This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan
Fatimah Dewi Anggraeni
Prodi Kebidanan, Universitas Jenderal A. Yani Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SKRINING DETEKSI DINI KANKER SERVIKS BERDASARKAN REASONED ACTION THEORY (RAT) DI PUSKESMAS SEWON I, BANTUL, YOGYAKARTA Fatimah Dewi Anggraeni; Eva Putriningrum
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.287

Abstract

Fatimah Dewi Anggraeni 1), Eva Putriningrum2)1), 2) Prodi Kebidanan, Universitas Jenderal A. Yani Yogyakarta,E-mail: dewianggraeni303@gmail.com, vacovedant@gmail.comABSTRAKLatar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi. Kasus kanker serviks tertinggi di Indonesia yaitu wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 1,5% dengan jumlah kasus 2.703. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Sewon 1 Bantul Yogyakarta diketahui bahwa jumlah pasangan usia subur (PUS) yang berusia 25-50 tahun sebanyak 6.601, dengan jumlah pemeriksaan IVA tahun 2015 yaitu 33 (0,49%). Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA test berdasarkan Reasoned action theory di wilayah kerja Puskesmas Sewon I. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur berusia 20-50 tahun sebanyak 6.601 orang yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas I Sewon Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 80 wanita usia subur. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis regresi logistic. Hasil : responden tidak melakukan pemeriksaan IVA test sebanyak 76,3 % (61 wanita) dan melakukan  pemeriksaan IVA test sebanyak 23,8 % (19 wanita). Responden mempunyai niat rendah sebanyak 53,8 % (43 wanita) dan sebagian niat tinggi sebanyak 46,3 % (37 wanita). Responden mempunyai sikap negatif sebanyak 51,3 % (41 wanita) dan sikap positif sebanyak 48,8 % (39 wanita). Responden mempunyai norma subjektif rendah sebanyak 51,3 % (41 wanita) dan mempunyai norma subjektif tinggi sebanyak 48,8 % (39 wanita). Terdapat hubungan antara niat dengan pemeriksaan IVA test (nilai p=0,009 dan odd ratio=8,83). Terdapat hubungan antara sikap dengan pemeriksaan IVA test (nilai p=0,033, dan odd ratio=5,11). Terdapat hubungan antara norma subjektif dengan pemeriksaan IVA test (nilai p= 0,048, dan odd ratio=4,11). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara niat, sikap, dan norma subjektif dengan pemeriksaan IVA test.Kata Kunci : Iva Test, Niat, Sikap, Norma Subjektif.ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO SCREENING BEHAVIOR OF DYNAMIC CANCER DETECTION BASED ON REASONED ACTION THEORY (RAT) IN PUSKESMAS SEWON I, BANTUL, YOGYAKARTAABSTRACTBackground: Indonesia is one of the developing countries with the highest number of cervical cancer sufferers. The highest cases of cervical cancer in Indonesia is in Yogyakarta Special Region (DIY) of 1.5% with 2,703 cases. The results of a preliminary study at Sewon 1 Bantul Yogyakarta Public Health Center revealed that the number of fertile age couples (PUS) aged 25-50 years was 6,601, with the number of IVA examinations in 2015 being 33 (0.49%). Objective: To analyze the factors associated with the behavior of early detection of cervical cancer with the IVA test method based on the Reasoned action theory in the work area of Sewon I Health Center Method: This type of research is analytical survey research using a cross sectional approach. The population in this study were women of childbearing age aged 20-50 years as many as 6,601 people who lived in the Work Area of I Sewon Public Health Center Bantul. The sampling technique used purposive sampling as many as 80 women of childbearing age. The data collection used questionnaires and data the analysis used logistic regression analysis. Results: The result shown respondents who did not do IVA test as much as 76.3% (61 women) and conducted IVA test as much as 23.8% (19 women). Respondents had low intentions of 53.8% (43 women) and some high intentions were 46.3% (37 women). Respondents had a negative attitude of 51.3% (41 women) and positive attitudes as much as 48.8% (39 women). Respondents had low subjective norms of 51.3% (41 women) and had high subjective norms of 48.8% (39 women). There was a relationship between intention and IVA test (p value = 0.009 and odd ratio = 8.83). There was a relationship between attitudes and IVA test (p value = 0.033, and odds ratio = 5.11). There is a relationship between subjective norms and IVA test (p value = 0.048, and odds ratio = 4.11). Conclusion: There is a relationship between intention, attitude, and subjective norms with IVA test.Keywords: IVA Test, Intention, Attitude, Subjective Norm
HUBUNGAN BAYI LAHIR STUNTING DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BAYI DI BPM YULIATI SEMANU GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Eva Putriningrum; Eniyati .; Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.350

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. DIY merupakan daerah prioritas untuk intervensi stunting, prevalensi stunting tertinggi terdapat di Kabupaten Gunung Kidul yaitu 19,82%. Di BPM Yuliati, pada bulan Januari – Juni 2018, terdapat 20,45% bayi mengalami lahir stunting.  Tujuan: Diketahuinya hubungan bayi lahir stunting dengan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskripsi korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang berusia maksimal 12 bulan pada saat dilakukan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sebanyak 61 bayi. Analisis data menggunakan analisis korelasi Chi Square.  Hasil : Sebagian besar responden dengan riwayat lahir stunting mengalami pertumbuhan dengan kategori normal yaitu sebanyak 27 responden (44,26%), dan 3 responden (4,92%) masuk dalam kategori tidak normal, dan pada perkembangan bayi dengan riwayat lahir stunting, sebagian besar responden mempunyai perkembangan yang normal yaitu sebanyak 25 responden (40,98%), dan terdapat 5 responden (8,20%) yang masuk ke dalam kategori meragukan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara riwayat bayi lahir stunting dengan pertumbuhan pada bayi, dan terdapat hubungan antara bayi dengan riwayat lahir stunting dengan perkembangan pada bayi.Kata Kunci : Lahir Stunting, Pertumbuhan, Perkembangan RELATIONSHIP BETWEEN NEWBORN WITH STUNTING AND BABY’S GROWTH AND DEVELOPMENT IN BPM YULIATI SEMANU GUNUNG KIDUL YOGYAKARTAABSTRACTBackground: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Yogyakarya is the priority area for stunting intervention. The highest prevalence of stunting in Yogyakarta is in Gunung Kidul Regency as much as 19.82%. In January - June 2018, 20.45% of babies in BPM Yuliati suffer from stunting. Objective: The aim of this research is to acknowledge the relationship between newborn with stunting and baby’s growth and development. Method: This type of research was a correlation description study used a cross sectional approach. The population in this study were infants aged a maximum of 12 months at the time of the study. The sampling technique used consecutive sampling of 61 infants. Data analysis using Chi Square correlation analysis. Results: Most respondents with a birth history of stunting experienced growth in the normal category of 27 respondents (44.26%), and 3 respondents (4.92%) were in the abnormal category, and in the development of infants with a history of stunting, partly The large number of respondents has a normal development of 25 respondents (40.98%), and there are 5 respondents (8.20%) who fall into the dubious category. Conclusion: There is no relationship between the history of stunting born babies and babies’ growth and development, and there is a relationship between stunting birth history with development in infants.Keywords: Birth Stunting, Growth, Development
HAMBATAN IBU BEKERJA DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTOLO II, KULONPROGO, YOGYAKARTA Fatimah Dewi Anggraeni; Eva Putriningrum
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.351

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : ASI sangat diperlukan bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi serta kesehatan ibu. Data di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukan capaian ASI eksklusif tahun 2012 menunjukkan adanya kondisi yang menyebabkan adanya penurunan yaitu sebesar 48%. Penurunan yang terus menerus tanpa ada penanganan dan fokus khusus, maka banyak bayi yang tidak mendapatkan haknya yaitu memperoleh ASI. Dampak lebih jauh dapat terjadi penurunan status gizi bayi. Hal ini jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan menurunkan kualitas generasi penerus bangsa. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah kesibukan ibu bekerja. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hambatan manajemen laktasi pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Sentolo II Kabupaten Kulon Progo. Metode Penelitian adalah kualitatif. Pengambilan sampel informan dilakukan secara purposive dengan jumlah 20 informan. Analisis data yang digunakan adalah analisi kualitatif dengan metode deduktif. Hasil : Hambatan ibu dalam managemen laktasi yaitu kurangnya pengetahuan tentang manajemen laktasi, kurang maksimalnya sosialisasi dari tenaga kesehatan, anggapan Sindrom ASI kurang, Motivasi/kesadaran ibu dalam pemberian ASI Eksklusif masih rendah,  Dukungan ditempat kerja masih kurang,  dan Minimnya dukungan dari keluarga/pengasuhKesimpulan : Hambatan dalam pemberian ASI yaitu pengetahuan, presepsi tentang asi, motivasi ibu, dukungan keluarga, dukungan tempat kerja, dukungan tenaga kesehatan.Kata Kunci : Hambatan,  Bekerja, Pemberian ASI THE OBSTACLE OF WORKING MOTHER IN PROVIDING EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN INFANTS IN NURSING MOTHERS IN PUSKESMAS SENTOLO II, KULONPROGO, YOGYAKARTAABSTRACTBackground : ASI very important for baby’s health and growth and also maternal health. The Yogyakarta data profile shows the exclusive breastfeeding target in 2012 is decline as much as 48%. Babies will not get their right to obtain breast milk if the continuous decline do not get special handling and focus. Further impacts can occur in infant's nutritional status. This is if left unsealed it will likely decrease the quality of the nation's future generation.  One factor that can affect the failure of exclusive breast feeding is the busyness of working mothers. Research objectives is to know the obstacles of the lactation management of working mothers in the workplace Puskesmas Sentolo II Regency of Kulon Progo. Research methode is Qualitative research. Informant sampling is done in purposive with the number of 20 informant. Analysis of the data used is qualitative analyzers with deductive methods. Result: The mother barrier in the management of lactation is a lack of knowledge about the management of lactation, the maximum dissemination of health workers, the assumption of less breast syndrome, motivation/awareness of mothers in the provision of exclusive breastfeeding is still low, support in the workplace is still lacking, and lack of support from the family/caregiver. Conclusion: The barriers of mothers in the management of lactation in nursing mothers is low knowledge, conception of breastfeeding, mother motivation, family support, support of health workers, suport of health workers,Keywords: Barriers, Women Working, Breast Feeding
STUDI KORELASI ANTARA USIA DAN PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TM III DI PUSKESMAS PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.390

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia membawa akibat dan komplikasi yang tinggi selama kehamilan dan persalinan. Ketidakpatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe mengakibatkan anemia. Tingkat pendidikan dan umur menentukan seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh sehingga menentukan perilaku dalam konsumsi obat. Puskesmas Prambanan memiliki angka kejadian anemia tertinggi di Kabupaten Sleman pada tahun 2014 (25,34%) dan 2015 (25,43%). Studi pendahuluan terhadap 8 ibu hamil, 5 orang mengkonsumsi tablet Fe tidak sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan Antara usia dan pendidikan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil TM III di Puskesmas Prambanan Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III yang berkunjung ke Puskesmas Prambanan. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan software SPSS 16. Hasil:  Sebagian besar responden berusia tidak bersiko 77,8 % , berpendidikan tinggi 66,7 % dan patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe 63,9%.  Hasil uji analisis bivariat didapatkan hasil bahwa ibu yang berusia reproduksi memiliki peluang 9 kali dalam kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p=0,016). Pada responden yang memiliki pendididikan tinggi memiliki peluang 7,6 kali dalam mengkonsumsi tablet Fe (p=,011). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara usia dan pendidikan dengan kepatuhan konsumsi. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk dapat menyampaian informasi sesuai latar belakang pendidikan dan usia, sehingga informasi dapat di terima dengan efektif.Kata Kunci : Usia, pendidikan, Kepatuhan konsumsi Fe STUDY CORRELATION  BETWEEN AGE AND EDUCATION WITH COMPLIANCE WITH FE TABLET CONSUMPTION IN PREGNANT MOTHER TM III AT PUSKESMAS PRAMBANAN SLEMAN, YOGYAKARTAABSTRACTBackground: Anemia brings high consequences and complications during pregnancy and childbirth. Mother's non-compliance in consuming iron tablets results in anemia. The level of education and age determines a person to absorb and understand the knowledge they acquire so that it determines the behavior in drug consumption. Prambanan Puskesmas had the highest incidence of anemia in Sleman Regency in 2014 (25.34%) and 2015 (25.43%). The preliminary study of 8 pregnant women, 5 of whom took Fe tablets was not according to the instructions given by health personnel. Objective: To analyze the relationship between age and education with compliance with Fe tablet consumption in TM III pregnant women at Prambanan Public Health Center, Sleman Yogyakarta. Methods: This type of research used an analytical survey using a cross sectional approach. The sample in this study were TM III pregnant women who visited Prambanan Public Health Center. The number of samples was 36 respondents with purposive sampling technique. Data collection using questionnaires and data analysis using chi square statistical test with SPSS 16 software. Results: Most of the respondents were at no risk 77.8%, most of them were highly educated 66.7% and most of them were compliant in consuming Fe tablets 63.9%. The results of the bivariate analysis test showed that mothers of reproductive age had 9 times the chance of consuming Fe tablets (p = 0.016). Respondents who have high education have 7.6 times the chance of consuming Fe tablets (p = .111). Conclusion: There is a relationship between age and education with consumption compliance. It is recommended for health workers to be able to deliver information according to educational background and age, so that information can be received effectively.Keywords: Age, education, compliance with Fe consumption