Penelitian ini mengkaji pengembangan dan penerapan pembelajaran Sistem Persamaan Dua Variabel dengan Bahan Ajar berbasis pada nilai budaya masyarakat di Kabupaten Lebak Banten. Nilai-nilai sosial dan budaya yang digunakan dalam pembelajaran adalah makanan tradisional (jojorong, pasung, papais, enye-enye, rangginang, opak, gipang, bolu kelemen). Dari implementasi pembelajaran diperoleh informasi bahwa beberapa siswa tidak mengenal dengan baik makanan tradisional yang digunakan pada pembelajaran, aktivitas belajar siswa dapat dikategorikan sedang, pada umumnya siswa memahami pengetahuan matematika (konsep, prinsip dan prosedur) secara induktif, motivasi belajar siswa dapat dikategorikan baik. Kendala yang muncul dalam praktek pembelajaran diantaranya siswa sangat bergantung pada benda kongkrit (makanan tradisional), serta penemuan pengetahuan matematika memerlukan berbagai pola untuk menjembatani berfikir siswa.This study examines the development and application of learning of Two Variable Equations System with Teaching Materials based on social and cultural values of society in Lebak Banten. The social and cultural values used in learning are traditional foods (jojorong, pasung, papais, enye-enye, rangginang, opak, gipang, cakes kelemen). From the learning implementation, it is found that some students are not familiar with the traditional food used in learning, the students 'learning activity can be categorized as being, generally the students understand the mathematical knowledge (concept, principle and procedure) inductively, the students' learning motivation can be categorized well. Constraints that arise in the practice of learning such as students are very depend on concrete material (traditional food), and the discovery of mathematical knowledge requires various patterns to bridge students thinking.