Angraini binti Ramli
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TANTAWI JAWHARI AND HIS INTELLECTUAL RESPONSES TO THE DANGERS OF WESTERN EXPANSIONISM AND DOMINANCE OF MODERN WESTERN CIVILIZATION; A STUDY ON HIS TAFSIR AL-JAWAHIR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM Angraini binti Ramli
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 2 No 1 (2017): Volume 2 No.1, Juni 2017
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v2i1.254

Abstract

Barat memiliki agenda dalam ekspansionisme dan dominasi dunia. Mereka memiliki apa yang disebut kehidupan modern, sains modern, dan dunia modern. Menjadi modern berarti mengikuti mereka dan menyalin semuanya dari mereka, meninggalkan budaya dan hidup berdasarkan apa yang disebut hak asasi manusia. Tantawi Jauhari adalah salah satu ulama yang sadar tentang bahaya ekspansi dan peradaban Barat, sehingga dengan tulisannya, tanpa ragu dia berpandangan bahwa penyebab rendahnya moral Muslim merupakan agenda yang tersembunyi Barat. Dan artikel ini akan menganalisis pemikiran Tantawi Jauhari tentang pandangannya dalam menghadapi bahaya ekspansionisme dan dominasi Barat dengan mempelajari bukunyaAl-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim.Dalam tafsirnya, ia menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan, pernikahan, poligami, manajemen keuangan dan fashion wanita beberapa persoalan umat Islam yang mampu diekspansi dan dominasi oleh peradaban Barat modern dan hasilnya menunjukkan bahwa Syeikh T{ant{a>wi> telah merespon dengan sangat baik melalui pandangannya dan mencoba untuk memperingatkan setiap Muslim untuk kembali ke jalan, berpegang pada syariat dan menghindari mengikuti budaya Barat secara membabi buta.
ISSUES ON WOMEN AND PROBLEMS IN WORKPLACE FROM ISLAMIC POINT OF VIEW Angraini binti Ramli; Radwan Jamal Elatrash
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Volume 3 No. 1, Juni 2018
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v3i1.484

Abstract

Perkembangan zaman dan meningkatnya pergerakan ekonomi membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan untuk turut andil di dalamnya. Tenaga perempuan yang turut diberdayakan dalam berbagai sektor yang kemudian fenomena ini ternyata berdampak positif dan negative pada lini kehidupan lainnya seperti sisi ekonomi, sosial, pendidikan dan pembangunan. Islam sendiri memiliki jawaban atas kendala sosial yang disandarkan kepada keterlibatan perempuan di ranah publik. Maka kajian ini bertujuan untuk memaparkan beberapa konflik yang terjadi ketika perempuan terjun ke dunia pekerjaan dan bagaimana Islam menyediakan aturan yang murni bertujuan untuk melindungi perempuan agar tetap berada pada fitrahnya namun tetap menyelarasi keperluan perempuan seiring berkembangnya zaman
الإشكالیة في الحدیث “إن الله خلق آدم على صورتھ”: أسبابھا وحلولھا Angraini binti Ramli
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v1i1.444

Abstract

Hadith Innallāha khalaqa Adam ‘alā ṣūratih, is one of hadith that has isykāl (difficulties) or problems involving debates among scholars. Firstly, There are some scholars who argued that the problems in this hadith is because the pronunciation of ‘alā ṣūratih in this hadith is contrary to the Islamic faith. Secondly, Others argued that this hadith has a similarity with isrā’iliyāt because in the Torah and the Gospel also found similar things in the creation of Adam. Thirdly, some scholars accept this hadith textually but interpreted it to another meaning in order fit with holiness of Allah. The fourth,opinion argue that damiror pronoun of words on ‘alā ṣūratih refer to Allah, either as interpretation the word of rahman or as an iḍāfah taṣrīfiyah and ikhtiṣāṣiyah to Allah. The fifth, opinion argue that this damir refer to Adam. The sixth, opinion said that this damir returned to the owner face who was beaten as mentioned in the hadith is refer to the object which was hit, namely the face itself