Arsy Adziem Wal Hamdir
CDO Pertamina EP Sangasanga Field

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INISIASI LOKAL MODEL EKONOMI SIRKULAR MELALUI PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ADAPTASI PETANI DI KALIMANTAN TIMUR SELAMA PANDEMI COVID-19 Arsy Adziem Wal Hamdir; Yanti Nurhasanah
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v2i2.940

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memicu berbagai profesi untuk mengadopsi langkah-langkah inovatif untuk menjaga keberlanjutan usahanya, termasuk bagi petani. Pendekatan pertanian terpadu sempat menjadi sorotan selama pandemi di Indonesia dan diikuti dengan petati yang melakukan perubahan dari pendekatan konvensional non-organik menjadi pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Transformasi tersebut diperlukan mengingat bahwa pertanian non-organik memiliki beberapa dampak kurang sehat bagi tubuh manusia dan lingkungan. Selama pandemi covid-19, petani juga perlu menyesuaikan harga produknya agar lebih ekonomis akibat penurunan daya beli. Penyesuaian ini tidak dapat dihindari sehingga petani harus meningkatkan efisiensi dan menambahkan upaya inovatif dalam banyak aspek pada proses produksi. Dengan demikian, model ekonomi sirkular dalam pendekatan pertanian terpadu dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan upaya inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional karena mengutamakan optimalisasi utilitas sumber daya dan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan serta dampak positif pada kesehatan. Beberapa contoh yang terjadi di Kalimantan Timur telah menerapkan pertanian terpadu dengan model pemanfaatan sumber daya secara sirkular sebagai adaptasi untuk mengurangi biaya produksi, sekaligus memastikan dampak kesehatan dari produk dan menjaga kelestarian lingkungan. Pada Studi ini dipilih contoh model ekonomi sirkular dalam praktik pertanian terpadu, yaitu Kelompok Tani Setaria dari Kecamatan Sangasanga dan Pokdarwis Masdarling dari Kecamatan Bontang Barat. Penelitian ini terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dan eksploratif yang memanfaatkan tinjauan literatur dan pengamatan langsung kepada kelompok-kelompok yang disebutkan. Menurut temuan tersebut, penerapan model ekonomi sirkular dalam pertanian terpadu telah menjadi alternatif untuk menyelaraskan antara kegiatan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesehatan selama pandemi covid-19. Namun, penelitian ini menekankan pada peninjauan terhadap contoh-contoh dalam fase inisiasi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak jangka panjang