Asteria Narulita Pramana
Universitas Ivet

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Postur Kerja Dengan Metode Rapid Entire Body Assessment (Reba) dan Keluhan Subjektif Muskuloskeletal pada Petani Bawang Merah di Probolinggo Asteria Narulita Pramana; Merdhita Tri Cahyani
Indonesian Journal of Health Community Vol 3 No 1 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v3i1.2067

Abstract

Keluhan muskuloskeletal terjadi karena adanya pembebanan yang cukup berat dan berulang (repetitif) yang menyebabkan otot mengalami kontraksi secara berlebihan sehingga melebihi kekuatan otot maksimum. REBA (Rapid Entire Body Assessment) adalah metode sistematis yang mengevaluasi seluruh postur tubuh pekerja untuk mengidentifikasi resiko keluhan muskuloskeletal dan resiko lain yang berhubungan dengan pekerjaan. Petani bawang merah di Kecamatan Dringu menjelaskan bahwa mereka merasakan keluhan nyeri pada bagian leher, pundak, lengan kanan, pinggang dan kaki. Posisi kerja saat mereka bekerja adalah berdiri dengan posisi punggung membungkuk dalam suatu periode tertentu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis postur kerja dengan metode REBA dan mengetahui keluhan subjektif muskuloskeletal yang dialami oleh petani bawang merah di Kecamatan Dringu, Probolinggo. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penilaian postur kerja dengan metode REBA menunjukkan tingkat resiko tinggi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada seluruh responden (100%) yang masa kerjanya >10tahun. Seluruh responden dengan masa kerja >10tahun dan seluruh responden dengan usia >35tahun memiliki keluhan subjektif muskuloskeletal yang lebih banyak. Petani disarankan dapat melakukan peragangan otot sesaat sebelum melakukan aktivitas kerja dan mengatur waktu istirahat sesuai standart yaitu 15% - 30% dari seluruh waktu kerja.
Pengaruh Paparan Karbon Monoksida Dan Karakteristik Individu Terhadap Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pengasapan Ikan di Kampung Ikan Asap Penatarsewu Kabupaten Sidoarjo Merditha Tri Cahyani; Asteria Narulita Pramana
Indonesian Journal of Health Community Vol 3 No 1 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v3i1.2064

Abstract

Work fatigue is one of health and safety problems which can be risk factor for workplace accidents. There are many factors that cause work fatigue, like age, gender, work load, working period, and carbonmonoxide exposure. The objective of this study was to identity the carbon monoxide exposure in blood and workers characteristic on work fatigue in the fum fish village Penatarsewu Sidoarjo Regency. The research was using cross sectional design with 42 samples. Work fatigue was quantified with reaction timer carbon monoxide effect with measuring COHb level in blood, work load with fingertrip oximeter, and workers characteristic were collected through interview with questionnaires. Study was analyzed with multivariate logistic regression through SPSS. The research shows analysis suggests that age and sex aren’t significantly related to work-related fatigue, while employment period, work load and Carbon Monoxide exposure are significantly related to work-related fatigue. The result of multivariate analysis shows that work load, employment period and Carbon Monoxide exposure are significantly related to work-related fatigue. Work load is the dominant variable for work-related fatigue. Workers having heavy work load are exposed to work-related fatigue 9 times higher compared to those with light work load.