Puput Oktamianti
Departemen Administrasi Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE STRATEGY TO IMPROVE THE QUALITY OF LIFE AMONG HEROIN ADDICTS THROUGH METHADONE MAINTENANCE THERAPY Eka Yuliartiningsih; Puput Oktamianti
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 3 (2018)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Many cases of heroin abuse was the leading cause of death. Due to difficulties stop addiction to heroin, many methods were used for the recovery process. The effective and approved therapy method with a medical approach was transferal heroin with another substance program, which was called methadone maintenance therapy. Methadone was chosen as the main substitution therapy because it has a similar effect to heroin with lengthier bioavailability, so it could be prescribed once a day. There are positive benefits that can make heroin addicts function normally with methadone maintenance therapy, itwill improve the quality of life people with heroin addicts. Methods: This research used a narrative review method with data retrieval from Universitas Indonesia online database such as PubMed and Springer Link. The research strategy has done by employed several articles about life quality improvement of heroin addicts with methadone maintenance therapy service, which already publish in Universitas Indonesia online database in December 2017. The chosen articles were use, selected by inclusion criteria and exclusion criteria. Results: From the reviewed the 5 published journal articles, revealed one of the benefits from methadone maintenance therapy services is improving the life quality of heroin addicts. Conclusions: Methadone maintenance therapy services could improve the life quality of heroin addicts.
Analisis Kebijakan Perizinan Tenaga Bidan Praktik Mandiri di Provinsi DKI Jakarta: Sebuah Tinjauan Naratif Edward Lumban Raja; Puput Oktamianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.864 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.6042

Abstract

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan yang menjelaskan bahwa setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki izin dari otoritas pemerintah setempat yang dibuktikan dengan Surat Izin Praktik (SIPB). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 tahum 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan Menjelaskan seorang Bidan harus meiliki SIPB. Fenomena yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta masih ditemukan Praktik Bidan Mandiri yang tidak memiliki Izin. Tercatat sebanyak 145 tenaga Bidan praktik Mandiri Berpraktik tanpa memiliki Izin dari total 505 bidan praktik Mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses Permohonan Surat Izin Praktik Bidan dan untuk menganalisa kendala-kendala yang menghambat permohonan. Metode yang digunakan adalah Narrative Review yaitu menganalisis dan mengevaluasi beberapa hasil penelitian sebelumnya dengan mengikuti kaidah dan alur penelitian yang dimulai dari penentuan topik terkait perizinan praktik bidan mandiri, praktik tenaga kesehatan, seleksi literatur sesuai kriteria yang telah ditentukan yakni jurnal yang terbaru dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan bahwa permohonan SIPB di Provinsi DKI Jakarta belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 tahum 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan. Ditemukan bebrapa Kendala dalam penerapan Peraturan terkait perizinan dan permasalahan Internal Bidan Sendiri serta Peraturan yang ada di Organisasi
Pengelolaan Limbah Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Masa Pandemi Covid-19 di Siloam Hospitals TB Simatupang Erika Agustina Kasdjono; Adang Bachtiar; Puput Oktamianti; Esna Sipahutar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.36 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7140

Abstract

Rumah sakit merupakan bagian dari sistem kesehatan yang memiliki peran yang sangat penting dalam situasi bencana dimana rumah sakit diharapkan dapat mempersiapkan sarana prasarana, ketenagaan, dan pelayanan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan di masa pandemi COVID-19. Limbah B3 medis merupakan sisa hasil kegiatan medis yang tidak dapat digunakan kembali yang berpotensi telah terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alur pengelolaan limbah B3 rumah sakit di Siloam Hospitals TB Simatupang sesuai peraturan yang berlaku. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif menggunakan metode pengumpulan data sekunder dari instansi sanitasi lingkungan. Data yang didapat kemudian akan dibandingkan dengan standar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Pedoman Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Rujukan, Rumah Sakit Darurat dan Puskesmas yang Menangani Pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan Limbah Padat Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilakukan di Siloam Hospitals TB Simatupang sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.