Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PELAKSANAAN PROYEK SEKTOR IRIGASI TERPADU KE DUA DI NUSA TENGGARA BARAT: Kelembagaan P3A dan Program IPAIR Syarifuddin Syarifuddin; Wuryantoro Wuryantoro
JURNAL AGRIMANSION Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v1i2.61

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat perkembangan kelembagaan P3A dan tanggapan petani terhadap fungsi dan permasalahan P3A, (2) mengetahui pelaksanaan dan partisipasi petani dalam mendukung keberhasilan program Iuran Pelayanan Irigasi (IPAIR). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan mewawancara mendalam 60 responden. Penelitian menunjukkan (1) tingkat perkembangan kelembagaan P3A di Nusa Tenggara Barat berada pada kriteria sedang berkembang dengan pencapaian skor 11,78. (2) tanggapan anggota terhadap fungsi dan permasalahan P3A positif, (3) anggota P3A belum mengetahui manfaat yang diterima dari program IPAIR pola baru, dan (4) realisasi penerimaan IPAIR kurang dari 50%, yang disebabkan belum mantapnya kelembagaan P3A dan masih kurangnya informasi IPAIR pola baru yang diperoleh petani anggota P3A. Dari hasil yang diperoleh maka perlu adanya pembinaan secara langsung yang terkoordinasi, baik antara pemerintah dengan pengurus P3A, maupun di antara instansi pemerintah yang terkait dengan pembinaan P3A, dengan sasaran utama memperbaiki dan memantapkan kelembagaan P3A dan meningkatkan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman petani anggota P3A tentang tujuan program IPAIR pola baru. ABSTRACT The aims of this research are: (1) to analyse the development of the level of P3A institutional and to know farmer responds to function of the organisation and problems faced by P3A; (2) to know implimentation of and farmers participation in supporting programs successful. The research use descriptive methods, and the data was collected by interviewing 60 respondents. The result of study indicate that: (1) the degrec P3A as an istitutional is still in developing level, with achievement score about 11.78; (2) the members of P3A respond positively both on the function and problems faced by the institutional of P3A; (3) the members of P3A do not know the benefit of IPAIR with its new paradigm; (4) achievement of IPAIR is less than 50% of the target since P3A as an institutional is not steady and lack of socialitation of IPAIR programs to the members of P3A. Therefore, government and other related institutional should give guidance in order to improve P3A as an organisation and to increase the member’s awareness about the purpose of IPAIR with its new paradigm.
5. METODE PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN KERING SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI DI SEKOTONG, LOMBOK BARAT Wuryantoro Wuryantoro
JURNAL AGRIMANSION Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v4i1.107

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini ditujukan untuk: (1) mengidentifikasi metode-metode konservasi tanah yang diadopsi petani lahan kering dan miring di lokasi penelitian; (2) Mengetahui dampak Program Usahatani Konservasi terhadap perubahan keragaman pola tanam dan terhadap tingkat kesejahteraan petani lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelangan-Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat. Jumlah petani yang dijadikan responden adalah 72 orang, dengan rincian 36 respoden yang menerapakan sistem konservasi pada usahataninya dan 36 responden yang tidak menerapakan sistem konservasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada 2 metode konservasi yang diterapkan, yaitu metode vegetatif dan mekanik; (2) penerapan konservasi pada usahatani telah berhasil meningkatkan produktivitas lahan, meningkatkan ragam tanaman yang diusahakan, dan meningkatkan tingkat kesejahteraan petani. ABSTRACT This research was addressed: (1) to identify conservation methods adopted by upland farmers in research location; ( 2) to know the impact of the conservation program on cropping patterns and level of prosperity of upland farmers.This research was carried in Middle Countryside Pelangan, Sekotong Subdistrict, and Regency of Lombok Island West. Sum up the farmer taken as respondent was 72 people, with the detail 36 respondent which applied conservation system at their farm and 36 respondent which did not apply conservation system. The results of the study indicated: (1) there were two conservation method applied by farmer, that is method of vegetatif and mechanic; (2) conservation applying have succeeded to improve the farm productivity, improving laboured crop manner, and improve the level of farmer prosperity.
2. ANALISIS EKONOMI PERAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PROGRAM KARYA USAHA MANDIRI (KUM) DI DESA JENGGALA KABUPATEN LOMBOK BARAT Wuryantoro Wuryantoro
JURNAL AGRIMANSION Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v5i1.121

Abstract

ABSTRAK Program Karya Usaha Mandiri (KUM) merupakan suatu kegiatan pemberian bantuan keuangan yang dimaksudkan sebagai penunjang kegiatan ekonomi istri-istri petani (wanita tani). Seiring dengan sasaran yang hendak dicapai dalam KUM, maka tujuan utama penelitan ini adalah untuk menganalisis sejauh mana peran ibu (wanita) tani dalam perekonomian rumah tangga terutama melalui kontribusi pendapatannya dengan adanya program KUM. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jenggala, sebagai daerah pusat pengembangan program di Kabupaten Lombok Barat, dengan menggunakan metode deskriptif dan teknik survei, yaitu dengan mewawancarai 42 wanita tani peserta kegiatan KUM dengan berpedoman pada quesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KUM belum mampu meningkatkan peran ekonomi ibu rumah tangga secara signifikan. Namun secara umum wanita tani di Desa Jenggala telah mampu memberikan kontribusi sebesar 25% terhadap total pendapatan keluarga. ABSTRACT “Karya Usaha Mandiri” Program is an activity directed to support housewive of farmers to increase their economic contribution through financial aid. In line with KUM objectives, the main aim of this study was to analize economic contribution of housewife, mainly their contribution to family income as a member of KUM. This study was conducted in Jenggala village West Lombok by using descriptive method and survey technique. The data was collected by interviewing 42 housewive based on prepared quesionary. The results of the study indicated that KUM program has not been able to increase significantly economic contribution of housewife, however in general housewife contributed about 25 % to family income.