M. Miftah
Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v2n1.p1--12

Abstract

ICT (Information and Communication Technology) has tremendous potential to help teachers and students in successful learning. Implementation of ICT-based learning, schools need to do a needs analysis, preparation of the necessary requirements, design models of learning and development. Making it easier for teachers in the use of media in teaching. The importance of instructional media for the education system is to support teaching and learning with the Internet media, computer network, or standalone computer. The success is determined by the ability of learning in a variety of things including: efforts to use the media in a learning activity as resources for learning. The process of utilization of instructional media is a decision taken by the learner (teacher) which is based on the design or the lesson plan. Therefore, the principle of utilization needs to be linked to the needs and characteristics of students. These characteristics with respect to the visual style, auditory, and kinestetika students. By utilizing computer-aided media is expected to increase student interest, so that more teachers on how to optimize the role of the teacher as a facilitator, modiator, motivator, supervisor, and evaluator AbstrakTIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memiliki potensi yang amat besar untuk membantu guru dan siswa dalam keberhasilan pembelajaran . Implementasi pembelajaran berbasis TIK, sekolah perlu melakukan analisis kebutuhan, penyiapan kebutuhan yang diperlukan, perancangan model pembelajaran serta pengembangannya. Sehingga mempermudah guru dalam memanfaatkan media dalam pembelajaran. Pentingnya media pembelajaran bagi sistem pendidikan adalah untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh kemampuan dalam berbagai hal diantaranya: upaya memanfaatkan media dalam aktivitas pembelajaran sebagai sumber-sumber untuk belajar. Proses pemanfaatan media pembelajaran merupakan suatu keputusan yang diambil oleh pembelajar (guru) yang didasarkan pada desain atau rancangan pembelajaran. Oleh sebab itu, prinsip pemanfaatan perlu dikaitkan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Karakteristik ini berkenaan dengan gaya visual, auditorial, dan kinestetika siswa. Dengan memanfaatkan media berbantuan komputer diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, sehingga guru lebih pada bagaimana mengoptimalisasikan peran guru sebagai fasilitator, modiator, motivator, supervisor, dan evaluator
FUNGSI, DAN PERAN MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p95--105

Abstract

The world of education today live in a media world, where learning activities have been moved towards the reduction of the delivery system with the lecture method of teaching material and replaced with the use of instructional media. More on learning activities that emphasize the competencies associated with process skills , then takes the role of instructional media. Good learning and creatively designed to take advantage of multimedia, within certain limits will be able to increase the likelihood of students to learn more imbibe what they learn, the better, and improve performance (performance) in order to improve student achievement of competencies. Media as an integral part of learning, these components need to get the attention of the teacher. The importance of the media in facilitating learners (learners), presentation tailored to the learning objectives set. The presence ofmedia in the learning process greatly help learners better understand the lessons. AbstrakDunia pendidikan dewasa ini hidup dalam dunia media, dimana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju dikuranginya sistem penyampaian bahan pengajaran dengan metode ceramah dan diganti dengan digunakannya media pembelajaran. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompetensi-kompetensi yang terkait dengan keterampilan proses, maka dibutuhkan peranan media pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang secara baik dan kreatif dengan memanfaatkan multimedia, dalam batas-batas tertentu akan dapat memperbesar kemungkinan siswa untuk belajar lebih banyak mencamkan apa yang dipelajarinya, lebih baik, dan meningkatkan penampilan (performance) siswa dalam rangka meningkatkan ketercapaian kompetensi. Media sebagai bagian integral pembelajaran, komponen ini perlu mendapatkan perhatian para guru. Pentingnya media dalam memfasilitasi peserta didik (pebelajar), penyajiannya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Hadirnya media dalam proses pembelajaran sangat membantu pebelajar lebih memahami hal yang dipelajari.
MEDIA PEMBELAJARAN: DARI KONSEPSI KE UTILISASI DAN PERMASALAHANNYA M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v3n2.p135--145

Abstract

The importance of the position / function of the media as an integral part of learning, it is important to get the attention of the teacher. Therefore, teachers should not only understand the concept of learning media, the type / variety, criteria and procedures as well as the election process, but also on the principle of utilization and possible problems. Media so that learning can be planned and used in an integrated and precise in learning activities, then in this paper will discuss criteria for the selection of media and the steps, use of media and the possibility of various problems to be faced. Some criteria for media selection are (1) compliance with the learning objectives to be achieved, (2) support the subject matter to be discussed, (3) practical, flexible, and easy to be used, (4) in accordance with the knowledge and skills of teachers to use it, ( 5) according to the characteristics and the number of goals that will use them (small, medium, or large), and (6) the quality or the technical quality of the type of media that will be used, (7) affordability of the financial capacity of the procurement, (8) the availability of instructional media needed in the market, and (9) is compatible with the device or the facilities available or already owned. AbstrakPentingnya kedudukan/fungsi media sebagai bagian integral dalam pembelajaran, perlu kiranya mendapatkan perhatian para guru. Oleh sebab itu, guru seyogianya tidak hanya memahami konsep tentang media pembelajaran, jenis/ragamnya, kriteria dan prosedur serta proses pemilihannya, tetapi juga mengenai prinsip pemanfaatannya dan kemungkinan permasalahan yang terjadi. Agar media pembelajaran dapat direncanakan dan dimanfaatkan secara terpadu dan tepat di dalam kegiatan pembelajaran, maka di dalam tulisan ini akan dibahas kriteria pemilihan media dan langkah-langkahnya, pemanfaatan media dan kemungkinan berbagai permasalahan yang akan dihadapi. Beberapa kriteria pemilihan media adalah: (1) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, (2) mendukung materi pelajaran yang akan dibahas, (3) praktis, luwes, dan mudah dimanfaatkan, (4) sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan guru untuk memanfaatkannya, (5) sesuai dengan karakteristik dan jumlah sasaran yang akan memanfaatkannya (kelompok kecil, sedang, atau besar), dan (6) mutu atau kualitas teknis jenis media yang akan dimanfaatkan, (7) keterjangkuan kemampuan finansial untuk pengadaannya, (8) ketersediaan media pembelajaran yang dibutuhkan di pasaran, dan (9) kompatibel dengan perangkat atau fasilitas yang tersedia atau yang telah dimiliki.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOMPETENSI TEKS ANEKDOT BERTEMAKAN KONFLIK SOSIAL DI KALANGAN REMAJA M. Miftah; Kartika Candra Dewi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v4n2.p81--94

Abstract

Learning device has an important role in the learning process for teachers as well as learners, but there are some teachers haven’t optimized the learning device. The purposes of its study are : to determine the needs of the learning device according to teachers and learners; to describe the characteristics of a learning tool; to develop a prototype device which is suitable with the learners need, and to measure the effectiveness of the learning device. The research method used is a research and development method. The results of the study include: the needs of the learning device anecdotal text competence; the characteristics of the learning device anecdotal text competence; a feasibility study based on each device (syllabus, lesson plans, teaching materials and worksheets); the effectiveness of the learning device in producing anecdotes text is shown based on this information; learning without using the learning device obtaining the value of 25 (62.5%), learning with an effective value category and increased by 38 (94.5%) categorized as very effective when learning to use the device. AbstrakPerangkat pembelajaran memiliki peran penting dalam proses pembelajaran namun masih banyak guru belummengoptimalkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran menurut guru dan peserta didik; menjelaskan karakteristik perangkat pembelajaran; mengembangkan prototipa perangkat pembelajaran yang layak untuk peserta didik; dan menguji keefektifan perangkat pembelajaran. Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan (reasearch and development). Hasil penelitian berupa: kebutuhan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; karakteristik perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan silabus, RPP materi pembelajaran, dan lembar kerja; keefektifan perangkat pembelajaran memproduksi teks anekdot ditunjukkan berdasarkan pembelajaran tanpa menggunakan perangkat pembelajaran memperoleh nilai 25 (62,5%) dengan kategori nilai efektif dan mengalami kenaikan sebesar 38 (94,5%) dengan kategori sangat efektif di saat pembelajaran menggunakan perangkat.
PENERAPAN TEORI BELAJAR DAN DESAIN INSTRUKSIONAL DALAM PROGRAM MOBILE LEARNING M. Miftah
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p46--56

Abstract

Mobile Learning enables a learning dan its interaction between the user and the lesson. This article writer, then, offers a solution by applicating an effective foundations of educational theory for mobile learning and suggests a model for developing mobile learning based on the appropiate educational theory. Mobile learning developer should know the differences of approaches used in learning to take a proper learning strategy. The strategy is for motivating the learner, facilitating the learning process, forming the human intact, serving the individual difference, lifting up the meaningful learning, supporting learning interaction, giving the learning feedback, and facilitating contextual learning. Dealing to this case, the writer, then, describes the disciplines of the learning theory and its implementation into Design of Learning Strategy for mobile learning. There are three learning theories showed: 1) Behaviourism, 2) Cognitivism, 3)Constructivism. The implementation of the learning theories is on sub-field of Instructional System Desain. The Instructional System Desain involves analysis, design, development, application, and evaluation. Abstrak:Mobile Learning mempermudah belajar dan interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran. Penulis artikel ini menawarkan solusi dengan mengaplikasikan pondasi teori bidang pendidikan untuk perancangan materi Mobile Learning (Foundations of educational theory for mobile learning) yang efektif, dan menyarankan suatu model untuk mengembangkan pembelajaran Mobile Learning berdasar pada teori bidang pendidikan yang sesuai. Pengembang Mobile Learning harus mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasi para pebelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna, mendorong terjadinya interaksi, memberikan umpan balik, memfasilitasi belajar kontekstual, dan mendorong selama proses belajar. Berkaitan dengan hal ini, penulis artikel ini kemudian mendeskripsikan prinsip-prinsip teori belajar dan implementasinya pada Desain Strategi Pembelajaran Mobile Learning. Ada 3 teori belajar yang penulis kemukakan pada artikel tersebut, yaitu: 1) Behaviorime; 2) Kognitivisme; dan 3) Kontruktivisme. Implementasi teori belajar ini berada pada subkawasan desain sistem pembelajaran. Desain sistem pembelajaran mencakup; penganalisaan, perancangan, pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.