Nurul Fadilah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fenetik Taksonomi dan Peran Mimi Mintuna sebagai Ecobiodiversity di Kawasan BJBR Probolinggo Ainin Nadiroh; Nurul Fadilah
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v4i2.8874

Abstract

Mimi mintuna adalah hewan Arthropoda yang terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengelompokan dan nilai similaritas kekerabatan fenetik mimi mintuna sebagai upaya pelestarian jenisnya. Karakter morfologi, morfometrik, dan karakter diagnostik merupakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel mimi mintuna (Carcinoscorpius sp.) diambil dari pantai kawasan Beejay Bakau Resort Probolinggo, serta spesies acuan (Limulus polyphemus, Carcinoscorpius rotundicauda Tachypleus tridentatus, and Tachypleus gigas) dianut dari buku identifikasi Sekiguchi dan Shuster (2009). Hasil penelitian diperoleh 3 kelompok kekerabatan dari yang terdekat hingga terjauh dan 2 kelompok apomorfi serta 4 kelompok automorfi. Sampel dan Carcinoscorpius rotundicauda memiliki kesamaan 100 %, sedangkan Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus (Apomorfi B) dengan nilai similaritas 75%. Racun pada mimi mintuna berkesinambungan dengan peran pemerintah dalam melindungi hewan langka ini sehingga dapat mendorong upaya pelestariannya. 
EFEKTIVITAS MODEL DAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA KOMPETENSI MENGGAMBAR KONSTRUKSI DENGAN PERANGKAT LUNAK Nurul Fadilah
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i1.44057

Abstract

Abstrak Kesulitan belajar dalam menggambar konstruksi dengan perangkat lunak AutoCAD menjadi permasalahan yang menghambat peserta didik untuk mencapai ketuntasan hasil belajar. Relevansi yang cukup kuat pada kompetensi keahlian menggambar konstruksi dengan perangkat lunak terhadap kebutuhan kompetensi sebagai drafter, mendorong peserta didik untuk mencapai ketuntasan hasil belajar. Penggunaan model dan media pembelajaran yang tepat, diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model dan media pembelajaran yang efektif pada kompetensi menggambar konstruksi dengan perangkat lunak. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, sehingga diperoleh 9 jurnal penelitian terdahulu yang relevan. Analisis keefektifan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan effect size setelah melakukan pemberian kode pada jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif memiliki efektivitas paling tinggi dengan perolehan effect size sebesar 0,918. Tingkat efektivitas model pembelajaran adalah sebagai berikut: pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada model pembelajaran langsung, dan model pembelajaran langsung lebih efektif daripada model pembelajaran berbasis masalah. Media pembelajaran yang paling efektif terhadap Kompetensi Menggambar Konstruksi dengan Perangkat Lunak adalah media model/miniatur dengan perolehan effect size sebesar 0,956. Tingkat efektivitas media pembelajaran adalah sebagai berikut: media model/maket lebih tinggi daripada media cetak, media cetak lebh efektif daripada media visual 3D, media visual 3D lebih efektif daripada media audiovisual, dan media audiovisual lebih efektif daipada media interaktif. Kata Kunci: kesulitan belajar, efektivitas, model dan media pembelajaran, menggambar konstruksi dengan perangkat lunak, meta analisis, effect size. Abstract The learning difficulties in drawing construction with autocad software are a problem that prevents learners from reaching the point of completion. That strong enough relevance to the competence of drawing construction skills with the software to the competence needs as drafter, encourages learners to achieve the desired results. Proper use of modeling and media learning, is expected to address the problem. The research aims to know effective models and learning media at competence drawing construction with software. The research uses the meta method of analysis. Selection of samples was conducted with impressive sampling techniques, and thus obtained nine previous research journals that were relevant. The effectiveness of learning analysis is made by use of an effect size after it has been coded to the journal. Research shows that cooperative learning models have the highest effectiveness with an effect size of 0.918. The level of effective learning models is as follows: cooperative learning is higher than direct learning models, and direct learning models are more effective than problem based learning models. The most effective study media on competence for drawing construction with software is a model media with an effect size of 0.956. The extent of learning media effectiveness is as follows: model/ maketh media is higher than print media, lebra presses are effective than 3D visual media, 3D visual media is more efficient than audiovisual media, and audiovisual media is more effective than interactive media. Keywords: learning difficulties, effectiveness, learning models and media, drawing construction with software, meta analysis,an effect size.
COLLABORATIVE PROBLEM POSING USING GEOGEBRA: A STUDY ON HIGH MATH ABILITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Nurul Fadilah; Abdul Haris Rosyidi; Yurizka Melia Sari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8928

Abstract

Problem posing is important in learning mathematics because it improves reasoning, critical thinking, and creative thinking skills. However, many students still find it difficult to pose problems. Through collaborative problem posing, students can exchange their understanding. The use of GeoGebra in problem posing can help students play an active role in generating ideas to construct new problems through its features. This research is a qualitative research that aims to describe the collaborative semi-structured problem posing of junior high school students assisted by GeoGebra in high groups. This research was conducted in one of the junior high schools in Surabaya class IX odd semester of the 2024/2025 school year in the age range of 14-15 years. The research data were collected through Problem Posing Test and Focus Group Discussion. The research subjects were a group with high mathematical ability consisting of two students. The results showed both members in the group contributed to each other for the new problem created. On knowledge base, they identified mathematical facts, concepts, and procedures. On heuristics and schema, they explored GeoGebra to come up with ideas. On group dynamics and interactions, they performed processes of normality, conformity, and innovation. In individual consideration of aptness, both members argued that each individual was skilled in proposing problems and the problems they created were acceptable to group members. Student had no problems during discussion and expressing their opinions due to their equal mathematical ability. Therefore, further research is needed on whether collaborative problem posing using GeoGebra heterogeneous groups also works. ABSTRAK Pengajuan masalah merupakan hal penting dalam belajar matematika karena meningkatkan kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Namun, masih banyak siswa merasa kesulitan dalam pengajuan masalah. Melalui pengajuan masalah kolaboratif siswa dapat saling bertukar pemahaman. Penggunaan GeoGebra dalam pengajuan masalah dapat membantu siswa berperan aktif memunculkan ide-ide untuk mengkonstruksi masalah baru melalui fitur-fiturnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengajuan masalah semi terstruktur kolaboratif siswa SMP berbantuan GeoGebra pada kelompok tinggi. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surabaya kelas IX semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada rentang usia 14-15 tahun. Data penelitian dikumpulkan melalui Tes Pengajuan Masalah dan Focus Group Discussion. Subjek penelitian merupakan kelompok dengan kemampuan matematika tinggi yang terdiri atas dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua anggota dalam kelompok saling berkontribusi untuk masalah baru yang dibuat. Pada basis pengetahuan, mereka mengidentifikasi fakta, konsep, dan prosedur matematika. Pada heuristik dan skema, mereka mengeksplorasi GeoGebra untuk memunculkan ide-ide. Pada dinamika dan interaksi kelompok, mereka melakukan proses normalitas, konformitas, dan inovasi. Pada pertimbangan individu atas kesesuaian, kedua anggota saling berpendapat bahwa tiap individu terampil dalam mengajukan masalah dan masalah yang mereka buat dapat diterima anggota kelompok. Siswa tidak memiliki masalah selama berdiskusi dan mengungkapkan pendapat dikarenakan kesetaraan kemampuan matematika. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut terkait apakah pengajuan masalah kolaboratif pada kelompok heterogen berbantuan GeoGebra juga berjalan demikian.