Putu Subawa
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Toleransi Umat Beragama Dalam Kemajemukan (Pluralis) Di Desa Tegallinggah Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Putu Subawa
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v2i2.1398

Abstract

Proses kerukunan umat beragama yang terjadi di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng menjadi suatuhal yang menarik sehingga diperlukan suatu analisis untuk mendapatkan suatu hasil untuk dapat dijadikan sebagai sumber pemahaman atas proses yang dilakukan sehingga kerukunan dapat terjalin dengan baik,juga hasil yang diperoleh dapat digunakan gambaran oleh civitas akademika maupun masyarat secara umum sebagai cerminan akan indahnya sikap salinghormat-menghormati. Melalui tiga rumusan masalah yakni 1.Bagaimana Bentuk system toleransi pada masyarakat di Desa Tegallinggah?.2.Kenapa dikembangkan system toleransi pada masyarakat di Desa Tegallinggah?. 3. Apa Implikasi dari system toleransi dalam kehidupan masyarakat yang bersifat pluralis?, maka diharapkan akan diperoleh data yang akurat terhadap fenomena yang terjadi. Dari Ketiga rumusan masalah tersebut, masing-masing dibedah dengan menggunakan teori Integrasi dan teori PerubahanSosial. Setelah dilakukan analisis dan kajian mendalam terhadap fenomena yang terjadi di Desa Tegallinggah maka diperoleh hasil sebagai berikut :Bentuk Toleransi Pada Masyarakat Di Desa Tegallinggah adalah : 1). Kegiatan pemberian santunan kepada seluruh warga masyarakat. 2). Toleransi dalam berbagai jenis organisasi social kemasyarakatan. 3). Toleransi dalam bidang social ekonomi. 4). Toleransi dalam bidang social budaya. 5). Toleransi dalam bidang sosial relegius. Pengembangan Sistem Toleransi Masyarakat Di Desa Tegallinggah adalah : 1). Saling mengunjungi antar warga masyarakat. 2). Menghormati perbedaan dalam masyarakat. 3). Pemberdayaan tokoh masyarakat dalam memperkokoh sikap toleransi. 4). Pemberdayaan peran lembaga agama dalam memperkokoh sikap toleransi. 5). Peningkatan peran pemerintah dalam memperkokoh sikap toleransi. Implikasi Sistem Toleransi Pada Masyarakat Di Desa Tegallinggah adalah : 1). Penguatan nilai persatuan. 2). Penguatan nilai kerukunan. 3). Penguatan nilai kekeluargaan. 4). Penguatan nilai kebersamaan. Kata Kunci :toleransi, pluralis