Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Kota Bekasi karena jumlah kendaraan yang tinggi serta padatnya penduduk di Kota Bekasi. Kondisi seperti ini perlu peran dari pihak KePolisian untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas berupa tilang. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dimana pelaksanaan pemberian sanksi administraif berupa tilang sudah menggunakan program E-Tilang yang sudah diresmikan oleh pihak Korlantas Polri. Kepustakaan penelitian ini menggunakan konsep Tilang, Penegakan Hukum, Pelanggaran Lalu Lintas dan memakai Teori Manajemen George R. Terry dan Teori Efek Jera. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan metode penelitian field research. Sumber data diperoleh dari wawacara, pengamatan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa situasi dan kondisi lalu lintas di Kota Bekasi padatnya jumlah penduduk dan volume kendaraan yang berakibatkan tingginya juga pelanggaran lalu lintas. Dalam pelaksanaan penegakan hukum menggunakan E-Tilang masih ditemukan adanya kekurangan seperti masyarakat yang kurang paham dan mengerti tentang E-Tilang, masyarakat yang tidak suportif terhadap pelaksanaan E-Tilang serta penindakan menggunakan E-Tilang terlihat begitu rumit. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran E-Tilang berupa Man, Money, Materials, Machines, Methods, dan Market. Saran dari penulis agar sosialisasi mengenai E-Tilang lebih ditingkatkan, Melakuan kegiatan pemasaran agar masyarakat sekitar lebih aware terhadap pelaksanaan E-Tilang ini, seperti membuat pamflet atau spanduk yang menjelaskan tentang mekanisme atau step – step pelaksanaan E-Tilang