Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REVITALISASI HUNIAN VERTIKAL DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Fransina Pietersz; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12364

Abstract

Revitalization of vertical hausing by implementing recycled plastic waste is purpose to change the residential settlement patternt in Muara Angke to be better and more sustainable, which this project is built based on slum conditions in existing residential. The main reason of this project is plastic waste pollution in Angke River and Jakarta Bay. This project also provide program support such as communal space, floating park and middle-low business. These programs expected to fullfiled residents’ needs and activities, also make the environment in Muara Angke become better. The research method is the technology method uses RePlast Brick that will be the main element of the building, also Bioclimatic Architecture will be use as design method. Keywords:  Plastic Waste; Sustainable; Vertical Housing AbstrakRevitalisasi hunian vertikal dengan daur ulang sampah plastik di Muara Angke bertujuan untuk mengubah pola pemukiman hunian di Muara Angke menjadi lebih baik dan ramah lingkungan, yang mana revitalisasi hunian vertikal berbasis usaha ini bermula dari kondisi eksisting pemukiman di sana memiliki kondisi yang kumuh. Dan penyebab utama lainnya adalah pencemaran sampah plastik di Sungai Angke dan Teluk Jakarta. Proyek ini juga menyediakan penunjang program seperti tempat pembuangan sementara, tempat pengolahan daur ulang sampah plastik, ruang komunal, taman apung dan UMKM. Program-program ini diharapkan dapat membantu kebutuhan aktivitas warga dan menjadikan lingkungan kawasan Muara Angke menjadi lebih baik. Selanjutnya, metode teknologi bangunan menggunakan RePlast Brick yang akan dijadikan elemen utama dalam bangunan, dan metode perancangan yang digunakan adalah arsitektur bioklimatik.
PENERAPAN METODE LANDSCAPE-URBANISM DALAM PERANCANGAN RUANG REKREASI KEBUGARAN DI SAWANGAN DEPOK Glenn Geraldi; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12336

Abstract

Inside Out: Sawangan Fitness Recreation Space is a project that aims to improve the quality of nutrition and the importance of healthy living behavior awareness in the midst of urban ecological density. Demographic condition of people entering their productive age (15-64 years) in 2020-2030 encourages the need for this project as part of the 'demographic bonus investment'. The population of urban environment is getting denser due to increasing urbanization. Acceleration of time and space makes  urban environment less conducive to healthy physical activities and people are  more easily exposed to obesogenic environments. Poor nutritional intake and lack of healthy living habits are problems that need to be solved. The concept is a balance between physical needs and mental needs that are obtained from the natural environment itself. This project is designed with landscape-urbanism method with beyond ecology parameter to implement landscape principals into urban environment which is expected to bring good health for urban communities. Keywords: fitness; healthyness; recreation; urban AbstrakInside Out: Ruang Rekreasi Kebugaran Sawangan merupakan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesadaran pentingnya perilaku hidup sehat di tengah kepadatan ekologi perkotaan. Kondisi demografi masyarakat memasuki usia produktif (15-64 tahun) di tahun 2020-2030 mendorong dibutuhkannya proyek ini sebagai bagian dari ‘investasi bonus demografi. Populasi lingkungan perkotaan semakin padat akibat peningkatan urbanisasi. Percepatan waktu dan ruang membuat lingkungan perkotaan tidak kondusif untuk aktivitas fisik yang menyehatkan dan masyarakat juga lebih mudah terpapar lingkungan obesogenik. Buruknya asupan gizi dan kurangnya perilaku hidup sehat menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Konsep yang diusung adalah keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan batin yang diperoleh dari lingkungan alam sendiri. Proyek ini dirancang dengan metode landscape-urbanism dengan parameter beyond ecology untuk mengintegrasikan prinsip lansekap ke dalam lingkungan perkotaan yang diharapkan membawa kebaikan bagi kesehatan masyarakat. 
PERLUASAN HUTAN KOTA DAN EXPLORATORIUM ALAM DI PAMULANG Fila Ferari; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12345

Abstract

Earth is home to all living things in it which consists of various kinds of forming elements such as water, air, soil, temperature, light, humidity, humans, flora, fauna, and others. Life is the result of the interaction between fellow living things with their environment, which is called ecology. Architecture exists as a place, habitat, and niche for all living things to develop and grow. Cities are evidence of human evolution in which they can meet all the needs of life, and without realizing this development has led to the overpopulation phenomenon. This goes hand in hand with the land crisis and the loss of urban forest (green open space) as a result of this phenomenon. This project aims to re-elevate and enhance the essence of urban forests and become green generators in cities experiencing green open space crises, in order to maintain the balance of ecosystems and the environment. This will be achieved by going beyond the role played by urban forests and humans in general to create a greater impact on life. This is facilitated by habitats for plants and animals, sports activities, study rooms, playgrounds, fishing, and etc. Keywords: environment;  exploratorium; green open space crisis; habitat; urban forestAbstrak Bumi merupakan rumah bagi semua makhluk hidup di dalamnya yang terdiri dari berbagai macam unsur pembentuk seperti air, udara, tanah, suhu, cahaya, kelembaban, manusia, flora, fauna, dan lain-lain. Kehidupan yang terjadi merupakan wujud hasil dari hubungan interaksi antara sesama makhluk hidup maupun dengan lingkungannya, yang disebut dengan ekologi. Arsitektur hadir sebagai wadah, habitat dan relung bagi semua makhluk hidup untuk berkembang dan bertumbuh. Kota merupakan bukti dari evolusi manusia yang di dalamnya dapat memenuhi semua kebutuhan kehidupan, dan tanpa disadari perkembangan ini mendorong terjadinya fenomena over population. Hal tersebut berjalan seiring dengan krisis lahan dan hilangnya hutan kota (RTH) akibat dari fenomena yang terjadi. Proyek ini bertujuan untuk mengangkat kembali dan meningkatkan esensi hutan kota, serta menjadi generator hijau di kota yang mengalami krisis RTH demi menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup. Hal ini dicapai dengan melampaui peran yang dimiliki oleh hutan kota dan manusia pada umumnya untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi kehidupan. Hal ini difasilitasi dengan habitat bagi tumbuhan dan hewan, kegiatan berolahraga, ruang belajar, bermain, memancing, dan sebagainya.