Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENGURANGI KONSUMSI MINUMAN KERAS MELALUI PROGRAM TIM GERAKAN REVOLUSI MENTAL DARI BHABINKAMTIBMAS DI WILAYAH HUKUM POLRES TERNATE DEVIARYANTI DEVIARYANTI
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 4 (2019): April, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku minum minuman keras yang terjadi di wilayah hukum Polres Ternate. Dalam menanggapi permasalahan ini Polres Ternate selaku yang berwenang dalam wilayah Kota Ternate telah melakukan upaya untuk mencegah kasus konsumtif minuman keras di kota Ternate. Hal ini menjadi tugas Satuan Binmas terutama Bhabinkamtibmas Polres Ternate melalui bimbingan dan penyuluhan sebagai upaya pencegahan dan sebagai langkah preemtif. Namun, terbatasnya sumber daya manusia dan anggaran menjadikan kendala dan hambatan bagi Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugas. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan KaPolres Ternate agar berkoordinasi dengan Polda Maluku Utara agar personil Polda yang memiliki kualitas bagus di perintahkan untuk memberi pelatihan kepada personil Binmas Polres Ternate. Sehingga Polres ternate dengan kondisi yang kurang personi, kualitas personil dapat meningkat, Satuan Binmas Polres Ternate agar membagi peta wilayah Kota Ternate sesuai tingkat kerawanan, dalam hal ini perihal konsumsi minuman keras, yangmana desa atau kelurahan yang memiliki kasus pelanggaran minuman keras yang tinggi di pantau oleh 1 personil Bhabinkamtibmas, sedangkan untuk desa dengan tingkat kerawanan rendah, dua desa atau kelurahan dapat dipantau oleh 1 personil Bhabinkamtibmas, sehingga pelaksanaan kinerja Bhabinkamtibmas tidak terkendala kekurangan personil. Polres Ternate berkoordinasi dengan pesantren agar dapat mendukung pelaksanaan program TGRM (Team Gerakan Revolusi Mental) dengan cara para pelanggar minuman keras untuk ikut serta dalam kegiatan pesantren, dan Bhabinkamtibmas bertugas memantau pelaksanaannya (bukan menjadi pelaksana secara langsung) sehingga tidak terlalu mengeluarkan banyak dana, akantetapi program tetab bias berjalan dengan lancar.