Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI BANK INDONESIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT DALAM PENGEMBANGAN KAIN TENUN SAMBAS DI DESA SUMBER HARAPAN ahmad yasir
Sebi : Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sebi.v2i2.439

Abstract

Artikel ini menjelaskan kontribusi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dalam mengembangkan produksi serta pemasaran Kain Tenun Sambas. Dimaksudkan membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kreatif bantuan bagi penenun kain berupa alat tenun bukan mesin, pelatihan juga dalam hal promosi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dan jenis penelitian bersifat Field Research (Penelitian Lapangan). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis menggunakan metode triangulasi yang memanfaatkan sesuatu yang lain sebagai pembanding. Hasil penelitian menyatakan bahwa kontribusi Bank Indonesia dalam mengembangkan kain tenun memberikan dampak positif baik dari segi harga, memperluas wilayah penjualan, jumlah yang dihasilkan dan kualitas kain tenun, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dari penjualan kain tenun.
Peran Bank Syariah Mandiri Cabang Sambas dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat melalui Penyaluran Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sambas ahmad yasir
Sebi : Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sebi.v2i1.509

Abstract

Penelitian ini mengangkat “Peran Bank Syariah Mandiri Cabang Sambas Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Penyaluran Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.” Penelitian mengunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis pencacahan terbuka. Hasil dari penelitian menyatakan ada peran Bank Syariah Mandiri dalam meningkatan ekonomian masyarakat melalui pengembangan jiwa wirausaha, meningkatkan SDM, mengurangi praktek riba, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan pinjaman dana kepada nasabah yang membutuhkan untuk usaha. Pada pelaksanaannya program pembiayaan ini terdapat kendala dalam mengembangkan UMKM sehingga menjadi perhatian sebagai evaluasi, diantaranya berhubungan dengan jaminan dalam pengajuan pembiayaan, serta kurangnya akses informasi bagi nasabah tentang program pembiayaan dan minimnya sumber daya yang berkualitas.
IMPLEMENTASI PRINSIP SYARIAH TERHADAP GADAI EMAS PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI KANTOR CABANG SAMBAS ahmad yasir
Sebi : Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI)
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sebi.v3i1.654

Abstract

Penelitian untuk mengetahui implementasi prinsip syariah terhadap gadai emas pada PT Bank syariah mandiri kantor cabang sambas. Prinsip syariah yang digunakan oleh Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sambas sudah sesuai dengan Fatwa MUI yang menyatakan bahwa Rahn emas dibolehkan berdasarkan prinsip Rahn. Dibuktikan dengan akad qard untuk mengikat jaminan ketika terjadi pembiayaan dan Akad Ijarah (simpanan) dalam penitipan Emas kepada bank serta nasabah wajib membayar biaya penitipan sesuai dengan kesepakatan dan ketetentuan bank, biaya penyimpanan dan pemeliharaan barang didasarkan pengeluaran yang nyata diperlukan. Dalam transaksi gadai emas menggunakan prinsip syariah sesuai dengan hukum dasar muamalah, bahwa segala sesuatu dibolehkan kecuali ada larangan dalam Al-Quran atau As-Sunnah yang dapat menjadikan transaksi itu hukumnya haram. Implementasi Prinsip syariah yang diterapkan dalam transaksi gadai emas juga sesuai dengan Fatwa MUI, akad yang digunakan dalam transaksi gadai emas adalah akad Qardhul Hasan (biaya administrasi), biaya surat hilang, biaya penjualan, dan akad Ijarah yang dijelaskan kepada pihak nasabah agar tidak ada unsur kecurigaan apabila pihak pelaksana gadai meminta uang selama proses gadai berlangsung hingga selesai.