Scott Thomas Norman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE IDENTIFICATION AND MANAGEMENT OF REPRODUCTIVE DISEASES OF BULLS MANAGEMEN DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT-PENYAKIT REPRODUKSI PADA SAPI PEJANTAN Scott Thomas Norman; Scott Parry; Philip Ladds; Andrew Brown
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4748.865 KB) | DOI: 10.22146/jsv.405

Abstract

Resensi artikel ini menjelaskan kondisi penyakit yang dapat ditemui pada setiap tingkatan evaluasi fertilitas rutin dari sapi pejantan. Hal tersebut memberikan informasi pada kontrol dan managemen penyakit yang menyerang kapasitas reproduksi pejantan untuk membantu para praktisi untuk memutuslcan tincLikan yang sesuai. Beberapa metode tambahan dari evaluasi fertilitas sapi pejantan dijelackan, dengan beberapa komentar pada kesesuaiannya. Disimpulkan bahwa managemen penyakit-penyakit reproduksi pada sapi jantan memerlukan pengertian/pengetahuan dari pejantan yang digunakan; perkiraan nilai ekonomis untuk memililh penanganan yang sesuai harus dievaluasi; observasi secara teratur, perhatian kbusus terhadap nutrisi, pembuatan jadwal vaksinasi yang tepat; dan pembuatan program culling dan kriteria seleksi. Kata kunci: Pemeriksaan fertilitas, sapi pejantan, tatalaksana pemeliharaan
USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH Aris Junaidi; Scott Thomas Norman
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.077 KB) | DOI: 10.22146/jsv.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penundaan ovulasi pada kambing yang disuperstimulasi, dengan FSH pada respon ovarium. Sepuluh ekor lambing dewasa dari ras campuran digunakan dalam penelitian ini. Seluruh kambing betina diberi implan secara subcutan dengan agonis GnRH deslorelin selama 19 hari. Setiap kambing disuperstimulasi dengan 18 mg FSH yang diberikan secara berseri selang 12 jam selama 4 hari, dimulai pada hari ke 7 setelah implantasi deslorelin. Pada hari ke 9 setiap kambing diberi 5 mg dinoprost trometamine ((PGF2a, Lutalyse®). Induksi ovulasi dengan injeksi 500 I.U. hCG ( Chorulon ®, Intervet Australia) pada har ke 11 dan kambing dilepas dengan pejantan untuk menilai dan memonitor tingkah laku estrus. Ovarium dari seluruh kambing diperiksa dengan laparoskopi 7 hari sesudah pemberian hCG. Pada setiap kasus korpus luteum (CL) dihitung dan di ldasiftkasikan sebagai normal atau regresi. Hasil dari pemeriksaan laparoskopi menunjulckan bahwa CL. folikel yang tidak ovulasi dan CL albikan secara berurutan adalah sebagai berikut 2.5 ± 1.62, 18 ± 1.29 and 0.8 ± 0.62. Permulaan estrus dan durasi estrus setelah pemberian prostaglandin adalah 37.6 ± 3.48 dan 35.8 ± 3.87. Disimpulkan bahwa penundaan ovulasi menggunakan agonis GnRH dan induksi ovulasi menggunakan hCG pada kambing yang disuperstimulasi tidak menambah jumlah ovulasi seperti ditunjukkan dari jumlah total CL. Kata kunci: GnRH agonis, superovulasi, FSH, hCG