Donowati S Tjokrokusumo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI TERJADINYA TRANSFER GEN PADA TANAMAN Tjokrokusumo, Donowati S
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 12 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.786 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v12i1.844

Abstract

Identification of somatic hybridization is one of the important steps to cope with that fusion and migration of gene to be analyzed. Therefore, following fusion various approaches have been used to identify hybrid materials. Putative somatic hybridsmay be confirmed and characterized in a number of ways, depending upon the characteristics of the parental materials. Both characterization and identification methods are discussed in this paper.
KONSERVASI PLASMA NUTFAH SECARA IN VITRO Tjokrokusumo, Donowati S
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.052 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i2.310

Abstract

Tehnik-tehnik in vitro mempunyai potensi yang sangat besar untuk koleksi, pertukaran, dan konservasi termasuk (1) sumberdaya genetis dari benih-benih yang mengandung “recalcitrant” dan species yang di perbanyak secara vegetatif seperti halnya species yang sedang dalam bahayakepunahan, (2) genotipe “elite” yang dikembang-biakkan pada skala besar dalam laboratorium produksi, dan (3) kultur /pembibitan galur sel yang memproduksi bahan “metabolite” dan bahan baku yang direkayasa secara genetis. Tehnik koleksi secara in vitro yang menggunakan embrio atau jaringan vegetatif telah diterapkan dilapangan untuk mengkoleksi plasma nutfah dari berbagai macam species yang bermasalah. Kultur in vitro secara rutin digunakan untuk pertukaran sumber genetis dari sejumlah species, karena keuntungannya dengan teknik ini dalam hal status phytosanitary dan biaya nya relatif kecil.Tehnik pertumbuhan lambat telah dikembangkan untuk konservasi jangka menengah pada sejumlah species tetapi penggunaan secara rutin masih terbatas pada sejumlah species tanaman tertentu. Penggunaan tehnik cryopreservasi secara rutin masih terbatas pada konservasi galur Seldalam skala penelitian laboratorium. Namun demikian, petunjuk sederhana dan teknik pembekuan yang efisien telah dikembangkan baru-baru ini untuk “apices” dan embrio, secara operasional untuk peningkatan jumlah species dapat dipertimbangkan. Dalam paper ini akan dibahas tentang (1)pengembangan tehnik koleksi in vitro, (2) demonstrasi dari fleksibilitas, kesederhanaan dan kepraktisan penyimpanan pada pertumbuhan lambat guna peningkatan kegunaannya, (3) percobaan tehnik cryopreservasi yang telah ada pada suatu skala besar dalam suatu konteks gene bank dan pengembangan dari protocol tehnik cryopreservasi.
KONSERVASI PLASMA NUTFAH SECARA IN VITRO Donowati S Tjokrokusumo
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.052 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i2.310

Abstract

Tehnik-tehnik in vitro mempunyai potensi yang sangat besar untuk koleksi, pertukaran, dan konservasi termasuk (1) sumberdaya genetis dari benih-benih yang mengandung “recalcitrant” dan species yang di perbanyak secara vegetatif seperti halnya species yang sedang dalam bahayakepunahan, (2) genotipe “elite” yang dikembang-biakkan pada skala besar dalam laboratorium produksi, dan (3) kultur /pembibitan galur sel yang memproduksi bahan “metabolite” dan bahan baku yang direkayasa secara genetis. Tehnik koleksi secara in vitro yang menggunakan embrio atau jaringan vegetatif telah diterapkan dilapangan untuk mengkoleksi plasma nutfah dari berbagai macam species yang bermasalah. Kultur in vitro secara rutin digunakan untuk pertukaran sumber genetis dari sejumlah species, karena keuntungannya dengan teknik ini dalam hal status phytosanitary dan biaya nya relatif kecil.Tehnik pertumbuhan lambat telah dikembangkan untuk konservasi jangka menengah pada sejumlah species tetapi penggunaan secara rutin masih terbatas pada sejumlah species tanaman tertentu. Penggunaan tehnik cryopreservasi secara rutin masih terbatas pada konservasi galur Seldalam skala penelitian laboratorium. Namun demikian, petunjuk sederhana dan teknik pembekuan yang efisien telah dikembangkan baru-baru ini untuk “apices” dan embrio, secara operasional untuk peningkatan jumlah species dapat dipertimbangkan. Dalam paper ini akan dibahas tentang (1)pengembangan tehnik koleksi in vitro, (2) demonstrasi dari fleksibilitas, kesederhanaan dan kepraktisan penyimpanan pada pertumbuhan lambat guna peningkatan kegunaannya, (3) percobaan tehnik cryopreservasi yang telah ada pada suatu skala besar dalam suatu konteks gene bank dan pengembangan dari protocol tehnik cryopreservasi.