam optimasi anggaran ini yaitu melakukan peramalan agregat permintaan dilanjutkan dengan disagregasi permintaan ke setiap region berdasarkan kontribusi penjualan, kemudian menyusun anggaran penjualan dengan metode Lagrange Mulitplier hingga diperoleh keuntungan yang optimal. Berdasarkan hasil agregasi penjualan, jumlah produk yang harus dijual yaitu sebesar 33,331 kardus. Jumlah alokasi untuk setiap region berdasarkan hasil disagregasi penjualannya yaitu sebesar 4,267 kardus untuk Jabotabek, 611 kardus untuk West Java, 900 kardus untuk West Outer Islands, 318 kardus untuk Central Java, 400 kardus untuk East OI 2, 645 kardus untuk EOI (Dummy), 25 kardus untuk EAST OI 1, dan 26,167 kardus untuk Non XYZ Brand. Dengan demikian, jumlah anggaran penjualan tahun 2014 yaitu sebesar Rp6.594.350.758,- dengan jumlah keuntungan optimal yang dapat diperoleh perusahaan sebesar Rp 4.035.316.605,- atau sama dengan 61% dari jumlah anggaran penjualan. Kata Kunci – Optimasi, Anggaran penjualan, Lagrange Multiplier, Peramalan   Abstract – Many ways can be cultivated to reach profit optimization, such as planning and controlling in sales budgeting can be used as a method. Good in sales planning and controlling might be help to achieve sales target as an effort to get optimize profit. In general, sales’ planning is arranged as a first step before creating another budgeting plan. The main objectives in this work are minimizing uncentanty in the future, considering management judgment in planning process, giving information in profit planning control, and simplying sales control. Lagrange method can be used to determine optimum and minimum points from a function which followed by bounderies that must be filled. This method is useful to calculate relatives maximum or relatives minimum numbers from a function f(x,y) that influenced by requirement function g(x,y)=0. To finish optimizing budgeting plan, firstly, calculating the demand aggregate planning therefore continued by demand disagregations to all region based on their sales contributions. Moreover, followed by compiling sales budgeting using Lagrange Mutliplier method’s to obtain optimum profit. Based on sales aggregation result, number of product should be sales are 33.331 cartons. Number of allocation for each regions followed by sales agregations results are 4.267 cartons for Jabotabek, 611 cartons for West Java, 900 cartons for West Outer Islands, 318 cartons for Central Java, 400 cartons for East OI 2, 645 cartons for EOI (Dummy), 25 cartons for EAST OI 1, and 26,167 cartons for Non XYZ Brand. Therefore, total sales budgeting in year 2014 is Rp 6.594.350.758,- and number of optimum profit that company earn is Rp 4.035.316.605,-  or equal by 61% from total sales budgeting. Keyword – Optimization, sales budgeting, Lagrange Multiplier, Forecasting
Model Rantai Pasok untuk Universitas Al Azhar Indonesia Bagian I - Bidang Pendidikan Syarif Hidayat; Widya Nurcahayanty Tanjung; Cinthia Amalia Marthayodha; Dian Rachmawaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i4.155

Abstract

Abstrak – Pengembangan model pendidikan pada manajemen rantai pasok Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang mengacu pada model ITESCM diharapkan mampumemberikan masukan dan dapat dijadikan acuan oleh UAI agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan model dari pelaksanaan pendidikan dan penilaian pendidikan di UAI. Model manajemen rantai pasok pada bidang pendidikan ini dibatasi hanya pada proses pendidikan di UAI yang meliputi pelaksanaan dan penilaian pendidikan. Terdapat delapan hipotesis yang diujikan, yaitu pengaruh masing-masing faktor, program establishment, university culture, faculty capabilities, dan facilities terhadap pelaksanaan dan penilaian pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dengan jumlah sampel sebesar 100 responden yang terdiri dari 4 orang strategic level, 19 orang planning level, dan 77 orang operating level yang penentuannya berdasarkan proportional sampling. Setelah dilakukan diuji validasi dan reliabilitas, hasil menunjukkan bahwa variabel penilaian dan pelaksanaan pendidikan valid dan reliabel. Path diagram untuk merumuskan model digambar dengan menggunakan software AMOS 18 dengan input berupa hasil kuesioner dan kalkulasi goodness of fit. Setelah model diperoleh, dilakukan analisis dengan menggunakan multiple regression linier untuk mencari hubungan antar faktor. Berdasarkan hasil analisis, model pelaksanaan pendidikan menunjukkan pengaruh yang dominan pada level strategis untuk faktor university culture. Sedangkan model penilaian pendidikan, level perencanaan untuk faktor program establishment memiliki pengaruh yang dominan. Kedua model kemudian diuji kecocokannya dengan sistem nyata dan diperoleh hasil “minimum was achieved”dan p ratio sebesar 0,803 yang berarti kedua model ini layak. Abstract – College education should always pay attention to the quality of its graduates. This research would like to develop a model of supply chain management education at the Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), which refers to the model ITESCM. This study aims to provide input UAI in order to produce quality graduates based on a model of education development and education assessment in UAI. Eight hypotheses were tested, namely the influence of each factor, programs establishment, university culture, faculty capabilities, and facilities on the development and evaluation of education. Data were collected through questionnaires, in which a sample of 100 respondents consisting of 4 strategic levels, 19 planning levels, and 77 operating levels were determinationed based on proportional sampling. Models created with AMOS 18 software with the path diagram depicting the zoom, then provided input in the form of a questionnaire and the results of the calculation of goodness of fit of AMOS. The results of the development model of education showed a dominant influence on the strategic level for university culture factor, whereas the assessment model of education, the level of planning for the establishment program factors have a dominant influence. Both models are tested for their suitability to the real system and the results obtained show that after calculation "minimum was achieved" and amounting p ratio to 0,803 which means both models are viable. Keywords – supply chain, ITESCM, AMOS
Analisis Model Rantai Pasok Universitas Al Azhar Indonesia Bagian II - Bidang Penelitian Syarif Hidayat; Widya Nurcahayanty Tanjung; Cinthia Amalia Marthayodha; Dian Rachmawaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.180

Abstract

Abstrak-Penelitian merupakan suatu hal yang penting dalam bidang pendidikan yang menuntut pelaku peneliti merumuskan suatu masalah yang ada kemudian memberikan suatu solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Namun, di Indonesia penelitian belum dianggap suatu hal yang harus dikedepankan, Terbukti bahwa hanya ada 4,7 peneliti dari 10.000 orang di Indonesia. Salah satu tingkat pendidikan yang mendukung penuh penelitian adalah jenjang universitas. Untuk mencapai penelitian yang baik, universitas dituntut untuk melakukan segala cara agar hasil dari penelitian bermanfaat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen penelitian yang mengatur proses penelitian tersebut. Maka dari itu dibuatlah suatu model manajemen rantai pasok penelitian di Universitas Al Azhar yang mengacu pada model ITESCM (Integrated Tertiary Educational Supply Chain Management). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan UAI agar dapat menghasilkan penelitian yang baik berdasarkan model dari pelaksanaan penelitian dan penilaian penelitian di UAI. Model manajemen rantai pasok UAI pada bidang penelitian ini memiliki batasan masalah, yaitu model yang dibuat hanya pada proses penelitian di UAI yang meliputi pelaksanaan dan penilaian penelitian. Terdapat 8 hipotesis yang diuji, yaitu pengaruh masing-masing faktor, program establishment, university culture, faculty capabilities, dan facilities terhadap pelaksanaan dan penilaian penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dimana jumlah sampel sejumlah 100 responden yang terdiri dari 4 orang strategic level, 19 orang planning level, dan 77 orang operating level yang penentuannya berdasarkan proportional sampling. Hasil kuesioner telah diuji validasi dan reliabilitas dan hasilnya menunjukkan valid dan reliabel untuk masing-masing variabel yang ada. Model dibuat dengan software AMOS 18 dengan menggambarkan path diagram kemudian memberi input berupa hasil kuesioner dan kemudian dianalisis hasil dari pengujian goodness of fit AMOS. Setelah hasil model berupa gambar, model diterjemahkan menggunakan multiple regression linier dan dicari hubungannya. Hasil model pelaksanaan dan penilaian penelitian menunjukkan pengaruh yang dominan pada level perencanaan untuk faktor facilities. Dilihat dari nilai CR > 1,674 dengan ketentuan taraf signifikansi 5%, dinyatakan 8 hipotesis nol yang diuji ditolak, berarti ada pengaruh antar variabel yang diuji. Setelah proses kalkulasi yang dilakukan oleh software AMOS diperoleh “minimum was achieved”dan Pratio sebesar 0,803 yang berarti kedua model ini layak.    Kata Kunci: Model ITESCM, Pendidikan Manajemen Rantai Pasok, Pendidikan dan Manajemen Model Penelitian Abstract-At present, almost all the people vying to be able to feel a college education, with the intention of better prepared to face the world of work. College education should always pay attention to the quality of its graduates and research outcomes. Researchers would like to develop a model of supply chain management education at the University of Al Azhar Indonesia (UAI), which refers to the model ITESCM. This model include two basic field, i.e education and research. In education, there are two model is made, such as education development and assessment. Beside that, research is divided by two aspect, such as research development and assessment. This study aims to provide input UAI in order to produce quality graduates based on a model of education development and education assessment in UAI and then in order to produce good research based on the model of research development and research assessment in UAI.There are 8 hypotheses were tested, namely the influence of each factor, programs establishment, university culture, faculty capabilities, and facilities on the development and evaluation of education. Data was collected through questionnaires, in which a sample of 100 respondents consisting of 4 strategic level, 19 planning level, and 77 operating level determination based on proportional sampling. The results of the questionnaire has been validated and reliability tested and the results show a valid and reliable for the assessment and development of the educational and research variable. Models created with AMOS 18 software with the path diagram depicting the zoom, then give input in the form of a questionnaire and the results of the calculation of goodness of fit of AMOS. After the results of the model in the form of images, translated models using multiple linear regression and sought to do. The results of the development model of education showed a dominant influence on the strategic level for university culture factor, whereas the assessment model of education, the level of planning for the establishment program factors have a dominant influence. Judging from the value of CR > 1.671 and P < 0.05, with a significance level of 5 % provision, otherwise 8 tested the null hypothesis is rejected, it means that there is influence between the variables tested. Forth models are tested for their suitability to the real system and the results obtained show that after calculation " minimum was Achieved " and amounting pratio to 0,803 which means both models are viable.Beside that, in educational supply chain is needed input and output. Therefore, there are supplied input and output in ITESCM model. Both results obtained show that after calculation " minimum was Achieved " and amounting pratio to 0,500 which means both models are closely viableKeywords: ITESCM Model, Educational Supply Chain Management, Education and Research Model Management
Simulasi Sistem Untuk Meningkatkan Kinerja Rantai Pasok Widya Nurcahayanty Tanjung; Syarif Hidayat; Sarah Azmiyati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i4.231

Abstract

Abstrak - Berdasarkan hasil pengukuran kinerja rantai pasok yang telah dilakukan oleh Azmiyati [1] di PT. Louserindo Megah Permai (LMP) pada tahun 2015, nilai kinerja yang dicapai sebesar 73.82%. nilai tersebut masuk kedalam kategori Good menurut Hvolby [4]. Dari 29 metrics yang dinilai, terdapat 3 metrik yang nilai kinerjanya masih buruk, yaitu Days Payable Outstanding (25%), Deliver Cycle Time (30%), dan Install Product Cycle Time  (30%). Sebagai upaya agar perbaikan kinerja dapat dilakukan dengan baik, diperlukan suatu simulasi dinamis untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketiga metrik tersebut. Entitas-entitas yang terlibat dalam simulasi dinamis yaitu, produksi, marketing, gudang, dan pengadaan. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa, install product cycle time akan meningkat kinerjanya jika deliver cycle time meningkat. Hal ini disebabkan bahwa install product cycle time tidak akan mengalami keterlambatan jika kegiatan delivery dilakukan tepat pada waktunya. Sedangkan days payable outstanding akan meningkat kinerja jika install product dilakukan tepat waktu. Hal ini dikarenakan bahwa kegiatan penagihan atau pembayaran baru dapat dilakukan jika dan hanya jika produk telah terpasang dengan sempurna. Dengan demikian untuk meningkatkan kinerja metrik-metrik tersebut entitas dari produksi, gudang, dan pengadaan harus melakukan koordinasi yang lebih baik agar keterlambatan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir atau dihilangkan sama sekali. Kata kunci - Pengukuran kinerja, Supply Chain Management, SCOR, Simulasi Dinamis. Abstract - Based on the results of chain performance measurement that has been done by Azmiyati [1] in PT. Louserindo Megah Permai (LMP) in 2015, the performance value achieved was 73.82%. the value is included in the Good category according to Hvolby [4]. Of the 29 metrics assessed, there are 3 metrics whose performance values are still poor, ie Days Payable Outstanding (25%), Deliver Cycle Time (30%), and Install Product Cycle Time (30%). In order to improve performance well done, a dynamic simulation is required to see the factors that affect the three metrics. The entities involved in the dynamic simulation are, production, marketing, warehouse, and procurement. Based on the simulation results, the product cycle time will increase performance if the deliver cycle time increases. This is because the install product cycle time will not be delayed if delivery is done on time. While the days payable outstanding will increase performance if the install product is done on time. This is because the new billing or payment activity can be done if and only if the product has been installed perfectly. Thus to improve the performance of these metrics the entities of production, warehouse, and procurement must perform better coordination so that any possible delays can be minimized or eliminated altogether.  Keywords - Performance Measurement, Supply Chain Management, SCOR, Dinamyc Simulations.