Kadek Yuli Wahyu Astini
Prodi Filsafat Hindu Jurusan Brahma Widya STAH N Mpu Kuturan Singaraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Berelasi Dengan Bhatara Hyang Guru Melalui Sanggah Kemulan Dalam Mencapai Kelepasan Kadek Yuli Wahyu Astini
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v2i1.887

Abstract

To worship God Almighty and its manifestations, Balinese Hindu society is very synonymous with its sacred buildings. Where the holy building is a symbol as well as an intermediary medium for human communication with God. This makes holy places have a very important position in Hinduism. If in the community a holy place is called a temple. However, it is different in the household / family that the holy place is called Sanggah / Mrajan. In general, Sanggah is a holy place to worship God and its manifestations and the ancestors who have been purified. Therefore Sanggah / Mrajan is not only an intermediary medium between God and humans, but also as an intermediary medium for the Hindu community to communicate with their ancestors, one of which is through the Sanggah Kemulan. Every human being born in the world, of course, already has a debt called Tri Rna. Where the debt will be paid through Panca Yadnya. One of the debts that must be paid is Pitra Rna which is paid through Pitra Yadnya and Manusia Yadnya. To pay this debt every Hindu community always relates to Bhatara Hyang Guru through the Sanggah Kemulan. This is intended to establish a harmonious relationship between families who are still living with God and also their ancestors. So that because of this, humans will achieve happiness during their lifetime
Mencapai Keseimbangan Diri Melalui Pengendalian Diri Menurut Ajaran Lontar Wrhaspati Tattwa Kadek Yuli Wahyu Astini
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2547

Abstract

Tuhan merupakan aspek yang esensial pada setiap agama. Dalam setiap agama memiliki pandangan dan konsep yang berbeda tetapi agama memiliki kesamaan yang bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia. Setiap agama berusaha untuk membuat setiap manusia agar terhubung dengan tuhan Tuhan. Dengan berbagai cara yang diajarkan agama untuk dapat terhubung dengan Tuhan itu sendiri. Melaui berbagai pendekatan terhadap wahyu atau Kitab Suci. Salah satu Lontar yang sangat terkenal di Bali yang dijadikan pedoman dasar dalam agama Hindu untuk menghubungkan diri kepada Tuhan yaitu Lontar Wrhaspati Tattwa. Lontar Wrhaspati Tattwa adalah sebuah susastra Hindu yang didalamnya terdapat ajaran kebenaran atau hakekat kebenaran dharma melalui dialog antara Bhagawan Wrhaspati dengan Iswara (Tuhan). Menurut Lontar Wrhaspati Tattwa terdapat beberapa jalan agar setiap manusia mampu terhubung dengan Tuhan, salah satunya melalui Yoga yang disebut dengan Sadangayoga. Jika seorang yogi yang melakukan Sadangayoga ini secara teratur dan didasari oleh Dasasila, maka ia akan terhubung dengan Tuhan. Bukan hanya itu, seseorang juga mampu mengendalikan dan menjauhkan diri dan pikirannya dari sifat Awidya sehingga akan tercapainya keseimbangan diri. Melalui keseimbangan diri seseorang akan merasakan sebuah kebahagiaan, kebebasan dan kesejahteraan pada kehidupan yang ia jalani.