I Wayan Titra Guna Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SWADHARMA BALIAN KATAKSON-USADHA PADA ERA GLOBAL DI DESA PAYANGAN, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN (Kajian Filsafat Hindu) Titra Guna Wijaya, I Wayan
Mahasiswa S1 Filsafat Timur Vol 1, No 1 (2013): E-Journal Filsafat
Publisher : Mahasiswa S1 Filsafat Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Balian merupakan profesi seseorang dalam menjalani kehidupan, mencari ilmu kediatmikan merupakan syarat untama dari seorang Balian. Balian digolongkan menjadi empat bagian yaitu Balian Katakson, Balian Kapica, Balian Usadha, dan Balian Campuran. Dari semua jenis Balian tersebut sesuai dengan Lontar Budha Kacapi harus bersifat bijaksana serta tidak mengharapkan hasil atau imbalan lebih dari sebuah daksina. Fenomena tersebut melatar belakangi mengapa dilaksanakan penelitian Balian Katakson-usada di tengah era global dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana Proses menjadi Balian Katakson-usada di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, (2) apa saja fungsi Balian Katakson-usada di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, dan (3) bagaimana Kajian Filsafat Hindu Balian Katakson-usada di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Tujuan yang ingin dicapai secara khusus dalam penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui proses seseorang menjadi Balian Katakson-usada, (2) mengetahui bagaimana fungsi Balian Ketakson-usada, dan untuk mengetahui bagaimana kajian filsafat Hindu mengenai Balian Ketakson-usada di Desa Payangan. Serta secara umum penelitian ini bertujuan untuk menambah refrensi kepada dunia pendidikan mengenai Balian.Untuk memperoleh pemahaman mengenai permasalahan dalam penelitian ini digunakan teori: (1) Teori Perubahan Sosial yang digunakan untuk mengkaji permasalahan mengenai Proses serta fungsi seorang Balian Katakson-usada, (2) teori etika digunakan untuk mengkaji permasalahan mengenai kajian filsafat Balian ketakson-usadha di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian adalah kualitatif, jenis dan sumber data yaitu: (1) data primer bersumber dari lapangan dan (2) data sekunder bersumber dari literature2yang ada relevansinya terhadap penelitian ini. Data yang dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, kepustakaan, dan metode dokumentasi.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diuraikan beberapa hal sebagai hasil penelitian sebagai berikut: (1) Proses menjadi Balian Katakson-usada di Desa Payangan terdiri dari beberapa tahap, diawali dari Calon Balian Katakson-usada dalam Lontar Buda Kacapi harus memiliki guru penuntun yang disebut dengan guru waktra dengan ritual yang harus dilaksanakan. Dilanjutkan mempelajari Katikelaning Genta Panara Pitu, Sastra Sanga, Bodha Kacapi dan Kali Mosadha. Selanjutnya dilaksanakan pawintenan untuk menjadi sorang Balian Katakson-usada pada merajan, mohon kepada Bhatara Hyang Guru untuk menjadi seorang Balian Katakson-usada. (2) Fungsi Balian Katakson-usada dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Payangan adalah sebagai berikut: (a). Meningkatkan sraddha bhakti masyarakat, hal tersebut terjadi karena peranan Balian dalam masyarakat sebagai orang yang disucikan dan wajib meluruskan pandangan masyarakat mengenai keberadaan Ida Sang Hyang Widi Wasa. (b) Fungsi penyembuhan atau usada, Balian Katakson-usada dalam masyarakat tidak terlepas dari fungsi utamanya yaitu menyembuhakan warga yang menderita sakit tanpa menghiraukan imbalan yang diperoleh. (c) Fungsi keharmonisan, meningkatkan keharmonisan antara anggota masyarakat karena kesehatan terjaga, selain itu Balian Katakson-usada di Desa Payangan senantiasa memabantu pembangunan pura atau tempat umum baik material atau tenaga, sehingga meringankan beban masyarakat.Kajian filsafat Hindu mengenai Balian Katakson-usada di Desa Payangan dikaji dari segi filsafat Sad Darsana mengkhusus kepada yoga, samkya dan mimamsa, dimana ketiga aliran filsafat tersebut yang diterapkan oleh Balian Katakson-usada di Desa Payangan terlihat secara nyata,Kata Kunci: Balian Katakson-usada, Kajian Filsafat Hindu