Perubahan pola interaksi sosial masyarakat dan Reformasi Birokrasi Polri Gelombang IV melatarbelakangi Satpas Satlantas Polrestabes Makassar melakukan upaya peningkatan pelayanan. Penelitian ini terkhusus pada peningkatan pelayanan perpanjangan SIM, peningkatan pelayanan pada pengurusan SIM diharapkan dapat meningkatkan apresiasi positif masyarakat terhadap citra Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan perpanjangan SIM, menemukan faktor yang mempengaruhi pelayanan perpanjangan SIM dan mendeskripsikan upaya peningkatan pelayanan oleh Satpas Satlantas Polrestabes Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Pada kepustakaan konseptual, peneliti menggunakan teori manajemen, konsep upaya, konsep Satpas, konsep pelayanan publik dan konsep perpanjangan SIM untuk menganalisa rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian pada skripsi ini yaitu pada pelaksanaan perpanjangan SIM di Satpas melalui tahapan pendaftaran, pembayaran PNBP, registrasi identifikasi, produksi SIM dan Arsip. Adapun faktor penghambat pelaksanaan pengurusan SIM yaitu lokasi satpas yang kurang memadai, jaringan internet, sumber daya manusia. Faktor pendukung yaitu sarana prasarana berbasis teknologi canggih, anggaran yang sesuai, pelayanan SIM keliling dan Gerai. Upaya-upaya yang dilakukan Satpas yaitu peningkatan jaringan internet, melakukan sosialisasi, mengikutkan personel pendidikan kejuruan, peningkatan sarana prasarana dan memperketat protokol kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, Satpas Polrestabes Makassar harus melakukan perbaikan sarana prasarana, mengikutkan pelatihan maupun pendidikan kejuruan kepada personel Satpas, melakukan koordinasi terkait izin pembukaan pintu masuk Satpas, menyebar titik henti SIM Keliling ke tempat-tempat yang berbeda-beda dan menempatkan personel sesuai keahlian/kemampuan serta DSP-RILL kesatuan.