Gerhard Eliasman Sipayung
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan (STTBM)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROFESIONALISME WANITA DALAM DUNIA KERJA: PEDOMAN-PEDOMAN INSPIRATIF ISTRI DALAM MENYIKAPI KONTROVERSI WANITA KARIR MENURUT PERSPEKTIF AMSAL 31:10-31 Gerhard Eliasman Sipayung; Gundari Ginting; Mariati Barus; Aslinawati Gurusinga
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.152

Abstract

Wanita karir berbicara tentang peluang wanita untuk sama-sama berpartisipasi seperti suami berkontribusi dalam masalah finansial dalam keluarga. Menyikapi konsep wanita karir, banyak perspektif yang berbeda-beda menyikapi isu ini. Beberapa perspektif positif salah satunya adalah persamaan gender dengan pria yaitu bahwa wanita karir dapat berperan aktif sebagai penunjang ekonomi keluarga dalam hal keuangan di era multi kebutuhan. Mengenai peran wanita dalam keluarga, Alkitab juga berbicara khususnya memaknai dan memahami konsep istri yang bekerja sebagai wanita karir. Dalam penelitian ini, Peneliti melakukan penelitian secara khusus tentang istri sebagai wanita karir dalam kitab Amsal 31:10-31. Metode yang digunakan Peneliti adalah metode kualitatif dengan tinjauan pustaka sebagai data primer dengan pendekatan analisa statistik deskriptif sebagai data sekunder. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa profesionalisme wanita dalam dunia kerja yang berprofesi sebagai wanita karir harus memperhatikan pedoman-pedoman secara khsusus dalam nats ini. Pertama, Integritas sebagai seorang istri. Kedua, manajamen kerja yang baik. Ketiga, memiliki perencanaan investasi yang baik. Keempat, memiliki jiwa sosial yang tinggi. Kelima, komunikasi yang bijaksana. Keenam, monitoring. Ketujuh, memiliki kehidupan spritual
PERSPEKTIF NAZAR DALAM PARENTING ANAK: 5 PRINSIP HANA MEMBESARKAN SAMUEL SEBAGAI MILIK TUHAN (1SAM. 1:11-28;2:18-21) Gerhard Eliasman Sipayung; Petrus Silaban; Mariati Barus; Resie Sinaga; Hendry Tarigan
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.91

Abstract

AbstrakDalam proses membesarkan seorang anak sejak dari dalam kandungan sampai dewasa seorang ibu perlu memiliki dan menerapkan konsep  pola asuh yang benar agar  kebutuhan anak dapat terpenuhi baik secara jasmani dan spiritual sehingga anak bertumbuh menjadi orang yang berintegritas. Dalam  penelitian ini Peneliti  membahas konsep  parenting/pola asuh  yang dilakukan Hana dalam membesarkan Samuel sebagai nazar kepada Tuhan. Adapun hasil dari penelitian tentang konsep parenting yang  diterapkan oleh Hana dalam membesarkan Samuel adalah;pertama, anak adalah milik TUHAN sejak dalam kandungan; kedua, mempersiapkan anak sebagai pelayan TUHAN seumur hidup; ketiga,mempersiapkan kebutuhan mendasar;keempat, pendampingan bersama pasangan;kelima komitmen mentoring. Dalam  penelitian ini, Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis  Kata Kunci : Pola Asuh, Nazar, Hana, Samuel 
KUALIFIKASI SEORANG PENGINJIL MENURUT RASUL PAULUS DAN IMPELEMENTASINYA BAGI PENGINJIL MASA KINI BERDASARKAN KITAB FILIPI 3:7-14 Gerhard Eliasman Sipayung
Sesawi Vol 3, No 1 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i1.70

Abstract

AbstractThis study was conducted to obtain an overview of the criteria of an evangelist according to the perspective of Philippians 3:7-14 to add references to the views of the Bible about an evangelist in carrying out his duties and responsibilities in preaching the Gospel to fulfill the great commission and support one of the Church's triduties. This needs to be done to equip evangelists, mission agencies and even theological schools to equip people who will go specifically to the field of evangelism and in general Christians who also have the same responsibility in preaching the gospel. Facts in the field cannot be denied, many things happen in the field in terms of obstacles or problems, even concepts that are not the same in preaching the gospel. The understanding of evangelists and ways of looking at this evangelistic task can have different perspectives, therefore it is necessary to learn from Paul's point of view as an evangelist and apostle who has dedication and determination in the task of preaching the gospel. This study uses a qualitative approach with the method of literature/literature and facts in the field. The results of this study indicate that; first, evangelists must have a visionary perspective, second serve with the concept of grace, third have high accuracy in understanding the concept of Christology, fourth researchers are consistent with the orientation of the heavenly calling. Keywords   : Grace, the power of resurrection, the power of death, captured by Christ, I consider loss, consider trash, heavenly calling AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kriteria seorang Penginjil menurut perspektif  kitab Filipi 3:7-14 dan tak kalah penting menambah referensi pandangan-pandangan Alkitab tentang seorang penginjil dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam pemberitaan Injil untuk menggenapi amanat agung dan mendukung salah satu tritugas Gereja. Hal ini perlu dilakukan untuk memperlengkapi para penginjil, badan misi bahkan sekolah teologi memperlengkapi orang-orang yang akan terjun secara khusus ke ladang penginjilan dan secara umum orang kristen yang juga memiliki tanggungjawab yang sama dalam memberitakan Injil. Fakta dilapangan tidak dapat dipungkiri, banyak hal yang terjadi dilapangan dalam hal kendala atau masalah, bahkan konsep yang tidak sama dalam memberitakan Injil. Pemahaman para penginjil dan cara memandang tugas penginjilan ini dapat memiliki perspektif yang berbeda-beda, oleh karena itu perlu belajar dari sudut pandang Paulus sebagai seorang Penginjil dan rasul yang memiliki dedikasi dan keteguhan hati dalam tugas pemberitaan Injil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur/pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, Penginjil harus memiliki perspektif visioner, kedua Penginjil melayani dengan konsep anugerah, ketiga Penginjil memiliki akurasi yang tinggi memahami konsep Kristologi, keempat Penginjil konsisten kepada orientasi panggilan sorgawi. Kata kunci: Anugerah, kuasa kebangkitan, kuasa kematian, di tangkap oleh Kristus, kuanggap rugi, menganggap sampah, panggilan sorgawi