Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENAMPILAN PASAR GULA AREN DI NUSA TENGGARA BARAT Market Performance of Palm Sugar in West Nusa Tenggara Efendy Efendy
JURNAL AGRIMANSION Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v1i2.59

Abstract

Abstrak Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penampilan pasar dari aspek struktur dan perilaku pasar gula aren telah dilaksanakan dengan pengumpulan data melalui penelusuran dari produsen, pedagang sampai ke konsumen. Pemilihan produsen sengaja difokuskan pada Kabupaten Lombok Barat sebagai sentra produksi dengan mengambil tiga desa sentra utama gula aren yaitu Kekait, Penimbung, dan Sigerongan. Dengan snow ball sampling dan keterwakilan komposisi kelembagaan pemasaran yang terlibat, pasar sumber dan pasar target, maka dalam analisis melibatkan 85 pedagang pengumpul, 12 pedagang menengah, 88 pengecer pada lima salu­ran pemasaran dengan 375 total produsen. Selain data primer studi ini menggunakan menggunakan data sekunder harga bulanan dan Indek Harga Konsumen per kabupaten di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur pemasaran gula aren mengarah ke pasar oligopsoni. (2) Perilaku pasar gula aren menunjuk­kan bahwa: (a) perubahan harga di pasar Cakranegara dipengaruhi oleh semua pasar di luar kabupaten Lombok Barat, dan hanya pasar Praya yang membawa perubahan perilaku harga di pasar Ampenan dalam jangka pendek, (b) tidak terdapat indikasi kerjasama antar maupun inter lembaga dalam praktek penentuan harga, serta (c) penentuan harga masih merangsang kegiatan produksi dan pemasaran gula aren, (d) pelaku pasar yang lebih tinggi belum sepenuhnya mentransformasikan perubahan harga jual ke lembaga pemasaran di bawahnya, dan (e) dalam jangka panjang terdapat keterpa­duan pasar yang sangat tinggi antar pasar kabupaten di Pulau Lombok. Abstract The objective of this research is to know market performance in terms of market structure and conduct. Data were collected by investigating respondents from producers, traders to final consumer. The research was conducted in Western Lombok Regency as a centre of palm sugar industry. Three villages: Kekait, Penimbung, and Sigerongan were selected. Snow ball sampling method was applied to determine 375 producers, 85 collecting traders, 12 middlemen, and 88 retailers. Beside primary data, secondary data on monthly prices and consumers index prices were used in the analysis. The results of this research are (1) market structure of palm sugar tend to be olygopsony, (2) in terms of market conduct, the research indicated that: (a) prices in Cakranegara market were affected by all markets out side the Western Lombok, and only Praya market affects prices at the Ampe­nan market on the short run, (b) no cooperation among inter and intra marketing institu­tion in price determination, and (C) price determination still motivates production and marketing activities, (d) the upper markets players not yet influenced market prices on the lower market institutions, (e) in the long run, it had been a high market integration inter regencies in Lombok island.
6. WANITA PEDAGANG GULA AREN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELUARGA DAN SUMBERDAYA BISNIS DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Efendy Efendy
JURNAL AGRIMANSION Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v3i2.100

Abstract

ABSTRAK Wanita pedagang gula aren sangat berperan dalam pengelolaan sumberdaya keluarga dan sumberdaya bisnis. Pengelolaan sumberdaya keluarga meliputi pengaturan keuangan 86.6%, pengaturan pekerjaan rumah tangga 77.8%, dan semuanya berperan kegiatan pengasuhan anak. Sedangkan dalam pengelolaan sumber daya bisnis sangat menunjang pandapatan keluarga dan terbesar dari total pendapatan rumahtangganya yaitu rata-rata sebesar Rp 20.000 perhari dengan curahan waktu kerja pada kegiatan produktif rata-rata 6.6 jam/hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita pedagang gula aren adalah letak dari pembelian gula aren, modal, harga jual, volume penjualan dan perbedaan waktu aktifitas pasar. ABSTACT The women traders of aren sugar have a strategic role in family and business resources management. Family resources are financial regulation 86.6%, household jobbing 77.8%, and the all of baby gent activities. While managing business rosources most sufficient family and total household income. Total income are Rp 20,000 per days and 42.99 % contributed to total household income. Time allocation for working on productive activity average 6.6 hour/days. Factors affecting on time allocation of women traders of aren sugar are purchasing location, capital, selling price, selling volume, and different of time in market activities.
1 STUDI PENGELOLAAN MODAL DAN HARGA JUAL PADA PEDAGANG GULA AREN DI PEDESAAN LOMBOK BARAT Efendy Efendy; Asri Hidayati
JURNAL AGRIMANSION Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v4i1.102

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan modal dan harga jual gula aren dan elastisitasnya terhadap frekuensi dan volume jual gula aren di pedesaan Lombok Barat, dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik survai. Dipilih Kecamatan Narmada dan Gunung Sari sebagai sampel secara purposive sampling atas pertimbangan produksi gula aren yang lebih banyak dari kecamatan lain. Ditentukan 40 responden pedagang gula aren secara quota sampling dengan rincian Pasar Lendang Bajur dan Pasar Sidemen di Kecamatan Gunung Sari masing13 dan 10 responden, serta Pasar Narmada dan Pasar Ndut di Kecamatan Narmada masing-masing 10 dan 7 responden. Analisis data dengan regresi berganda model Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pengelolaan modal berpengaruh nyata terhadap frekuensi dan volume jual gula aren dengan elastisitas masing-masing 0,05 dan 0,91; sedangkan harga jual hanya berpengaruh nyata terhadap volume jual dengan elastisitas -0,81. ABSTRACT The objectives of the research are to know the effect of capital and selling price management of palm sugar and their elasticity on frequency and selling volume in rural West Lombok. Descriptive method and survay technique were used for the study. Narmada and Gunung Sari sub-districts were sellected purpossively as samples due to the fact that higher production of palm sugar was found in these two sub-districts. Forty traders of palm sugar were chosen as respondents using quota sampling technique that represent traders from Lendang Bajur and Sidemen markets in Gunung Sari, 13 and 10 respondents respectively. In Narmada sub-district 10 and 7 respondents were selected from Narmada and Ndut markets respectively. Multiple regression Cobb-Douglas model was applied for data analysis. The result of the study indicate that capital management has significant effect on selling volume and frequency with elasticity coefficient 0,05 and 0,91 respectively; while selling price has significant effect only on selling volume with elasticity coefficient -0,81.
7. OPTIMASI INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA AREN DI DESA PEMEPEK KABUPATEN LOMBOK TENGAH Efendy Efendy; Adnan H. Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v5i1.126

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui : (1) penggunaan input optimal yang memaksimumkan keuntungan, (2) output optimal yang memaksimumkan keuntungan, (3) keuntungan maksimal yang dapat dicapai KUB dan Non KUB, (4) keuntungan per unit produksi yang dapat dicapai KUB Non KUB telah dilaksanakan di Desa Pemepek Kabupaten Lombok Tengah dengan Metode Analisis Deskriptif pada 16 responden KUB dan Non KUB. Analisis data dengan melihat turunan pertama dan kedua dari model kuadratis dan uji Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Jumlah penggunaan input optimal yang memaksimalkan keuntungan pada KUB adalah bahan baku nira 3.02 liter, kayu bakar 1.16 ikat, kayu korot 57.21 gram dan tenaga kerja wanita 0.04 HKO sedangkan pada Non KUB bahan baku nira 0.47 liter, kayu bakar 0.42 ikat, kayu korot 44.07 gram, tenaga kerja wanita 0.15 HKO dan minyak kelapa 394.10 mililiter. (2) Tingkat produksi optimal yang memaksimalkan keuntungan pada KUB sebesar 16,35 kg dan pada Non KUB tidak diperoleh tingkat output yang memaksimalkan keuntungan tetapi diperoleh tingkat kerugian minimal pada output 20.34 kg dan untuk mendapatkan keuntungan diatas nol harus memproduksi minimal 40.68 kg. Untuk mendapatkan output optimal pada Non KUB dapat dlakukan dengan menaikan fungsi TR dengan cara meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan input kayu korot dan minyak kelapa.sehingga harga produk meningkat. (3) Keuntungan maksimal yang dicapai KUB sebesar Rp 64 865 pada tingkat output 16.35 kg dan pada Non KUB tidak diperoleh keuntungan maksimal tapi diperoleh kerugian minimal pada tingkat output 20.34 kg sebesar Rp 38 000.dan (4) Keuntungan per unit produksi pada KUB sebesar Rp 317 berbeda nyata terhadap keuntungan perunit produksi pada Non KUB sebesar -Rp 920. ABSTRACT This research was carried out (1) optimum input to maximize profit (2) optimum output to maximize profit (3) maximum profit to KUB and Non KUB, and (4) profit perunit product to KUB and Non KUB. This research was conducted at Desa Pemepek Village Central District with Descriptive Analysis Methods method on 16 respondends from KUB and Non KUB. For extended analysis were first and second derivatives from Quadratic model of Cost and profit function and Z test were used. Result of analysis shows were (1) The optimum input to maximize profit by KUB are sap 3.02 liter, firewood 1.16 set, korotwood 57.21 gram, women manpower 0.04 mandays and by Non KUB are sap 0.47 liter, firewood 0.42 set, korotwood 44.07 gram, women power 0.15 mandays, coconut oil 394.10 mililiter, (2) Optimum product to maximize profit by KUB are 16.35 kg and Non KUB 20.34 kg, (3) Maximum profit by KUB are Rp 64 865 and by Non KUB -Rp 30 000., (4) Profit per unit product by KUB are Rp 317 and Non KUB –Rp 920.