Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identification of Reclamation Area in Ancol of North Jakarta Using Resistivity Method Dino Gunawan Pryambodo; Joko Prihantono; Syaiful Imam; Abdurrahman Wafi; Panganggit Sasmito
Jurnal Segara Vol 17, No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1767.705 KB) | DOI: 10.15578/segara.v17i1.9583

Abstract

The coastal reclamation area is an expansion of coastal areas through technical engineering to develop new land areas. Identification of the reclamation area can be performed by detecting subsurface imaging using the resistivity method. This study used a multi-electrode (multichannel) resistivity imaging method. The resistivity imaging results show a good response of subsurface resistivity and successfully identified reclamation area with low resistivity <27.8 Ωm in almost the study area. Its depth varies from 4 meters to 30 meters. The reclamation results are composed of loose rock that has not been fully compacted, so it has not been well consolidated. As a result, it will experience land subsidence if overload.
KORELASI PARAMETER TAHANAN KONUS DAN NILAI NSPT TERHADAP RESISTIVITAS TANAH BERDASARKAN PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN METODE GEOLISTRIK 3D DAN 2D Daru Jaka Sasangka; Pranu Arisanto; Abdurrahman Wafi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9370

Abstract

Pemodelan kondisi bawah permukaan tanah sangat membantu dalam pekerjaan infrastruktur. Informasi di bawah permukaan bisa didapatkan dengan pengujian geolistrik dan penyelidikan geoteknik di lokasi proyek. Tujuan dari pemodelan ini untuk mendapatkan korelasi resistivitas tanah dengan parameter geoteknik (tahanan konus dan NSPT) di Kampus I Politeknik Pekerjaan Umum, Tembalang, Semarang berdasarkan informasi kondisi bawah permukaan dari data geolistrik dan pengujian geoteknik. Pengukuran geolistrik menggunakan prinsip sifat kelistrikan material, menggunakan peralatan MAE X612-EM+ sebanyak 48 elektroda dengan konfigurasi 3D berbentuk kotak 50 m x 50 m. Lintasan geolistrik 2D dilakukan membujur di tengah lokasi survei geolistrik 3D. Pengujian bor geoteknik dan sondir dilakukan di lintasan geolistrik 2D.  Nilai resistivitas dari pengukuran geolistrik didapatkan nilai restivitas 1 – 50 Ωm dengan kedalaman sampai 7 meter. Hasil analisa geolistrik  kondisi bawah permukaan tanah di lokasi didominasi nilai resistivitas 1 - 25 Ωm yang merupakan tanah lempung. Pengujian data Standart Penetration Test (SPT) dilakukan di bagian utara lokasi penelitian dengan kedalaman 5 meter dengan nilai yang didapatkan NSPT 7 hingga NSPT 35. Analisis korelasi menyimpulkan bahwa resistivitas 1 - 25 Ωm berkorelasi dengan nilai 7 - 35 NSPT berasosiasi dengan tanah lempung dengan konsistensi sangat lunak hingga agak lunak. Sedangkan resistivitas 25 - 50 Ωm berkorelasi dengan nilai tahanan konus >250 kg/cm2 atau setara dengan >60 NSPT. Berdasarkan analisis bawah permukaan data resistivitas juga dapat menyempurnakan model geometri bawah permukaan yang sangat dibutuhkan dalam analisis geoteknik seperti stabilitas lereng dan perancangan fondasi di lokasi tersebut.