Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

6. PERUBAHAN POLA HUBUNGAN PRODUKSI MASYARAKAT PERAJIN DALAM PERKEMBANGAN INDUSTRI GERABAH (Studi Kasus di Desa Banyumulek Lombok Barat NTB) Siti Nurjannah; Anwar Anwar; Syarifuddin Syarifuddin
JURNAL AGRIMANSION Vol 4 No 2 (2004): JURNAL AGRIMANSION MEI 2004
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v4i2.119

Abstract

ABSTRAK Pengembangan industri gerabah di Desa Banyumulek telah membawa perubahan pada pola hubungan produksi antara berbagai pihak yang terlibat dalam industri gerabah. Penelitian ini ditujukan untuk memahami pola hubungan produksi sebelum pengembangan industri gerabah, dan memahami perubahan pola hubungan produksi dalam pengembangan industri gerabah. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif, dengan strategi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hubungan produksi sebelum pengembangan industri gerabah yang bersifat egaliter, yang lebih mengutamakan saling tolong menolong dalam keluarga inti, mulai terkikis dengan semakin berkembangnya industri gerabah, dan semakin luasnya pemasaran. Fakta menunjukkan bahwa kelompok pedagang menguatkan posisinya dalam proses pemasaran. Perubahan yang nampak dalam pola hubungan produksi setelah pengembangan industri gerabah, bahwa hubungan pedagang dengan perajin semakin eksploitatif. Namun perajin tidak menyadari bahwa sesungguhnya pedagang melakukan eksploitasi terhadap surplus produksi yang dimilikinya, karena yang ditonjolkan adalah hubungan kekerabatan antara pedagang dan perajin. Dengan demikian pedagang dapat mengalienasi perajin dari hasil produksinya, yang dilakukan dengan cara membeli gerabah dengan harga murah, tanpa memperhitungkan tenaga yang telah dikeluarkan perajin. ABSTRACT Development of pottery industry in Banyumulek has led to changes of the patterns of production relations among the various parties involved in the pottery industry. The objectives of this study are to understand the patterns of production relation before pottery industrial development, and to get more insight on some changes of patterns of production relations in the pottery industrial development. This research is designed through the application of qualitative methods, and used of a case study as the main strategy. Results of the study found the changes in the patters of production relation within the pottery industry. Prior to pottery industrial development, production relation was more egalitarian where everyone “help each others” in the nucleus family, and once the industry developed this form of relation has gradually changed to exploitative behaviour of traders over the potters. The traders develop “false consciousness” through which the traders alienated the potters for their products. The traders offer a cheaper price to the product without calculating how much effort and skills has been used for the production.
6. PENGEMBANGAN INDUSTRI GERABAH DI DESA BANYUMULEK: Suatu Kajian Kritis dari Perspektif Perubahan Sosial Siti Nurjannah
JURNAL AGRIMANSION Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v5i1.125

Abstract

ABSTRAK Dinamika sosial dalam pengembangan industri gerabah di desa Banyumulek dapat dikaji dalam perspektif teori perubahan sosial. Analisis kritis atas pengembangan industri gerabah di Desa Banyumulek menunjukkan bahwa perubahan sosial yang terjadi berumber dari introduksi teknologi produksi dan disain serta sektor pariwisata (ekonomi). Hal ini tampak dari pembinaan yang dilakukan oleh Lombok Craft Project (LCP) dan beberapa lembaga lainnya yang menekankan pada teknik produksi untuk meningkatkan kualitas gerabah, dan penyediaan pasar di Selandia Baru bagi gerabah yang dihasilkan oleh perajin binaan. Sentuhan teknologi dan pemasaran telah mendorong gerak berubahan sosial lain dalam sistem produksi, pemasaran, dan hubungan sosial ekonomi dalam masyarakat. Walau terjadi mobilitas sosial horizontal maupun vertikal dalam masyarakat Banyumulek, analisis dan kajian ini juga menunjukkan adanya gerak perubahan sosial yang tidak dikehendaki dan tidak diantisipasi, yaitu dengan munculnya perilaku eksploitatif pedagang atas pengrajin, yang dapat bermuara pada munculnya konflik sosial antar kelas. ABSTRACT Social dynamics within pottery industrial development in Banyumulek could be analysed through social change theory perspective. Critical analysis of Banyumulek industrial development shows that technology and tourism intervention have been considered as the main sources of social changes. This could be seen from Lombok Craft Project (LCP) involvement through which production technologies and product qualities were introduced. These changes have led to broader social changes, from production, marketing to social economic relationships within the community. Even though fast social mobility – both horizontal as well as vertical social mobility - have taken place, this analysis highlighted an unpredicted and unanticipated social changes such those exploitative behaviours performed by traders over the potters. There is a need to address this social issue to avoid social conflict in the long run.
2. Sistem Nilai yang Mempengaruhi Perilaku dan Interaksi Masyarakat dengan Hutan: Studi Kasus di Tiga Desa Hutan Kemasyarakatan Batukliang Utara - Kabupaten Lombok Tengah - NTB Siti Nurjannah
JURNAL AGRIMANSION Vol 8 No 3 (2007): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2007
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v8i3.173

Abstract

Abstrak Persoalan interaksi manusia dengan hutan dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi semakin kompleks dan mencemaskan. Diyakini bahwa ada keterkaitan antara sistem nilai yang dianut dengan tingkah laku masyarakat di sekitar hutan. Penelitian ini ditujukan memahami keterkaitan antara sistem nilai yang ada dalam masyarakat dengan bentuk interaksi masyarakat dengan hutan. Penelitian dilakukan di tiga desa kawasan Hutan Kemasyarakatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, dan workshop. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; masyarakat memiliki persepsi dan sikap yang positif terhadap pengelolaan hutan; ada orientasi nilai yang menjadi dasar dalam interaksi masyarakat dengan hutan; masyarakat di ketiga desa penelitian mengembangkan tiga bentuk interaksi dengan hutan yaitu interaksi yang memanfaatkan dan mengelola hutan, merusak hutan, dan menjaga hutan. Saran yang diajukan adalah; diperlukan upaya serius dalam pengembangan dan implementasi kebijakan pembangunan kehutanan; pembangunan kehutanan hendaknya dilakukan dengan memperhatikan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat; dan diperlukan komitmen yang kuat untuk memulihkan kembali kewibawaan pemerintah. Abstract Issues on community-forest interactions have been popular in the last few years and even become worst. There is a belief that community’s behaviors are driven by their beliefs and value systems. This study was carried out to understand the link between value systems and community-forest interactions. The study was carried out at three villages of North Batukliang Community Forest in Central Lombok district using qualitative research method and case study approach. Several data collecting techniques were used such as in-depth interview, focus group discussion, and workshop. Results of the study indicate that the community has positive perceptions and attitudes toward forest management; specific value systems have been used as driving forces of specific forms and patterns of community-forest interactions; and the community develops three forms of community-forest interactions, namely, utilizing and managing forest for economic and ecological purposes, exploiting forest, and protecting forest for future use. This study suggests the need for serious efforts in policy development and implementation for more effective and sustainable forest management; policy development and implementation should be based on community’s value systems; and a strong commitment is needed to re-establish agencies’ credibility.